bagian 6

5.6K 300 40

*Berlatarkan sebuah sekolah di malam hari.*

"Kenapa kita tidak jadi melanjutkan permainan di rumah Fahri.?" tanya rima yang sudah bosan menunggu.

"Entah lah,  fahri bilang kakak nya akan mengadakan pesta dadakan malam ini." jawab wilis.

"Lalu mengapa ia menyuruh kita untuk berkumpul disini.? " sambung kelvin.

"Untuk melanjutkan permainan." jawab wilis menyakinkan.

"Hay, guys udah lama nunggu yaa."

"Yang baru saja di bicarakan akhir nya datang juga." ucap rima yang melihat kehadiran alfi dan fahri.

"Nah akhir nya datang juga lo berdua, ayoo wilis langsung saja kita mulai cerita nya." sambung kelvin dengan bersemangat.

"Oke baik lah aku akan mulai untuk membacakan cerita selanjutnya." ucap wilis dengan tersenyum.

"Tunggu wilis." cegah alfi menahan perkataan wilis.

"Ada apa.? " tanya wilis dengan nada bingung.

"Sebaiknya kita bermain didalam gedung sekolah saja, seperti nya akan turun hujan." ucap fahri memandang langit.

"Baiklah ayo kita masuk. " jawab kelvin dengan penuh semangat.

"Kau sepertinya sangat bersemangat kelvin.?" tanya alfi.

"Tentu saja aku sangat semangat, aku harus bisa memenangkan permainan ini. " jawab kelvin dengan yakin.

"Hoyy..  Apakah kami sudah ketinggalan cerita. " teriak Agus yang baru saja datang bersama dengan melia.

"Belum, kami baru saja akan memulai nya di dalam." jawab rima datar.

"Iyaa karna di luar sudah mulai gerimis, ayo cepat kita masuk." ajak wilis dengan segera.

Semua nya pun berjalan masuk kedalam gedung sekolah.

"Fahri, apa kau yakin dengan permainan ini ? Aku tidak ingin mengorbankan mereka. " ucap alfi sedikit berbisik pada fahri.

"Percayalah semua akan baik-baik saja."

"Memang nya apa urusan mu dengan permainan itu.? "

"Aku hanya membutuhkan salah satu jimat yang tersegel disana."

"Apa urusan mu dengan jimat itu.?" alfi bertanya tak percaya.

"Apa kau tau hal yang terjadi saat kau mengunci ku di toilet tadi siang.? "

Alfi hanya menggeleng kepala sebagai jawaban.

"Gadis itu muncul lagi."

"Gadis.? "

"Gadis yang sama seperti yang kau temui di website mengerikan itu, dan dia hampir saja membunuh ku di toilet tadi. " fahri menjelaskan hal yang ia alami di toilet tadi karna perbuatan alfi.

"Jadi ini semua adalah salah ku, lalu kenapa harus mengorbankan mereka. Dan bukankah permainan ini tidak boleh dimainkan dengan angka ganjil.?" ucap alfi dengan sedikit perasaan takut.

"Hanya satu kan yang menjadi korban."

Alfi menatap fahri tak percaya.

"Hoyy kalian berdua, cepatlah sedikit aku sudah tidak sabar ingin melanjutkan carita ini. " teriak kelvin.

***

Mereka semua pun kini telah sampai di sebuah ruang kelas yang kosong.

"Ayo segera mulai cerita selanjutnya." seru kelvin

"Baik lah aku akan mulai cerita ini." sorot mata wilis menatap alfi yang sedang bingung karen memikirkan suatu hal.

"Biar alfi saja yang melanjutkan cerita nya." fahri yang tiba-tiba angkat suara menatap alfi dengan penuh keyakinan.

"Aku akan memulai cerita ini."

.
.
.

.
-skip-

Test Psychology PsychopathWhere stories live. Discover now