Part 6

50 18 1
                                                  

Vote Sebelum membaca yahhh. Hargai sang penulis. Thanks
***************************

Previous~~

Rei memandang wajah Ben terlalu lama, sampai-sampai Ben menatapnya aneh.

"Apa ada sesuatu di wajahku?"

"Tidak. Tidak ada sama sekali."

*******************************
Start chapter~~

"Aku hanya penasaran, mengapa kau tidak datang ke pasar gelap."

Ben menaikkan sebelah alisnya.

"Darimana kau tahu aku tidak datang?"

"Kalau kau datang kau pasti sudah tahu soal pembatalan pelelangan."

"Benar juga. Sebenarnya aku sedang kehabisan uang. Lagipula aku sudah terlalu banyak mengkoleksi barang langka sampai-sampai rumahku bisa dibilang seperti museum berjalan."

"Atau bisa dibilang rumah kuno."

Kalimat terakhir tidak diucapkan oleh Ben ataupun Rei, tapi dari seorang pria dengan bobot 55 kg ; berumur 34 tahun ;berambut hitam legam, sependek bahu ; dan bermata biru.

Pria asing itu tersenyum.

Senyum yang terkesan dibuat-buat. Pria ini adalah Rohn Reynason, salah satu squad leader Black orb.

"Rumahku bukan rumah kuno!" tangkas Ben.

"Terserah kau saja," jawab Rohn dengan senyumannya yang khas.

Rei mengetahui senyuman itu semua berkat pelatihan yang diberikan organisasi Black Orb.

Rohn sebagai anggota yang loyal yang sudah bekerja selama lebih dari 20 tahun tentu sudah sangat terlatih dalam melakukan misi sekaligus menyamar.

Topengnya benar-benar nyaris tanpa cacat, begitu alami.

Yah, ia rasa inilah salah satu kehebatan seorang squad leader black orb yang mempunyai kebiasaan begadang itu.

Sejauh ini - ia rasa - hanya Rei yang hanya bisa membedakan mana senyum palsu dan senyum tulus Rohn.

"Apa yang kau lakukan disini tuan Rohn? Pria sepertimu tidak suka dengan bar yang berisik, jadi aku rasa kau ada maksud lain."

Rohn mendaratkan bokongnya di salah satu kursi konter persis di sebelah Rei - yang sepertinya terbuat dari pohon pinus, disertai bantalan di bagian kepala - seraya berkata, "Jeli seperti biasa, eh? Seperti yang kau bilang, aku punya urusan lain disini," - Rohn memiringkan kepalanya - "denganmu."

"Bisa kau jelaskan?"

"Tentu. Tapi tidak disini. Bagaimana kalau di belakang bar?"

Rohn memberi tanda jari berbentuk V - mengarahkannya ke dahinya kemudian ke dahi Rei - , secara tidak langsung mengatakan "Four eyes".

Rei memutar bola matanya, lantas berdiri dan berjalan ke belakang bar, diikuti Rohn yang membisu.

Pintu belakang bar terletak tidak jauh dari meja konter, persis disebelah tong sampah yang memisahkan keduanya.

Walaupun penerangan di bar ini redup seperti bar pada umumnya, namun Rei masih dapat melihat gantungan pintu yang bertuliskan "Ing Hail Sorefaum" di bagian atas pintu.

Tulisan dengan bahasa Kabanelia itu yang berarti 'Hidup abadi sang Raja!!!'.

Dibawah gantungan tersebut, terdapat sebuah poster buronan seorang pencuri kelas kakap.

Nama Razor Jaeden, Wanted : Life or Death tertera di kolom nama dengan tulisan yang cukup besar sehingga bahkan orang dengan jarak 10 m pun dapat melihatnya.

Pria buronan mempunyai wajah oriental, berambut hitam pendek bergelombang, bermata sehitam bola pinball.

Kulitnya sepucat orang yang habis berjemur.

Bahkan dengan anting emas di sebelah kanan telinganya dan red scarfs yang melingkar di lehernya ia masih terlihat menyeramkan.

Wajah khas penjahat, pikir Rei.

Dia tidak sadar telah memperhatikan poster tersebut dengan begitu serius.

Entah mengapa, dia merasa deja vu.

Begitu sampai di luar tanpa basa basi Rei langsung berkata,"Cepat katakan."

Air muka Rohn seketika menjadi serius.

Alisnya saling bertaut satu sama lain meninggalkan gundukan di dahinya.

Dia menengok ke kiri dan ke kanan dengan hati-hati, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Rei, begitu dekat hingga Rei bisa merasakan hembusan nafasnya.

Rei pasti sudah blushing andai saja Rei adalah seorang perempuan.

"Mereka mulai bergerak."

Suara Rohn nyaris tidak lebih besar dari bisikan.

Rei menggaruk belakang kepalanya dengan risih seraya berkata,"Huh? Apa?"

Ia sebenarnya sudah mendengar apa yang pria itu katakan, tetapi ia hanya masih kurang yakin akan pendengarannya.

Rohn terlihat gusar dan melangkah mundur ke belakang, menyisakan sedikit privacy di antara mereka.

"Jangan berpura-pura bodoh, aku tahu kau mendengarku."

"Aku hanya tidak yakin dengan pendengaranku."

Rohn mengela napas seolah bicara dengan Rei seperti bicara dengan tembok.

"Pihak kerajaan mulai mengerahkan banyak pasukan untuk menangkap kita. Catatan: salah satu tempat persembunyian organisasi kita sudah ditemukan. Tapi bukan itu yang kita harus khawatirkan. Kerajaan tidak mendapat satupun informasi, semua ini berkat Jaxon. Kejadian tidak terduga ini membuat 'boss' sangat marah. Sangat-sangat marah. Dia merencanakan sebuah pertemuan antara 5 pimpinan besok," Rohn mengakhiri perkataannya dengan menyelipkan sebelah tangan di sakunya.

"Jadi, intinya ini ada sesuatu dengan pertemuan itu?" ungkap Rei.

Sesuai dugaan, mata Rohn melebar.

"Aku kagum akan sugestimu. Ya, itu sesuai dengan apa yang kumaksud."

Mimik wajahnya dibuat sedemikian rupa seperti orang yang terkagum-kagum.

Walaupun demikian, nadanya sama sekali tidak terdengar terkesan.

Menurut cara pandang Rei, Rohn seakan berkata," Oh wow, ternyata kau dapat menduganya. Itu keren sekali." dengan nada mengejek.

Hal ini agak mengganggu Rei karena ia adalah orang yang mudah tersinggung.

Tapi sama seperti Rohn, ia dapat menutupinya dengan baik.

"Pimpinan Skult memintamu langsung untuk menjaga keamanan pertemuan," ucap Rohn.

Pimpinan Skult?

Si pimpinan yang katanya pendiam, rendah hati, gila bekerja dan mencuri itu?

Tiba-tiba Rohn terkekeh tanpa sebab. Di tengah kekehannya ia berkata, "Ohh..aku tahu apa yang kau pikirkan!" dengan nada bermain-main.

"Pasti kau bertanya-tanya mengapa dia memilihmu."

Sebelum Rei menjawab, Rohn berkata duluan ,"Skult melihat potensimu yang hebat dalam bertarung maupun menggunakan senjata. Barang yang kau dapat juga kebanyakan berkualitas tinggi. Lagipula, si anak malapetaka tidak boleh terus terusan berada di peringkat terbawah bukan? Atau dia akan kehilangan keganasannya. Sebenarnya Skult ingin menyarankan 'boss' untuk menaikkan pangkatmu."

Rei memucat "J-jadi..itu artinya?!"


***************************

Maaf, karna baru update sekarang. Akhir2 ini sibuk mesti belajar buat UN. Gw baru update begitu selesai belajar. 😗 Dan jangan lupa komen yahh

The Ascension Of The Wreis (Abandoned)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang