15 - Twitter Soonyoung 2

1K 175 92

Curhat: Yakin kalian engga bosan ? Soalnya dede author yang imut ini /eeaa/ engga ada niatan buat ngenamatin biar chap.nya nembus 50 chap. Kan keren yahh? Biar kaya sinetron. Jadi FF.nya dibawa seelloww ajahh. Soalnya kalau engga update sesuatu sehari aja berasa aneh, jadi begini. Lagi nyicil FF yang update-nya sebulan sekali.. Makanya FF Who terus yang diupdate. (suka-suka author) Tapi suka baper karena ini FF dari pengalaman pribadi (Baca Jihoon Anak Gaul - Chap. HBD AUTHOR)


Catatan: Meanie akan datang seiring berjalannya waktu. WonHoon.



Who SoonHoon



Jihoon yang melihat Soonyoung mengikutinya masuk kedalam kamar tamu menepuk sisi area kosong disebelahnya. Memberi perintah pada Soonyoung untuk duduk disampingnya. Kekasih Jihoon yang sipit itu segera mengambil duduk disampingnya. Melihat jari lentik namja mungil itu bermain dilayar ponsel. Mengabaikan beberapa pesan dari Soonyoung yang satu hari lalu dikirimnya "Kau banyak mengirimiku pesan, aku tidak melihatnya. Ooh ini email Wonwoo" baru saja Soonyoung ingin mengatkan tidak apa-apa Jihoon tidak mengetahui pesan darinya seketika berekspresi sedih saat Jihoon bersorak menemukan pesan bernama Wonwoo.

Soonyoung dengan wajah sedih seperempat cemburunya menatap layar ponsel Jihoon yang mencoba menelpon seseorang bernama Wonwoo. Setelahnya Jihoon meletakkan benda persegi itu ketelingannya, mengabaikan mata sipit Soonyoung yang menatap sedih kearahnya.

"Wonu-ya..."

"Sebegitu suksesnya Hoonie hingga melupakan aku"

Jihoon tertawa lepas mendengar suara merajuk Wonwoo yang sungguh tidak lucu di telingannya. Soonyoung yang mendengar betapa merdunya suara tawa Jihoon membuat namja sipit itu semakin iri. Apa yang dibicarakan si Wonu sehingga kekasihnya bisa tertawa seperti itu. Menyebalkan.

"Beberapa bulan ini aku memang sibuk Wonu, ada beberapa pekerjaan yang menguras waktuku"

Soonyoung mencoba menyadarkan Jihoon bahwa dia ada disana dengan cara memeluk pinggang si mungil.

"Sibuk dengan pekerjaan atau sibuk dengan Kwon Hoshi-mu, siapa namanya soo soonyoung?"

Mendengar godaan Wonwoo diseberang sana Jihoon sedikit melirik Soonyoung yang sepertinya masuk ke dalam tahap cemburu buta pada teman masa kecilnya. Soonyoung bersorak dalam hati saat tangannya yang melingkar dipinggang Jihoon digenggam kekasih mungilnya itu.

"Jangan menggodaku!" Mata sipit Soonyoung sukses melotot. Menggoda apa?! Apanya yang menggoda!? Soonyoung menjerit didalam hati. Menjatuhkan dagunya dibahu Jihoon dengan tangan yang masih setia memeluk tubuh mungil kekasihnya.

Pipi Jihoon memerah bukan hanya karena godaan Wonwoo diseberang sana tetapi juga dikarenakan kekasih sipitnya yang melampiaskan kecemburuan dengan cara bergelayut manja dengannya. Bahkan namja bermarga Kwon itu sukses berbaring diranjang, tiduran dengan paha Jihoon sebagai bantalan kepalannya.

Soonyoung mencoba melupakan Jihoon yang masih sibuk tenggelam didalam obrolan bersama teman masa kecilnya. Dengan cara menenggelamkan mukannya diperut rata Jihoon, memeluk lembut pinggang ramping si mungil. Jihoon yang sadar Soonyoung berubah posisi hanya mengelus rambut kekasih sipitnya yang manja itu.

Setidaknya Jihoon masih sadar akan keberadaannya. Soonyoung yang mendapat kesempatan bermanja-manja akhirnya lebih memilih mengamati wajah Jihoon dari bawah, dimana dia dapat melihat bagaimana ekspresi Jihoon saat bernostalgia dengan Si Wonu. Merasa ternistakan oleh kekasih sendiri, Soonyoung mengambil ponsel yang ada dikantong celananya dan mengambil senyum lebarnya yang berbaring dipaha Jihoon dengan tangan Jihoon yang masih setia mengusap rambutnya.

WHOBaca cerita ini secara GRATIS!