Berawal ...

1.7K 33 1

Saat itu,saat aku baru saja sembuh dari luka lama yang kuanggap perih sekali saat itu juga kau datang dengan sapaan 'hay'
"Halah siapa lagi ini?" Ucapku saat itu,karna 'hay' dari mu membuatku terbangun. Semua terlihat biasa saja. Semua aman lancar terkendali sama halnya dengan hati ini. Bisa terkendali.
Tidak butuh waktu lama saat itu
Tidak butuh perlakuan khusus , dan ketika itu pula semua seakan berbalik..
Awalnya ku bertekat bahwa aku harus bisa mengendalikan apa yang aku rasakan dan apapun kondisinya
Namun sayang,aku terlalu mudah diremehkan oleh waktu. Bantal yang menjadi saksi bisu pun tertawa,mengenyeh melihat ku mudah takluk oleh waktu..
Aku pun hilang kendali . Dan ya aku baper. Begitulah sebutannya.
Aku terlalu mudah nyaman walaupun dalam hati "please jangan baper". sekeras apapun aku berusaha, apa daya 'Aku' yang kecil ini ketimbang Tuhan yang mampu membolak balikkan hati manusia. Selalu terngiang di otakku "Jangan gampang sandaran,tar orangnya pergi lu kejengkang" dan aku pun terjengkang saat ini. Semua seakan manis. Manis sekali.
Setiap saat aku dan dia video call or chatting , saat itu juga aku lupa dunia. Dan sekarang dunia menertawakanku ketika bukan lagi aku yang melupakan dunia melainkan dia yang melupakan Ku. Semua yang kujalani kini hanya tinggal penyemangatan kusendiri oleh diriku sendiri.
Terkadang semua berjalan mudah ketika aku tak memikirkan tentang mu karna aku sedang asik dengan dunia ku sendiri. Namun seringnya aku memikirkan mu karna separuh dari duniaku adalah Kamu.
Namun kini aku pun harus dapat membalikkan semua keadaan seperti semula,seperti aku tidak pernah kenal dengan mu? Yaa hidupku baik saja saat itu. Otak ku seakan enteng. Berdiri ku tegap layaknya tiang bendera. Namun kini? Keadaan ku untuk merangkak pun tanganku masih kaku.

Merangkak PergiWhere stories live. Discover now