Tyler Kwon

954 91 7

 

*JESSICA'S POV*

Hidupku memang sangat indah, memiliki suami yang sangat mencintaiku seperti Yuri. Memiliki satu anak laki-laki yang sangat menyayangi ibunya, seperti Yoona. Memliki dua sahabat yang sangat baik dan sangat mengerti diriku seperti Tiffany dan Taeyeon.

Seharusnya, Yoona memiliki satu teman yang bisa ku berikan padanya, tapi itu semua hilang begitu saja karena aku terlalu stress mengurus perusahaanku yang hampir bangkrut. Ya, aku keguguran dan Yoona sempat sangat sedih akan hal itu.

Yuri memberikan pengertian pada Yoona bahwa ini juga sangat sulit untuk diterima oleh kami semua. Akhirnya, Yoona dapat mengerti dan bisa tersenyum kembali. Aku mengerti mengapa Yoona seperti itu. Itu karena usianya yang masih kecil dan belum mengerti.

Setelah kejadian menyedihkan itu, perusahaanku semakin memburuk. Hingga Yuri sendiri yang harus turun tangan membantuku dan meninggalkan perusahaannya untuk sementara. Ia membantu perusahaanku hingga kembali stabil.

Saat itu, Yoona masih kelas 2 SMP dan aku benar-benar kacau. Perusahaanku tak dapat lagi naik ke pasar global seperti dulu, aku harus mencari cara lain agar perusahaanku tetap berjalan dengan baik, hingga akhirnya aku mendapat undangan ke sebuah pesta peluncuran perusahaan baru di Seoul. Aku datang sendirian karena Yuri harus pergi ke Hongkong untuk bertemu dengan client nya disana.

"selamat malam, selamat datang semuanya di peluncuran cabang perusahaan 'Black Wings'. Silahkan menikmati pesta." Ujar sang pembawa acara.

Aku banyak bertemu dengan beberapa teman yang bekerjasama dengan perusahaanku. Berbincang sedikit dengan mereka tentang kemajuan perusahaanku dan rencana tentang peluncuran brand fashion terbaru dari perusahaanku. Mereka banyak memberikan masukan yang baik untukku.

"selamat malam." Sapa seseorang di belakangku.

Ku putar badanku dan melihat siapa yang memanggilku. Ada seorang lelaki berdiri dibelakangku, ia tersenyum padaku. Tangan kanannya membawa satu gelas champagne dan tangan kirinya ia masukkan ke saku celananya.

Pria itu di balut dengan jas putih dan kemeja kupu-kupu keemasan, pakaiannya terlihat sangat mahal dan mewah, ia terlihat begitu gagah, rambut hitamnya berdiri dengan model yang sedang ramai sekarang. Ku lihat lagi ke bawah, ia memakai sepatu pantofel putih mengkilap. Lelaki ini benar-benar memiliki selera yang tinggi.

"selamat malam...." Aku menyapanya kembali.

"hallo nyonya. Ku lihat kau sendirian malam ini. Apakah kau keberatan jika ku ajak berbincang?" tanyanya.

"ah, tentu saja tidak." Jawabku ramah.

"bagus." Katanya.

Ia memberhentikan pelayan yang membawa gelas-gelas minuman itu, ia mengambilkan satu gelas dan memberikannya padaku.

"cheers..." katanya dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya.

Aku tersenyum, "cheers..." balasku sambil mengangkat gelasku dan meminum champagne itu beberapa teguk.

"aku tahu siapa dirimu." Katanya. 

"kau adalah Jessica Jung, si fashion designer terkenal itu kan?" tanyanya.

"haha, sepertinya begitu." Candaku.

"tidak, kau benar-benar perancang busana yang hebat!" puji lelaki itu.

"tapi, ku dengar perusahaanmu sedang dalam masalah?" tanyanya sambil meneguk minumannya lagi..

Bagaimana dia bisa tidak tahu akan hal ini? Berita ini sudah menyebar luas, ah, aku sangat malu karena perusahaanku nyaris bangkrut.

Damn It!✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang