Bab 11 I You're Something Else, Mai..

27.8K 1.9K 20

"Assalamualaykum." Aku membuka pintu rumah.

Aduhh.., ada Da Nino lagi di ruang tamu.

"Waalaykumussalam." Jawab Da Nino yang lagi asik dengan gadget-nya

Apa Al aku suruh nunggu di luar ya? Tapi nggak enak banget, masa tamu di luar. Tapi di dalam ada Da Nino, males banget, pasti rese.

"Masuk Al." putusku, tidak sopan menyuruhnya menunggu di luar.

Da Nino langsung menoleh kearah pintu.

Tuhhh kan bener.

Al masuk dan berdiri dengan canggung di sampingku.

"Duduk Al." Ucapku lagi, "Da, kenalin, Al, temenku di kampus"

Al mendekat kearah da Nino dan mengulurkan tangannya. Da Nino menatap sekilas dari ujung rambut ke ujung kaki, kemudian menyambut tangan Al.

"Nino" jawabnya singkat, masih duduk ditempatnya.

"Aku ke dalam dulu, mau siap-siap. Mau minum apa Al?" Tawarku

"Air putih aja Mai." Ucap Al sambil duduk

"Oke."

Memang kasihan juga meninggalkan Al berdua dengan da Nino disana. Tapi bodo ah, siapa suruh ikut-ikut kesini. Rasain deh, biar diinterogasi sama da Nino.

Aku menghabiskan waktu hampir 1 jam mempersiapkan baju ganti, perlengkapan mandi, Al-Quran, alat tulis, beberapa buku, mukena, dan charger.

Hmm..., apalagi ya? Aku juga sudah mandi dan rapih, sebentar lagi maghrib, setelah shalat, makan, baru berangkat.

Biasanya kalau maghrib, semua lengkap. Ada Maktuo, Paktuo, ni Nana, da Nino, dan aku. Al diajak makan malam nggak ya?

Aduhh, bikin repot deh. Aku kan jadi terpaksa memberi penjelasan kepada semua tentang keberadaannya.

Aku keluar menuju ruang tamu. Aku pikir mereka bakal diam-diaman aja, ternyata salah besar saudara-saudara, mereka sedang asik ngobrol.

Walau aku tidak lancar berbahasa minang, tapi sedikit banyak aku mengerti apa yang sedang dibicarakan. Entah kenapa, aku suka sekali kalau mendengar teman-temanku berbicara dalam bahasa minang.

Aku tidak terlalu menangkap pembicaraan mereka, tapi sepertinya mereka sedang membahas masalah sepakbola. Aku nggak ngerti bola, apalagi klub-klubnya.

Al langsung menoleh begitu melihat kehadiranku. Otomatis da Nino mengikuti arah pandang Al.

"Ciyeehhh, mau kemana Mai udah rapih, mau kencan ya." Goda da Nino

Aku mendengus, malas meladeni.

"Al, magrib di masjid aja ya, bareng sama da Nino dan Paktuo. Habis sholat kita makan dulu disini, tadi aku udah bilang sama Maktuo." Ujarku padanya

"Aku makan di luar aja Mai, nggak enak ganggu." Elak Al.

"Makan di sini aja Al, gapapa kok. Emang kamu nggak mau nyobain masakannya Mai?" tanya da Nino, membuat penasaran.

"Kamu masak Mai?" tanya Al seolah tidak percaya.

"Ya nggak lah Al, nggak mungkin banget Mai masak." da Nino tertawa terbahak-bahak.

Hiiyy.., awas aja da Nino.

"Rese." Aku mengacuhkan da Nino, kulihat Al tersenyum simpul.

"Apaan senyum-senyum." Ucapku kesal.

"Eh, nggak, itu, da Nino, lucu." Jawabnya asal.

"Yaudah." Aku langsung masuk kedalam. Malesin kalo ada Da Nino, kena bully terus. Aku menuju dapur untuk mengambil minum.

Dearest Mai (Insya Allah akan dinovelkan, beberapa bab Unpublished]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang