Bab 13 Gnakam Boh Heboh

2 0 0

HIDUP sendirian tanpa Iredir dan Ueyr bagi Ueryel ternyata menakutkan—bukan karena ketidakhadiran mereka, melainkan karena Amua. Kisah Ueryel tentang mereka rupanya cukup mencurigakan. Pasalnya Ueryel tidak menemukan ide lain yang lebih cemerlang selain mengatakan bahwa Iredir dan Ueyr sedang menelusuri hutan Dou untuk mencari bahan ramuan penawar racun penyakit Gnosa Rolia atas permintaan Ekna Idusa—Amua menanyakannya kepada Ekna melewati depati Gnakam yang baru, dan rupanya ia tidak diladeni. Kesal karena tidak dapat membuktikan kebenaran perkataan Ueryel, Amua jadi marah-marah.

"Harusnya mereka beritahu dulu, jangan langsung pergi!" Seperti itu gerutu Amua. Atau "Memangnya hutan Dou tidak berbahaya? Mereka kan cuma anak-anak!" Ueryel masih sempat bersyukur karena Amua tidak terang-terangan menyalahkan Ekna Idusa yang menurut Amua telah memerintah orang sembarangan untuk pekerjaan berisiko tinggi.

Selama Iredir dan Ueyr menyelinap ke Karonh, Ueryel punya kegiatan sendiri. Dia sibuk bekerja di wesam pengobatan, meramu sesuatu. Beberapa kali Iru, setiap kali mampir untuk membantu, menanyakan ramuan apa yang dibuatnya. Namun dengan gigih Ueryel tidak memberinya jawaban yang benar. Dia hanya tidak ingin melibatkan Iru terlampau jauh. Jika Iru berusaha membujuk Ueryel agar memberitahunya, Ueryel selalu memberikan jawaban yang sama,

"Ramuan obat."

Dan jika Iru bertanya, "Obat apa?" Maka jawaban Ueryel tak pernah berubah,

"Obat penyakit." Dan Ueryel akan segera langsung menambahkan "Segala penyakit. Kami akan buka wesam pengobatan lagi, segera setelah Iredir dan Ueyr kembali."

Jawaban itu cukup membuat Iru diam beberapa saat, walau tetap jengkel, dan walau ia tahu Ueryel tidak jujur.

Selain meramu, Ueryel juga rajin pergi ke hutan Dou. Dia tidak mendekati Karonh, tetapi ke bagian tertentu hutan Dou yang telah disepakatinya bersama saudaranya. Ueryel selalu berharap Iredir dan Ueyr ada di sana. Saat ini mereka sudah terlalu lama berada di Karonh, membuat hati Ueryel was-was.

Hari itu Ueryel berencana pergi lagi ke sekitar Karonh. Sebelum masuk ke hutan Dou, ia putuskan untuk mampir sebentar ke tempat Iru. Gnonil bersamanya. Sedikitnya menghibur Ueryel karena saudara-saudaranya tidak bersamanya saat ini. Malah Ueryel pernah berpikir untuk mengembalikan Gnonil pada Ueyr asal mereka bisa bersama lagi. Atau setidaknya menuruti nasihat Iredir yang menyarankan mereka memelihara Gnonil bersama-sama.

Dari jauh Ueryel sudah bisa melihat wesam tersebut. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Di depan pintu tampak Iresa dan Irefa berjalan mondar-mandir dan ketika mereka melihatnya, kedua anak kembar itu tampak kaget namun segera berlari menyongsongnya. Ueryel ragu di tempat. Dia tidak ingin bermain dengan si kembar, tetapi rasanya tidak enak pula kalau langsung melarikan diri. Akhirnya Ueryel memutuskan untuk jalan terus saja.

"Berhenti! Berhenti!" teriak Iresa, atau mungkin Irefa, sulit mengira mereka berdua apalagi dari jarak jauh.

"Berhenti!" Keduanya berteriak. Ueryel tidak mengerti, maka ia tidak berhenti.

Kembar menghentikan lari mereka ketika sudah berhadapan dengan Ueryel yang memandang heran mereka.

"Pulang," sengal Iresa.

"Jangan kemari lagi," engah Irefa.

"Kenapa? Apa Emua Lamor sedang marah-marah?" tanya Ueryel, menyimpul senyum.

"Bukan... cepat pulang!" kata Iresa cemas, sesekali menoleh ke belakang.

"Apa?" tanya Ueryel tak sabar. Iresa dan Irefa menoleh ke wesam lalu berbalik menghadap Ueryel kembali dan berbicara serentak.

"Emua," bisik mereka. Ueryel baru membuka mulutnya tetapi Irefa sudah menyelanya lebih dulu.

"Nanti saja. Sekarang kau pergi... tunggu kami di... di..."

Ramuan Racun AsylarunhBaca cerita ini secara GRATIS!