Apa sih Broadcaster itu?

2K 8 0
                                              


Apa sih broadcaster itu?

Baiklah, pertama-tama saya akan memperkenalkan diri. Saya Nadilla Husaini –nama asli adalah Nadila, siswi dari SMKN 2 Banjarmasin pada tingkat akhir. Dan sebentar lagi saya akan ujian.

Saya akan menceritakan pengalaman saya selama saya bergulat di bidang ini. Meskipun saya memiliki banyak kemampuan, menurut saya, tidak seluruh kemampuan saya bisa digunakan dalam bidang ini. Contohnya adalah memasak. Haha...

Okay. Seseorang pernah bertanya pada saya, "kenapa sih memilih jurusan ini?", "apa sih broadcasting itu?" "apa aja kerjaannya?"

Awal saya masuk sekolah menengah atas –tapi saya memilih sekolah menengah kejuruan, saya bingung juga mau memilih jurusan apa aja. Karena begitu banyak jurusan yang memikat saya, contohnya tata boga. Saya dulu pengin jadi koki. Kenapa? Ya, mau aja belajar tentang memasak karena ingin mengasah kemampuan saya. Lagipula, dulu nim saya cukup tinggi yaitu 34,70. Bukannya mau menyombongkan diri ya, hehe.. Dengan nilai yang seperti itu, saya bisa memasuki sekolah mana aja kan?

Tapi, sayang. Pilihan pertama saya jatuh pada broadcasting dan yang kedua adalah tata boga. Karena waktu mau mendaftar sekolah, saya malah membaca brosur dari SMKN 2 Banjarmasin tentang jurusan broadcasting atau teknik penyiaran televisi dan radio.

Kata-kata di dalam brosur begitu merayu saya untuk tak menyia-nyiakan jurusan ini. Nah, begini isinya, jurusan ini nantinya bisa menjadikan kita sutradara, kameramen, penulis naskah, produser dan lain-lain. Karena dalam brosur terdapat tulisan kita bisa menjadi penulis naskah, saya langsung memilih jurusan ini. Dan, kakak laki-laki saya dulu juga terpikat dengan jurusan ini. Waktu itu dia berangan-angan pengin membuka studio foto dan sejenisnya seperti production house. Nah, dengan dukungan seperti itu, adik mana coba yang mau menolak memilih jurusan broadcasting ini? Apa lagi, ditawari –nanti membuka studio foto haha. Begitulah awal saya terpikat dengan jurusan ini.

Untungnya, setelah mendengar orang-orang berkata kalau mengambil jurusan tata boga itu sedikit membuang duit karena setiap praktik harus membeli bahan-bahan memasak. Dan juga katanya, kita harus menghafal nama-nama sendok dan garpu dari yang terkecil hingga yang besar. Katanya ya.

Jadi, saya menyia-nyiakan jurusan tata boga saya. Hehe... Lagian, saya sudah masuk di SMKN 2 Banjarmasin jurusan broadcasting. Apa lagi yang harus dipikirkan? Mau pindah sekolah, nanti saya yang susah. Beberapa kali saya juga pernah berpikir, masuk SMA aja ah, biar enak. Tapi enggak bisa melakukannya. Karena apa? Saya dari dulu memang mau masuk sekolah menengah kejuruan biar bisa dapat pengalaman dan mengembangkan kemampuan saya yang lain seperti menulis.

So, apa sih broadcaster itu?

Menurut saya, broadcaster adalah penyiar, pemberi informasi, pemberi inspirasi dan juga pemberi kehidupan. Karena kalau tidak ada broadcaster di dunia ini, tak akan ada namanya berita di televisi, radio, dan koran. Tak ada pula drama korea, film-film dan sinetron yang di televisi. Iklan pun takkan ada apabila broadcaster tidak ada. Konsumen dan produsen tidak akan pernah laku dan merasakan yang namanya uang dan kenikmatan apabila sebuah produk, informasi dan edukasi tidak disiarkan.

Orang-orang pun tak akan bisa memenuhi kehidupannya tanpa adanya broadcaster.

*

Persiapan untuk menjadi broadcaster?

Menjadi broadcaster tidak perlu syarat yang sulit. Cukup siapkan kepercayaan diri kalian dalam menghadapi masalah. Jangan lupa juga baca materi-materi tentang broadcasting karena biasanya orang yang tak kenal dengan broadcast, mereka akan bertanya apa sih itu broadcast?

Bagi saya, menjadi broadcaster itu terkadang mudah dan terkadang sulit. Karena disaat kita tidak memiliki mood yang bagus, kita tak akan bisa berpikir dan mengembangkan ide untuk membuat sebuah produk yang akan ditonton, dilihat dan dibaca oleh orang-orang.

Waktu pertama kali saya masuk ke sekolah ini, saya tak memiliki modal apapun tentang broadcast. Jadi, saya yang awalnya pintar, jadi kurang pintar karena ketika seseorang bertanya pada saya apa itu broadcast, apa itu broadcasting, dan apa itu broadcaster, saya malah diam saja dan melongo dipojokkan karena teman-teman saya yang lain lebih tahu duluan tentang broadcast ini.

Dulu saya hanya bermodal bisa menulis cerita novel. Tapi ternyata, dalam sekolah ini, kita tak hanya belajar tentang cara menulis cerita yang baik, tapi kita juga belajar tentang bagaimana cara menulis berita yang baik, mengedit video, mengambil gambar dan menjadi pemimpin yang baik.

Jadi, untuk apa sih kita memilih jurusan teknik penyiaran ini? Kita akan simak cerita saya dipostingan selanjutnya. Bye-bye. Doakan tugas saya kelar ya biar saya bisa menulis novel lagi. Sampai jumpa beberapa hari lagi. Kalau kalian menyukai postingan ini, silakan vote dan silakan komen pada kolom dibawah ini kalau masih penasaran dengan cerita-cerita saya selanjutnya.

Ini bonus fotonya gongyoo ajushi haha

Ini bonus fotonya gongyoo ajushi haha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BROADCASTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang