Part 1

5.1K 291 13


"Hei Bajingan, cepat buatkan kami sarapan!"

Kata-kata kasar itu keluar begitu saja dari mulut orang itu. Sedangkan orang yang di panggil bajingan hanya diam sambil membuat sarapan untuk semua orang di ruangan itu. Dia sebenarnya ingin melawan, tapi, dia tahu dia hanyalah seorang omega di tempat itu.

Perempuan yang dipanggil 'bajingan' itu hanya berjalan dengan langkah tertunduk menuju meja makan. Dia membawa beberapa piring. Lalu, dia meletakkan piring-piring itu di atas meja tanpa mengatakan apapun.

Orang-orang di tempat itu mulai memakan makanan-makanan yang di bawa oleh gadis itu dalam diam.

Gadis itu hanya diam sambil menutup matanya, mencoba membaca apa yang di pikirkan semua orang di tempat itu satu per satu.

"Aku tak pernah percaya orang sepertinya bisa membuat masakan seenak ini."

"Gue dikasih pelet apa sama dia sampe lidah gue salah cicip."

"Wuanjir, enak banget! Lumayan juga jadi warior, makan gratis, enak lagi. Tapi, kenapa yang buat makanan ini dianggap rendahan ya? Padahal dia kan lumayan cantik. Eh, cantik banget sih."

Gadis itu tiba-tiba terkekeh pelan mendengarnya. Semua orang di tempat itu pasti akan menganggapnya tidak waras.

"Perhatian semuanya! Alpha sedang memasuki ruangan. Beri hormat!"

Suara itu menggelagar keras di dalam ruang makan. Gadis itu berlari menuju dapur. Dia bersembunyi di antara lemari pendingin dan celah di dinding.
Chrisnov, sang Alpha, memasuki ruangan itu dengan langkah tegas dan santai. Diikuti Johan, betanya.

"Santai saja, semuanya. Karena sebentar lagi aku akan ulang tahun, maka, mulai hari ini, jatah makan kalian ditambah! Baik sarapan, makan siang, ataupun makan malam!"

Ya, sebentar lagi, Sang Alpha akan berulang tahun. Semua orang di tempat itu mempersiapkan kado untuk sang Alpha.

"Hei, Pembunuh! Siapkan makanan tambahan dan jangan jawab aku!"

Mendengar itu, gadis yang dipanggil 'pembunuh' itu keluar dari tempat persembunyian nya. Dia langsung memasak dalam jumlah yang besar. Makanan itu langsung selesai dalam beberapa menit. Aroma makanan itu memenuhi ruangan itu. Perut para warior yang tadi sudah penuh, kembali kosong hanya dengan mencium aroma makanan yang dimasaknya.

"Cepatlah, pembunuh!"

Sang Alpha akhirnya angkat suara.

Chrisnov's Point of View

Aroma makanan yang dibuatnya sangat enak. Tapi, pembunuh seperti dia tidak mungkin bisa membuat makanan enak. Yah, dia itu pembunuh. Secara langsung maupun tidak langsung.

"Cepatlah, pembunuh!"

Mungkin kata-kata itu cukup menutupi rasa laparku. Dan, sebentar saja, makanan sudah sampai di depan kami semua yang ada di tempat ini. Aromanya yang enak, dan penampilannya yang rapi, sangat menarik untuk dimakan.
'Tunggu apa lagi? Makanan sudah di depan mata kenapa tidak kau makan? Kau lapar bukan?" kata sebuah suara di dalam kepalaku.

We, Us, Together Baca cerita ini secara GRATIS!