Dua hari sudah sejak mereka menikah , mereka memang sangat romantis. Bahkan Ardin , sebagai suami masih mengambil cuti untuk liburan mereka walaupun tidak pergi ke Macau , Busan , Tokyo , Hawaii dan tempat yang indah lainnya.

Mereka berdua memilih menghabiskan waktu di rumah baru mereka dengan mesra.

" Sayang" Panggil Ardin dengan suara yang manja memeluk pinggang Jessica yang sedang menyisir rambutnya. Jessica tersenyum mendengar panggilan Ardin. " Eum " jawab Jessica masih menyisir rambut panjangnya.

"Apa perlu aku membelikanmu Test Pack?" Tanya Ardin membenamkan wajahnya dileher jenjang milik Jessica. Kemudian wanita itu terkekeh pelan.

"Untuk apa?" Tanya Jessica.

"Kita sudah melakukannya namun belum ada tanda juga,"

Lagi – lagi wanita berambut pirang itu hanya terkekeh mendengar ucapan Ardin yang begitu lucu baginya, bukannya mereka baru menikah 2 hari lalu? Dan Ardin ingin segera memiliki malaikat kecil dari tubuh Jessica?

"Ardin.. Tidak secepat itu"

Jessica membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan tubuh Ardin, diletakkan tangannya ke bahu Ardin dan tersenyum simpul ke lelaki yang ber – status sebagai suaminya.

"Aku sudah tak sabar, Sayang" Ardin merapatkan jarak antar tubuhnya dengan tubuh Jessica kemudian menghempaskan rambut pirang milik Jessica ke belakang dan menampakkan leher jenjang milik Jessica.

"Ahh tidak Ardin.. Tidak sekarang" desah Jessica ketika Ardin membenamkan wajahnya di leher Jessica dengan sangat mesra, Ardin mengecup leher istrinya hingga membuat nya mendesah tertahan dengan sentuhan ajaib dari lelaki berkulit sawo matang ini.

Ardin tidak memperdulikan larangan Jessica , justru dia menunduk dan mengecup bahu serta leher istrinya dengan bunyi kecupan khas yang nyaring. Jessica hanya mampu meremas sedikit rambut Ardin.

" Emm.. Aku mencintaimu Jessica" gumam Ardin di dalam kecupannya sambil mengangkat paha istrinya agar ada di pinggangnya dan menggantung disana.

Jessica tersenyum sambil mendesah mengetahui Ardin yang menggendongnya kearah ranjang mereka berdua.

—-

"Ardin sayang , aku membuatkanmu nasi goreng, cepat kau makan" panggil Jessica dari ruang makan memanggil suaminya yang sedang menonton televisi . Ardin tidak menyaut panggilan dari Jessica , dia justru mengeraskan volume televisi.

"ARDIN!!" Panggil Jessica dengan keras berusaha mengalahkan volume dari televisi tersebut. Lagi – lagi Ardin tidak mau menjawab panggilan dari Jessica.

" Call me with sweet name" ujar Ardin dengan sangat keras, Jessica ingin menutup telinga nya mendengar seruan Ardin yang begitu kerasnya di tambah volume televisi yang tak kalah keras.

" Tch, kekanak – anakkan sekali kau .. Baiklah.."

" Daddy ! Ayo makan, " Panggil Jessica mengeraskan suaranya , Ardin yang mendengar terkekeh pelan dan mematikan televisi , segera berlari kearah istri yang memanggilnya dengan sangat manis.

Ardin tersenyum dan memeluk istrinya lalu mengecup pipi juga bibir Istri tersayang nya dengan kasih sayang yang mesra.

"Stt! Jangan memulai dan makanlah makananmu dulu ,oke?" Jessica menjauhkan jarak tubuhnya dengan tubuh Ardin kemudian duduk di kursi dan mengambil sendok untuk memakan nasi goreng yang dibuatnya.

"Sayang , kudengar Reza baru berpacaran , apa itu benar ?" Tanya Ardin sambil mengambil sesuap nasi dari piring, menatap istrinya yang juga sedang makan bersamanya.

PossesiveBaca cerita ini secara GRATIS!