Bab 19 I Anything For You

29.8K 1.9K 31

Aku memijit pelipis pelan, terlalu lama belajar membuat kepalanya pusing. Dua hari berkutat dengan buku, sepertinya aku butuh istirahat sejenak.

Aku beranjak keluar kamar menuju meja makan dam membuka tudung saji. Ada rendang dan sayur bayam, tapi hujan-hujan begini lebih enak makan bakso.

Aku mengamati lukaku yang masih diperban. Sebentar lagi lukanya mengering.

Tidak selera makan, aku beranjak ke ruang tivi, mengambil remote dan mencari acara yang bagus. Hmm, acaranya itu-itu saja. Akhirnya aku mengambil handphone, ternyata ada pesan masuk

Andy Keren : hows your arm?

Aku tersenyum membaca pesannya.

Humairoh : fine, seebentar lagi lukanya kering, masih dikantor?

Andy Keren : iya nih, senior kamu, Taufik, nyandera aku, bakalan sampe besok kayaknya

Humairoh : ha ha, bagus, nggak usah dipulangin aja sekalian

Andy Keren : tega kamu Mai

Aku tersenyum.

Andy Keren : lagi di kampus Mai?

Humairoh : di rumah, belajar, mingdep UAS

Andy Keren : yaahh, aku pengen ngajak kamu makan padahal, sore-sore hujan, enaknya ngebakso Mai

Lohh, kok bisa sama sih?

Humairoh : iya, enak banget bakso panas-panas, jadi laper

Andy Keren : jalan yuk Mai

Humairoh : lah, bukannya lagi lembur sampe besok?

Andy Keren : ijin makan lah Mai, masak aku nggak dibolehin makan sama senior kamu itu

Humairoh : males ah, males pergi-pergi

Andy Keren : aduhh, patah hati aku Mai, kamu tolak

Humairoh : aku mau belajar lagi ya, biar pinter

Andy Keren : ha ha, oke deh Mai, bye

Humairoh : bye

Aku meletakkan handphone, that went well, percakapan kami cukup berjalan normal kan?

Sebelum kembali berkutat dengan buku, aku memutuskan untuk mandi supaya lebih segar.

Keluar dari kamar mandi, Tek Upik menghampiriku. "Mai, ado titipan tadi, tuh, di ateh meja etek latak an." Ucap tek upik padaku (Mai, ado titipan tadi, tuh, di ateh meja etek latak an = Mai ada titipan tadi, itu, Bibi taruh di atas meja)

"Dari sia Tek?" Tanyaku penasaran (Dari sia tek = dari siapa Bi)

"Ojek maantaan kamari tadi." Jawabnya (Ojek maantaan kamari tadi = ojek yang nganterin tadi)

"Oio, mokasih Tek." Ucapku sopan

Penasaran aku menuju meja makan. Ada plastik putih dengan merk restoran ternama. Aku melihat isinya, bakso kuahhh..? Ada 2 bungkus lagi, siapa yang mengirim?

Of course, pasti Da Andy, cuma dia yang tau aku lagi pengen bakso.

Aku mengambil handphone dan memfoto makanan tersebut dan mengirim padanya.

Humairoh : ada peri baik hati yang mampir ke rumahku sore ini, bawa bakso 2 bungkus :D

Tidak lama kemudian dia membalasnya.

Dearest Mai (Insya Allah akan dinovelkan, beberapa bab Unpublished]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang