Bab 2- Kiss

8.8K 472 27

Typo 99999+

Happy reading~~~

~~~•••~~~

Sudah 1 jam aku disini dan hujan juga belum berhenti, coba aku tadi minta jemput, pasti sekarang aku sudah bisa menonton drama yang aku suka.

Aku melihat ke arah jalan dan melihat mobil berwarna putih menghampiriku. Mobil itu membuka kaca mobilnya dan memperlihatkan pengemudinya.

Dia.
~~~•••~~~

Itu adalah kata yang aku keluarkan pertama kali saat melihat dia. "Ngapain lu mondar mandir gak jelas? Mau nebeng gak? Gue lagi baik hati" dia melihatku. "Ngapain lu ikutin gue?" Ucapku tanpa melihat matanya.

"Siapa yang ngikutin lu, orang tadi gue habis dari rumah temen dan lewat sini, lalu gue lihat lu yang mondar mandir gak jelas"

"Oh"

"Jadi gimana? Lu mau gak?" Tanyanya lagi, aku masih bingung. Terima. Enggak. Terima. Enggak.Terima.

"Yaudah deh daripada gue nunggu hujan berhenti" aku masuk ke mobilnya.

(Didalam mobil)

"Ngapain lu tadi?" Tanyanya dingin.

"Ya, gue beli buku lah" jawabku sambil melihat jalan.

Hening.

Hanya keheningan yang menyelimuti kami. "Canggung banget." Batinku.

Setelah sepuluh menit di dalam mobil, rumahku sudah terlihat. Bangunan putih yang lumayan sederhana. Ya itu rumah tercintaku.

Paul menepikan mobilnya di depan rumahku.

"Thanks." Ucapku. "Eh..mau masuk?" Ajakku dengan ragu.

"Nggak deh gue ada urusan" dan setelah itu mobil itu pergi dari tempatnya lalu menghilang.

-----

Aku memasuki rumahku dan langsung ke kamarku.

"Uhh" aku menghela napas lalu membaringkan badanku di kasur.

"Canggung banget gila tadi, tapi kalau dilihat, dia ganteng juga eh, kenapa aku harus mikirin dia? Stop Lana dari pada kamu mikirin dia mendingan kamu mandi, makan, dan tidur."

Setelah semua selesai dikerjakan, aku membaringkan tubuhku yang sudah lelah dan kemudian aku terlelap kedalam mimpi.

Keesokan harinya..

"Lana!!" Teriak temanku yang bernama Dice.

Aku menoleh kearahnya dan mengangkat kedua alisku.

"You kenapa gak bales line ku? Aku dah nunggu tau." Ucapnya.

"Sorry ya, kemaren gue udah capek banget jadi gue gak sempet cek Line."

"Oh, sejak kapan you ngomong pake gue lo?"

"Sejak barusan."

Author POV

Sudah 30 menit berlalu sejak bel sekolah masuk berbunyi dan sekarang adalah pelajaran PKN. Semua murid hanya diam dan tidak ada yang berani membuka suara.

"Kalian mengerti?" Tanya Bu Peni

Sebagian murid hanya diam dan sebagiannya mengangguk mengerti. Bu Peni terkenal dengan ketegasannya dan kedispilinannya ke semua murid, jadi kalau ada yang buat salah ya sudah lah berarti murid itu sedang tidak beruntung.

"Apa kalian tidak punya mulut?" Tanya Bu Peni dengan nada tingginya. "Apa Ibu sekarang sedang mengajar hewan?" Tambahnya.

Semua murid yang mendengarnya langsung menunduk.

*kring

"Baik selamat pagi, dan jangan lupa minggu depan kita ulangan." Ucap Bu Pena dan setelahnya meninggalkan kelas.

"Uhh." Hela semua murid yang ada di kelas ini.

"Gila, tadi serem banget." Ucap Dice sambil menggelengkan kepalanya.

"SIAP BERI SALAM, SELAMAT PAGI PAK!" teriak ketua kelas yang di ikuti oleh semua murid kelas ini.

Setelah pelajaran selesai, waktunya istirahat, semua anak sudah meninggalkan kelas menuju kantin sekolah.

"Weh Lana, lu mau makan apa?" Tanya Dice.

"Bakmi aja." Ucap Lana dan setelahnya ia mengeluarkan handphone nya lalu memainkannya. Lana membuka instagram dan melihat notif .

Follow request @Paul_08

Lana membulatkan matanya melihat nama itu yang tertera di list follow request. Instagram Lana memang mem-private instagramnya karena instagramnya pernah ada yang nge-hack.

"Kenapa lu?"

"Eh..lihat deh si Paul follow gue di ig."

"What! Masa sih?" Tanya Dice penasaran lalu mengambil handphone dari Lana.

"Gila Lana jarang banget si Paul mau follow orang di ig, karena dia milih-milih orangnya. Fans-fans nya aja dia gak follback."

"Gue mana tau."

Sudah 20 menit bel Istirahat berbunyi dan pelajaran di lanjuti dengan pelajaran Bahasa Inggris.

Lana yang serius mengerjakan soal yang diberikan Bu Lina terganggu oleh Dice.

"No 13 apa?"

"Gue gak tau kalo yang itu."Jawab Lana.

------
Lana memasukkan semua bukunya ke dalam tasnya lalu meninggalkan kelas untuk pulang. Ya bel pulang sudah berbunyi 2 menit yang lalu.

Tapi tiba tiba ada tangan yang meraih tangan Lana dan menariknya ke atap sekolah.

"Lepasih woy!"
"Sakit"

Itulah kata yang Lana ulang terus menerus.

"Bisa diam gak lu atau gue cium biar lu diam?"

Lana tidak mengubrisnya dan selalu melontarkan kalimat yang sama.

"Lepasin woy! Sakit!" Teriak Lana.

Paul melepaskan tangannya lalu berbalik ke arah Lana dan menatapnya.

"Oh, jadi lu mau gue cium? Baik lah"

"Main cium aja ema-" Lana yang belum selesai berbicara seketika terpotong karena Paul yang sudah melumat bibirnya.

-----
Tbc.

Wuhuu update lagi jangan lup vote n comment ya

Big hug,
CT

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang