Part 2

1K 42 5


-Awal perkenalan itu-

Tak terasa sudah seminggu aku menyandang status yang biasa dijadikan permasalahan besar oleh para kaum remaja saat ini yaitu 'jomblo' apalagi diumurku yang sudah menginjak usia remaja.

"Tet..tet..tet..tet.".

Suara ponselku menghentikan lamunanku. Kucoba periksa ponselku ternyata ada sms dari lisa.

From: lisa

"Assalamualaikum nis, sore ini kamu kerumah rena yah kita latihan menari buat ujian praktek minggu depan, dan kayaknya kita sampai malam deh, jadi isin dan bilang yah sama ibu kamu kalau kita latihannya sampai malam"

For : Anisa

Setelah aku membaca sms dari lisa aku pun bergegas dan menemui ibu lalu meminta izin dan memberitahunya bahwa aku akan kerumah rena sore ini.

                          ***

Sore ini aku dan teman-temanku latihan cukup lama hingga tak sadar kalau sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Bagaimana tidak, kami sangat mengharapkan hasil yang terbaik. Disela-sela waktu istirahat kami setelah latihan aku memilih untuk berbaring, merebahkan tubuhku di atas sofa yang berwarna abu-abu itu dan sesekali menengok kearah mereka yang sedang asyik membicarakan sesuatu entah itu apa, tapi sekarang itu tidak penting, tetapi yang penting sekarang mempertanyakan keberadaan lisa yang entah kemana

"yon..,lisa kemana ?" Tanyaku memotong pembicaraan antara rena dan yona yang entah sedang asyik membicarakan sesuatu hal yang aku pun sendiri tidak tahu.

"Oh..lisa tadi keluar saat ponselnya berbunyi, sepertinya ada seseorang yang menelponnya, akupun tidak tahu siapa" ucap yona menjawab pertanyaanku.

"Iya, dan sepertinya dia berada di teras depan nis" ucap rena memperjelas.

"Oh iya" ucapku sembari berdiri dari sofa dan beranjak keluar ke teras depan untuk menemui lisa.

"Hey lis serius banget sih" ucapku keras sambil duduk disampingnya dan sepertinya mengagetkannya.

"Eh nisa, iya nih fatan nelpon.." menatàpku dan memperlihatkan raut wajah bahagia kepadaku seakan tak memikirkan perasaanku.

"Oh iya aku masuk kedalam dulu ya lis" ucapku sambil berdiri meninggalkan lisa sendirian.

                            ***

Tidak terasa Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan sontak itu membuatku kaget

"oh my good" ucapku dengan suara keras bagaimana tidak itu sudah sangat larut malam untuk seorang anak gadis sepertiku. Bergegas aku bangun dari sofa dan pamit pulang kepada rena tapi tiba-tiba saja langkahku terhenti saat ada suara yang memanggilku

"nis.., aku mau kenalkan kamu sama seseorang, temannya fatan, yah walaupun dia bukan teman deketnya sih, tapi teman dekat dari kakaknya fatan dan mereka tetanggaan kost, dia orangnya berbeda cocok buat orang kayak kamu" ucap lisa sambil tersenyum kepadaku

dalam benakku terlintas beberapa hal (anak ini kenapa, mau apalagi dia, aku ajah mantannya fatan tidak tau kalau fatan punya saudara laki-laki).

Sontak saja aku menimpali perkataan lisa dengan tegas
"Tidak ah, lain kali saja aku mau pulang lis ini sudah larut malam nanti ibuku marah" .

"Ayolah nis sekali saja" ucapnya sambil memberikan ponselnya kepadaku

"hmmm baiklah" jawabku ketus dan mengambil ponselnya

"Halo..Assalamualaikum ini dengan siapa, ini temannya fatan yah?" Tanyaku membuka salam namun jujur saja suaraku sedikit malas bagaimana tidak aku dipaksa oleh lisa.

"Halo..Waalaikumussalam warrahmatullahi wabarokatuh, iya temen ,tapi bukan temen dekat juga sih, kalau sama kakaknya fatan saya deket" jawabnya sekenanya.

sesuatu yang luar biasa, suara yang lembut, sopan, berbeda jauh dengan kebanyakan kaum lelaki, membuatku tercengang

"o..oh iya nama kaka siapa dan kuliahnya dimana, terus kenapa kaka bisa kenal lisa?" Ucapku berusaha memperbaiki cara berbicaraku dari sebelumnya.

"saya muhammad al-asyar panggil saja asyar, saya kuliah di UIN, dan saya bisa kenal lisa karna lisa pacar fatan, saya sebenarnya dari awal tidak dekat dengan fatan tapi karna fatan sering pinjam ponsel saya untuk telpon lisa dan kakaknya fatan juga kan temen saya, oh iya adek nàmanya siapa?"  jelasnya menjawab pertanyaanku dan kembali mempertanyakan namaku.

"Oh iya, aku SittiAnissaAzzahra panggil saja anisa" jawabku agak gugup dan malu.

Tiba-tiba saja suara ponselku mengagetkanku, ibuku sudah menelpon.

"Oh iya kak aku harus pulang ini sudah larut malam wassalamualaikum" ucapku pamit dan menutup telponnya tanpa mendengarkan jawaban salam darinya. Aku buru-buru mengembalikan ponsel lisa dan pamit pulang kepada mereka semua.

Hijrah Take a MiracleBaca cerita ini secara GRATIS!