Bab 4- Line!

6.8K 403 3

"Lana." Panggil Paul ke Lana.

"Hmm.." Lana hanya menatap ke arah lain.

"Liat gue."

"Kenapa?" Lana menatap mata Paul lekat-lekat.

"Gue mau lu jadi pacar gue."

"What!"

------
Lana POV

Aku pusing menjawabnya. Wait..ngapain aku harus pusing. Aku nggak cinta sama dia. Aku nggak suka sama dia. Jadi apa yang harus di pusingkan?

"Lu harus mau jadi pacar gue."

"Gue nggak mau!"

"Gue nggak terima penolakan." Ucap Paul memaksa.

Gak terima penolakan? Gila ini orang, maksa banget. "Gue nggak peduli." Ucapku

"Lu harus peduli."

"Nggak! Gue nggak peduli." Ucapku dengan penekanan di kata 'peduli'.

"Lu harus!" Ucap Paul maksa. Aku mulai kesal dan aku memilih pergi dari tempat ini.

"Gue belum selesai bicara! Diam nggak lu di situ!" Aku nggak mendengarkannya dan tetap berjalan.

-----
Aku berjalan ke pintu gerbang sekolah dan hari ini aku pulang menggunakan bus karena Momku sedang sibuk.

Sudah 10 menit berlalu dan belum ada tanda-tanda bus lewat. Aku mendengar suara motor dari kejauhan. Tapi aku tidak memperdulikannya. Motor itu berhenti di depanku.

"Lana mau nebeng gue nggak?"

"Nggak terima kasih." Ucapku sambil menghindar dari motornya.

"Yaudah gue cuman mau bilang nggak baik kalau cewek pulang malem-malem, bye."

Bener sih apa yang dia bilang. Jadi gue harus ikut atau enggak? Ikut.enggak.ikut.enggak.

Yaudahlah aku ikut aja. Eh..tapi..udahlah ikut aja dari pada aku sendirian di sini.

"Eh..Paul gue ikut deh."

AUTHOR POV

Paul tersenyum mendengar jawaban itu dan Lana hanya menyerah lalu menaiki motor itu.

Paul menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

"Weh, lu bisa pelan dikit nggak!" Lana berteriak sambil memukul punggung Paul yang membuat Paul meringis kesakitan.

"Pelanin nggak lu!"

"Pegangan aja sih, susah banget." Ucap Paul di dalam helmnya.

"Jijik gue pegangan sama lu!"

"Yaudah terserah palingan kalau lu jatoh gue gak tanggung." Ucap Paul.

Lana mulai kesal dengan kelakuan Paul. Apa ia gila? Bawa motor di atas 70. Lana memilih memegang besi yang ada di jok kursi.

Paul mengerem motornya tiba-tiba yang membuat Lana menjungkal ke depan dan bertabrakan dengan tas Paul.

"Lu kalo rem jangan mendadak kali!" Ucap Lana kesal.

"Siapa suruh tadi nggak pegangan." Paul menjulurkan lidahnya ke arah Lana. Lana memutarkan matanya lalu turun dari motor.

"Thanksss." Ucap Lana

"Besok gue jemput jam 12 siang."

"Ngapain! Males gue!"

"Ada deh. Dandan yang cantik ya." Ucap Paul sebelum menjalankan motornya.

-------
Lana memasuki rumahnya dan berjalan ke kamarnya. "Kira-kira dia mau ngapain ya?" Ucap Lana dalam hati. "Ah, ngapain harus aku pikirin mendingan besok aku tidur sampe siang." Lana berjalan ke kamar mandi dan membersikan dirinya.

"Ah menyegarkan." Ucap Lana tanpa sadar.

*tingting

Lana berjalan ke meja belajarnya dan mengambil handphone. Lana membuka notif line.

"Siapa ini?" Gumam Lana bingung.

Lana membuka pesan itu dan membalasnya.

Lana : maaf siapa ini?

XXXX : gue your secret admirer.

Lana : oh.

Xxxx : cuman oh doang?

Lana : iya terus gue harus jawab apa?

XXXX : nanya siapa gitu, atau hai atau apalah.

Lana : oke. Hai, namanya siapa?

Lana sebenarnya sangat malas menjawabnya tapi sebagai anak yang baik, ia harus membalasnya.

Paul : Hai, gue Paul.

Lana kaget.

Lana : lu dapet dari mana id gue?

Paul : dari Dice. Emang kenapa?

Lana : gak papa.

Paul : besok jangan lupa jam 12 jangan lupa dandan yang cantik!

Lana hanya membacanya dan menaruh handphone nya kembali ke meja belajar lalu berbaring di ranjang lalu terlelap dalam mimpi.

--------
Wuhuu update lagi

Jangan lupa vote n comment guys

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang