Via Viona 2

5 0 0

Krekkk.... ku buka pintu rumahku itu secara perlahan.

"Via." aku memelankan suaraku.

kulihat Via masih tersungkur di lantai dengan air Mata yang bercucuran.

Ku terduduk lesu memandangnya tak tega. ku pegang tangannya seperti saat dia menguatkanku atas kabar kepergian orang tuaku dulu.

"Kau memang orang baik." dia berkata lirih.

"Sudahi air matamu, dan ceritakan semuanya padaku, kenyataannya aku telah kembali untukmu bukankah itu jauh lebih baik?.

"Iya kau benar, kau telah kembali." dia menghela nafas.

"Ceritakan padaku! apapun yang kau katakan aku akan mencoba mempercayainya." aku menatapnya serius.

"Baiklah, kita mulai dari wajah yang sering berbicara padamu itu adalah ahh, bukan-bukan seharusnya aku menceritakan dulu tentang diriku." dia menyudahi kalimatnya.

"Iya kau benar, ceritakan tentang dirimu!" aku tersenyum.

"Aku adalah Ibumu Vio, kau tahu 10 tahun aku berpura-pura menjadi Via karena aku tahu kau pasti tak percaya dengan tubuh kecil ini jika aku mengaku sebagai ibumu, kurawat kau seperti saudara agar orang lain juga tak curiga,semua itu untuk kenyamanan hidupmu." dia terisak kembali.

"Maafkan aku." aku terdiam.

"Maafkan Ibu, ini adalah kesalahan masa lalu yang seharusnya kau tak terkena dampakya, aku dan Ayahmu melanggar sumpah Kepada penunggu langit."

aku terdiam........

.............

"Sum,,, pah  langit?" aku memastikan

"Iya."

"Untuk apa?"

"Untuk mendapatkanmu!" dia menatapku iba.

"Aku? maksudmu?"

"Kami mempertaruhkan hidup untuk mendapatkanmu karena kami tak bisa mempunyai seorang anak."

"Aku.." aku tak kuasa menyampaikan apapun.

"Kami meminta Kepada penunggu Langit untuk memberi kami seorang anak, dan Akhirnya mereka memberikan dirimu sebagai anak untuk kami, tapi ketika sudah berumur 8 tahun kamu harus kembali ke Langit tapi kami tidak melakukannya dan menjalani hukuman pengingkaran janji."

aku terdiam mencerna bahasa yang sangat sulit kumengerti.

"Tapi Kenapa aku tak ingat apapun?"

"Itu adalah sebagian dari hukuman."

LavionaRead this story for FREE!