1 🍭 Unreal

26.3K 567 42


Tanganku mengetuk pintu kamar 373 selama dua kali. Ternyata wajah sobatku Corbin yang membuka pintunya.

Sambil tertawa-tawa, kami berjabat tangan ala 'Bro' yang menggunakan kecepatan tangan, tonjokkan, siku, dan bahu... selama 20 detik.

Yeah, benar-benar kekanak-kanakkan.

Akhirnya aku masuk ke dalam apartemen Corbin yang baru, dan langsung menanyakan kabar masing-masing.

Aku menceritakan tentang keadaan keluarganya, memberikan surat, dan brownies cokelat yang dititipkan ibunya; dia langsung membaca surat itu hingga matanya berkaca-kaca. Setelah itu, dia langsung menelepon keluarganya.

Saat dia menelepon, aku berjalan-jalan melihat keadaan apartemen yang lebih besar dan modern dari apartemen Corbin yang lama.

Saat dia menelepon, aku berjalan-jalan melihat keadaan apartemen yang lebih besar dan modern dari apartemen Corbin yang lama

Intinya, ada 3 kamar, 1 kamar mandi bersama, dan 1 kamar yang terbuka dan terlihat belum ditempati. Wow, kamarnya lumayan besar dan punya kamar mandi sendiri.

"Sejak aku pertama kali datang kemari, kamar ini sudah ada yang punya, Man," seru Corbin dari belakangku.

Aku berbalik, mengambil sekaleng Cola dingin dari tangannya dan berjalan ke luar kamar. "Katanya ada kamar kosong untukku?"

Corbin mengikutiku. "Memang ada, di kamar 371... tapi itu 2 hari lagi. Sementara itu, kau tidur di sofa ya, Love," godanya, meniru aksen British-ku.

Aku terkekeh. "Jadi, aku hanya tidur ditemani TV, nih? Nggak bisa tidur di kamar barusan?"

"Sayangnya nggak bisa. Sam bilang, itu tempat tidur baru... dan memang semua barangnya baru. Pokoknya, temannya Sam sudah ngewanti-wanti padanya. Ini saja pintunya dibuka karena diangin-anginkan. Rileks," dia menyeringai, "aku akan berkorban untukmu, Dear."

Aku terkekeh geli. "Jadi, teman seapartemenmu itu cewek? Dan kau akan menidurinya? Wow, pengorbanan yang sangat berat," ledekku.

"Whoa, kau nggak lihat apa, di depan kamarnya berjajar fuck me heels semua? Dan perlu kau tahu, aku sudah menyetubuhinya di sofa yang kau duduki itu, yeah persis di situ."

"Bloody hell, Mate!" makiku sambil berdiri dan pindah ke sofa panjang.

Corbin terbahak. "Di situ juga sudah, loh."

Aku mengerang, tapi tidak pindah tempat duduk. "Coba katakan, di mana lagi kau sudah menyetubuhi gadis kurang beruntung itu?"

"Baru di dua tempat itu saja--"

"Bin... Bin, kau nggak takut apa, nanti Sam jadi jatuh cinta padamu?" potongku. "Kau tahu kan, woman...? Selalu pakai perasaan. Well, di mana dia sekarang?"

"Sedang pergi ke rumah temannya. Yeah, aku juga berpikir seperti itu... tapi mau gimana lagi, dia seksi, ada, bersedia di pakai, dan tidak menginginkan ikatan. Katakan saja 'Friends with benefits'...."

Fall For Summer #wattys2017Baca cerita ini secara GRATIS!