4 - Kejadian

54 10 1

Rafa membalikkan badannya untuk memesan kepada pelayan. Ternyata pelayan yang melayaninya adalah Alya.

"Lo? Lo ngikutin gue? Kenapa lo bisa disini?" Tanya Rafa menginterogasi.

"Najis gue ngikutin lo" kata Alya cuek.

"Jadi lo? Oh, gue tau. Lo kerja disini?" Tanya Rafa sambil melihat pakaian pelayan yang dikenakan Alya.

"Lo udah tau kan. Yaudah pesan apaan? Pegal kaki gue berdiri" kata Alya mulai kesal.

"Americano dulu aja deh. Nanti kalau ada tambahan gue kasih tau" kata Rafa.

"Oke, Americano satu ya." Kata Alya mengulangi pesanan Rafa.

Alya pun berjalan meninggalkan Rafa dan mulai mempersiapkan pesanan Rafa. Alya pun berjalan sambil memegang Americano yang dipesan Rafa. Ketika Alya mau meletakkan pesanan Rafa ke mejanya, seorang anak kecil menabrak Alya dan americano milik Rafa pun tumpah mengenai bajunya. Rafa pun berdiri kaget dan emosi.

"HEH! LO APAIN BAJU GUE HA?! SETIAP GUE KETEMU LO SELALU KENA SIAL!" Kata Rafa penuh emosi kepada Alya.

"Gue ga sengaja. Beneran. Gue minta maaf" kata Alya sambil berusaha memohon maaf pada Rafa.

"LO KIRA BAJU GUE MURAHAN? GAJI LO SETAHUN JUGA GABAKAL MAMPU BELI BAJU GUE!" Bentak Rafa lagi pada Alya.

Alya pun sepertinya mulai emosi dengan perkataan Rafa barusan. Ia pun mendongakkan wajahnya yang semula menunduk karena meminta maaf pada Rafa.

"Heh! Lo inget ya. Gue tau lo orang kaya. Tapi satu hal yang harus lo inget. Ga semua hal bisa dibeli dengan kekayaan. Lo bisa aja sombong sekarang, pamerin semua harta lo. Tapi lo harus inget, roda terus berputar. Ada saat nya lo harus dibawah. Jadi, sebelum lo ngehina orang, lo harusnya ingat karma itu berjalan" kata Alya pelan namun sangat menusuk. Rafa pun semakin kesal.

"Lo itu ya! Lo itu pelayan disini. Seharus nya lo bisa melayani gue dengan baik. Bukan malah ceramahin gue!" Kata Rafa lagi.

Vio yang melihat kejadian itu pun langsung segera menjumpai mereka.

"Maaf Pak. Teman saya tidak sengaja. Kami akan mengganti pesanan Bapak. Kami juga akan melaundry pakaian Bapak jika Bapak izinkan" kata Vio menengahi.

"Di ganti juga kita ga bisa beli katanya Vi" kata Alya pada Vio, yang sebenarnya ditujukan pada Rafa. Vio pun membelalakkan matanya tidak percaya dengan Alya barusan. Alya pun segera pergi meninggalkan Rafa dan Vio. Melihat Alya yang pergi, Vio pun menundukkan kepala pada Rafa lalu menyusul Alya.

"Om.. hiks.. tadi aku yang lari-lari terus nyenggol kakak itu.. hikss.. Kakak itu engga salah om" kata seorang anak sambil menangis. Anak itu ternyata yang menyenggol Alya sehingga minuman Rafa tumpah. Rafa pun melihat anak itu sebentar lalu bergegas pergi.

---

"Lo gila sumpah Al. Dia itu pelanggan kita. Astaga Alya, lo mulai ga waras sumpah" kata Vio geleng-geleng kepala melihat tingkah Alya tadi.

"Seharusnya dia sadar. Bukan dia aja kok yang orang kaya. Banyak orang yang diatas dia tapi ga songong. Dia selalu ngehina orang" kata Alya sambil mengelap meja.

"Iya gue tau. Tapi kan Al.. Eh tunggu. Lo bilang tadi apa? Selalu? Berarti lo udah pernah ketemu dia sebelumnya? Berarti lo kenal dia?" Tanya Vio mulai mendekati Alya.

"Lo tau kan cowo songong yang numpahin susu jaualan gue. Nah, dia orangnya" kata Alya.

"Apa? Lo seriusan? Berarti dia juga orang yang duduk di sebelah lo sekarang di sekolah? Berarti dia yang selama ini lo ceritain?" Tanya Vio kaget.

MY ENDLESS LOVERead this story for FREE!