pembantuku yang bahenol

67.2K 25 1

Pembantuku yang Bahenol

Seperti pagi sebelumnya aq di bangunkan olehnya. Yaitu siapa lagi kalo bukan pembantuku Mbak Lia yang masih berumur 24 tahun dan masih lajang. Maklum seusai lulus SMA dia langsung bekerja untuk membantu orang tuanya. "Mas.... Mas.... Bangun udah jam 6 lebih 15menit" "okok mbak aku bangun" jawab q dengan mata masih redup sebesar 1 watt. Tapi itu semua langsung hilang bagaimana mungkin dia bangunin aq dengan berbisik di telingaku dan dia hanya pakai baju daster dan didalamnya aku melihat sebuah gundukkan gunung yang masih putih, mulus dan besar sekali menggelantung tanpa BH. Apa lagi tubuhnya yang sintal ngeliatnya aja ingin sekali aq memegangnya tapi ahh jangan itu tak sopan hehehe.

Setelah aq terbangun aq langsung mandi dan berangkat ke sekolah. Aq masih sekolah kelas 3 SMA boleh dibilang aq anak yang biasa saja tak ada yang istimewa tapi anaknya amat pendiem tetapi dari sifat pendiem q, aq selalu olahraga tiap pagi dan sore jadi bias dibilang badan q agak kekar meskipun tidak seperti atlet - atlet olahragawan yang bener - bener buset udah jadi oto mereka. Tapi sore ini aq g latihan karena ada tugas kelompok dan teman - teman q minta tuk kerja kelompok dirumahku. Aq sangat senang apalagi pada waktu itu aq sedang ditinggal pergi keluar kota sama kedua orang tuaku, dan ini sudah sampai minggu kedua dari bulan ini, jadi aq sering berduaan dirumah dengan Mbak Lia pembantuku.

Jam menunjukkan jam 2 sore aq dan teman - teman q segera pergi kerumahku dan mulai bekerja kelompok. Dan pada jam set 7 malam akhirnya tugas kami kelar juga. Aq yang setelah itu satu persatu teman q pulang dan yang terakhir pulangnya jam set 9 soalnya nunggu jemputan ortunya. Setelah ia pulang aq segera kebelakang untuk mencari makan dan membuat segelas teh hangat. Tapi ada yang aneh di kamarnya Mbak Lia seperti ada suara erangan seseorang. "ah ah ah hsss ssss Aha haha ah ah a h...." aq yang langsung kaget segera menghampiri kamar Mbak Lia. Dan betapa kegetnya aq setelah melihat Mbak Lia dengan tubuh tanpa pakaian bisa dibilang telanjang bulat. "astaga ....." aq terkejut luar biasa ternyata orang ini bisa ngelakuin hal kayak gitu y.? "mas .. ... mas udah selesai y tugas kelompoknya.? Sini deketin Mbak, Mbak udah kagak tahan pengen banget sekarang." "astaga orang ini ...." Aku yang terkejut tiba - tiba secara tak sengaja diriku seperti terkena medan magnet tubuhnya Mbak Lia. "sini mas g usah takut gpp kog" dan aq pun mendekatinya dan memandangi tubuhnya yang putih mulus dan belum pernah terjamah pria manapun.

"mas punya mas besar sekali" aq sekali lagi terkejut melihat batang kemaluanku ternyata dari tadi sudah membesar telah berdiri tegak bagaikan tugu pahlawan. Diantara keterkejutan q tiba - tiba Mbak Lia memegangi batang kemaluan q dan mengocoknya menggunakan tangannya yang setiap harinya di pakai untuk mencuci baju - baju q, tangan yang begitu kuat tapi meskipun begitu tangannya halus sekali. "SssShhhHHh......." Cuma desahan yang keluar dari mulut q, lalu tanpa diminta aq langsung memilintir dan menjilati gunung kembarnya yang sudah dari tadi pengen di kenyot - kenyot aq pun tidak menghentikan permainan q di situ saja mulutnya yang seperti buah semangka itu langsung ku kentot dengan ciuman - ciuman ganas q. tubuhnya pun bergelinjangan tak karuan. Tak lama kemudian setelah tubuhnya bergelinjangan tiba - tiba dia lemas tak berdaya, ternyata dia sudah orgasme duluan.

Lalu q baringkan dia ketempat tidurnya dan aq segera malancarkan serangan q yang baru dan lebih ganas q ciumi tekuk lehernya sampai ke pusarnya meskipun dia lemas tak berdaya tapi tubuhnya masih berglinjangan tak karuan saat ciuman q sampai di pusarnya dan kata - kata yang keluar dari mulutnya hanya desahan "ahhh..... ssshhh.... Ahh.... " . saat q sampai di mewianya kuraba terlebih dahulu dengan jari tengah q ternyata sudah basah oleh cairan orgasmenya tadi, saat q meraba di tengah - tengahnya mewianya ada benjolan daging "mungkin itu klitorisnya" q berkata dalam hati q, lalu q mainkan tonjolan kecil itu dengan jari tengah q sekali lagi tubuhnya bergelinjangan tak karuan menahan rasa yang sangat luar biasa dari sentuhan q, hamper 10 menit q lakukan hal tersebut tubuhnya mulai bergetar kuat dan keluarlah cairan orgasme yang kedua kalinya. "sayang kamu hebat sekali..... aq sangat puas yang.... Lanjutin teruss yang.....!!!" apa dia memanggil q sayang maka q balas juga dengan memanggilnya "okok. Sayang siap - siap aq udah baru selesai pemanasan yang tadi itu" jawab q bahwa meskipun begini aq sangat kuat dan stamina q lumayan besar berkat olahraga q tiap hari.

Untuk yang ketiga kalinya aq memainkan memiawnya dengan mulut q dan menjilati semua bagian mewianya dan anusnya rasanya aneh tapi nikmat sekali dan Mbak Lia pun tak mau kalah diambilnya batang kemaluan q yang tadi dilepaskannya karena tidak kuat menahan ransangan q, akhirnya kembali dia mengocok batang kemaluan q hamper ada 10 menitan kami melakukan hal ini dalam posisi 69. Tak lama kemudia badan Mbak Lia mengejang dan bergetar kuat dan akhirnya dia orgasme buat yang ke empat kalinya. Kulihat badannya sudah lemas sekali "padahal aq belum mulai nehh" dalam hati q berkata, karena terlalu lemas dia minta ganti posisi menjadi aq yang duduk dan dia berada diselangkangan q dan mengocok batang kemaluan q dengan mulutnya karena sangking lemasnya akhirnya q bantu dia dengan q memegang kepalanya dan membantu untuk mengocok batang kemaluan q rasanya geli tapi enak dan nikmatnya tak tertandingi sama sekali dan yang keluar dari mulut q hanya desahan - desahan "ahh... sshhhh..... terus ....... Kurang cepet sayang" kami melakukan hal ini sekitar 10 menittan dan akhirnya aq merasakan ada yang bergetar di batang kemaluan q dan tubuh q juga bergetar kuat sekali dan aq tak sanggup menahannya lagi dan akhirnya "crott... crott... crottt..... crottt..... crootttt..... croottt....." akhirnya orgasme juga aq badan q Cuma merasa sedikit lemas dan rasanya enteng banget tubuh inimungkin ini yang di rasakan oleh Mbak Lia yang dari tadi sudah orgasme empat kali "ternyata enak y ginian.... Lajuuuttt sayang" aq berbisik di telinganya Mbak Lia dan di Cuma tersenyum saja dan "baiklah sayang asal kamu puas" sambil menelan sperma yang telah kukeluarkan karena saking banyaknya hingga dia mau muntah dan menelannya lagi terus dan batang kemaluan q yang masih penuh dengan sperma q dijilatinya sampai habis.

Setelah itu akhirnya inilah waktunya batang kemaluan q, q masukkan ke mewianya yang masih belum pernah terjamah oleh pria manapun dan masih basah oleh cairan orgasmenya tadi lalu kupukul - pukulkan helm q di klitorisnya (tonjolan daging di tengah mewianya) dan dia tertawa sambil tergeli - geli, lalu kumasukkan batang kemaluan q dengan pelan - pelan meskipun pelan q dia meringis kesakitan lalu kuhentikan dulu "masukkin saja sayang gpp kug aq kuat nahannya" y maklum mungkin penis q terlalu besar kali y.? memang pas waktu aq masukkan rasanya sulit sekali, untuk sekali lagi q coba memasukkannya dan akhirnya dengan sedikit tekanan dan Mbak Lia yang masih meringis menahan rasa sakit seluruh batang kemaluan q pun masuk dan akhirnya kugenjot pelan - pelan dan q lihat wajahnya Mbak Lia dan matanya melek merem menahan sakitnya. Saat genjotan q mulai agak cepet keluarlah darah dari mewianya "akhirnya keperawananmu menjadi milikku tapi kejokoan q juga menjadi miliknya tak apalah... lanjutttt..." q berbicara dalam hati.

Stelah hampir kami melakukannya sekitar 15menitan dengan posisi dogging badan Mbak Lia bergetar hebat dan lagi - lagi dia orgasme untuk yang kelima kalinya dan aq masih belum orgasme. Dan untuk kali ini posisi kesukaan q saat berpindah posisi ini batang kemaluanku tak copot dari mewianya q taruh kakinya diatas kaki q dan q peluk tubuhnya dan inilah waktunya genjotan - genjotan q, q percepat dan berbeda dengan yang tadi hampir 10menittan dan badan Mbak Lia sepertinya telah engos - engosan menahan terjangan q yang begitu kuat dan cepat ini terlihat dari ekspresi wajahnya yang sudah kelelahan dan desahan - desahan dari mulutnya "sayang udah aaaahhhh....y aq udah sssshhhhh.....g kuat ah.... Ah.... Ah... jangan diterusin lagi ahhhh....." meskipun dia berkata begitu aq yang sudah di selimuti birahi dan nafsu tak kan q hentikan terjangan q malah q percepat dan lebih kuat dari yang tadi, akhirnya setelah lama mennggenjot tubuh serasa bergetar tak karuan dan batang kemaluan berdenyut cepat seperti ada yang mau keluar tapi tetap q tahan dan akhirnya tak bias q tahan dan kutusukkan batang kemaluan q hingga masuk ke rahimnya dan akhirnya "croottt...... crooottt..... croootttt.... Croootttt.... Crooottt......." Sperma q keluar hingga begitu banyaknya sampai - sampai seluruh lubang vaginanya terpenuhi oleh sperma q padahal tadi sudah masuk sampai lubang rahimnya.

Akhirnya kami berdua pun berpelukan dan merasakan sisa kenikmatan dari apa yang telah kami lakukan tadi dan Mbak Lia melihat wajah q dan berkata "sayang kamu dah puas t.? makasih ea udah muasin aq sampe jadi lemas gini tubuh q" "ea sama - sama aq juga berterima kasih ma kamu kog udah muasin aq juga" setelah pembicaraan itu kami pun tertidur lemas dan pada waktu itu q lihat jam sudah menunjukkan jam 11an dan kami pun tertidur dengan berpelukkan dan batang kemaluan q masih tertancap di mewianya.

Saat kami terbangun esok harinya kami saling berjanji untuk tak mengatakan kepada siapapun tentang kejadian malam itu. Da hal ini terus berlanjut kami lakukan ketika rumah sepi dan ortu q pergi keluar kota hingga pada suatu saat Mbak Lia akhirnya hamil dan ketahuan orang tuaku dan orang tuaku yang tidak tega akhirnya mengkawinkanku dengan Mbak Lia yangpada saat sudah melahirkan anakku dia laki - laki dan sudah berumur 1setengah tahun dan berkelamin cow. Pada waktu itu aq sudah lulus SMA dan meskipun perbedaan umur kami lumayan jauh yaitu sekitar tujuh tahun tapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk terus melakukan hub. Seks tersebut dan bila sudah menjadi hubungan suami istri hal tersebut tidaklah dosa tapi bias menjadi pahal aduh senangnya hati ini.