Part 2

221 30 6
                                    


.

.

.

"Peri Biru?"

Itu adalah kata pertama yang keluar dari bibir tipis manusia ajaib tersebut.

"Bagaimana kau bisa disini?", seorang pemuda manis bermata kecil menghampiri lelaki pengrajin boneka itu. Raut wajahnya tampak senang.

"Kau tampak berbeda, bagaimana kau bisa menjadi seorang manusia?", Ia bergerak menyentuk wajah Woohyun. Menggerakkannya kekanan-dan kekiri dengan takjub.

'Peri Biru?'

'Manusia?'

'Apa maksudnya?'

Woohyun memasang wajah cengo, ia tak paham apa yang dibicarakan manusia boneka itu.

"Siapa kamu?", setelah ia mengumpulkan keberaniannya. Ia menyingkirkan tangan pemuda tidak dikenalnya itu dari hadapannya. Dengan sedikit jutek dan tatapan sinis ia lontarkan kepada pemuda manis itu.

"Aku? Aku Pangeran Venus. Bagaimana kau tidak mengenalku?", sekarang namja boneka itu bertanya balik pada Woohyun. Dengan menunjuk dirinya sendiri, wajahnya tampak serius. Tidak percaya dengan reaksi pemuda pengrajin itu.

"Aku tidak mengenalmu, dan apa katamu? Pangeran Venus? Heol! Bagaimana aku mempercayai ada seorang pangeran di masa ini, kecuali kalau kau tinggal di Inggris.", ujar Woohyun tidak percaya. Ia mulai mencurigai namja disana. Bisa saja dia adalah penipu seakan-akan ingin ia mencuri boneka miliknya. (?)

"Sepertinya ada yang salah denganmu", Orang asing yang mengaku-ngaku pangeran itu mulai berpikir. Bagaimana ini bisa terjadi.

Ia membesarkan mata sipitnya, mulutnya ikut terbuka. Ia baru ingat apa yang sudah terjadi dengannya.

#Flashback

"Tuan pangeraaaaan", suara halus membuat geli seorang namja manis yang sedang menikmati tidurnya.

"Aissh..", gerutunya. Ia menarik selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya membentuk bungkusan besar.

"Kau harus bangun pangeran, hari ini aku membawakanmu Lily merah"

"Benarkah?"

Namja itu bergerak cepat untuk segera bangun, ia mencari-cari bunga itu hingga ia menemukan beberapa bunga Lily merah berada dalam vas miliknya.

"Kau selalu tahu dimana menemukan bunga-bunga yang kuinginkan?", ujarnya sambil menyentuh lembut kelopak bunga tersebut. Matanya tertutup sempurna karena bahagia.

"Tidak sulit bagiku untuk mencarinya, kau lihat....!", ujarnya sambil memberikan punggungnya dihadapan Sunggyu, sebuah sayap kecil yang sesuai dengan tubuh mungilnya.

"...Aku memiliki sayap, aku bisa terbang. Sedangkan kau harus berjalan melewati semak-semak dan duri tajam untuk menemukannya", ujarnya percaya diri. Yaaaah... itu adalah satu-satunya keahlian yang ia miliki untuk membantu tuannya.

Pangeran itu tersenyum, "Kau benar Peri Biru".

Ia tampak senang menyentuh kelopak bunga lily yang terasa lembut itu. Pikirannya melayang dengan masalah yang sedang ia hadapi sekarang.

"Aaaaahh.... kenapa pangeran sepertiku harus segera menikah?", gerutunya.

"Kau perlu memimpin rakyat ini tuan, dan kau harus punya pendamping hidup untuk mendukungmu", jelas Peri Biru.

Prince VenusWhere stories live. Discover now