Dear 2016

1.2K 98 3

Dear 2016,
Thank you for everything.

Terimakasih atas momen-momen yang sudah hadir di tahun ini untuk mewarnai hidup saya. Terimakasih sudah menghadirkan Arya, Riza dan Alvan di tahun ini. Memberikan warna baru dalam kisah cinta saya.

Terutama terimakasih karena sudah menghadirkan seorang Alvan di hidup saya.

Di bulan-bulan penghujung 2016, mengenalnya itu merupakan hal terbaik yang pernah saya tahu. Saya masih mengingat semuanya tentang dia. Saat pertama kali mengirim pesan singkat kepadanya, membaca cerita tidak pentingnya, dan bertemu di depan UKS sekolah dan tertawa bersama dengan Alma sebagai saksinya. Lalu, saat saling melempar senyum ditengah rintikan hujan pada sore hari di sekolah, dan masih banyak lagi hal yang selalu bisa membuat saya tersenyum kembali saat melihatnya.

Sampai saat ini, detik ini, saat menantikan orang-orang bersorak tepat di jam dua belas malam, saya masih menyukai kata itu. Kata-kata Alvan yang singkat namun menyejukkan. Kata-kata menenangkannya kala itu.

Bukan apa-apa.

Ah, saya bukan penyair pandai yang bisa mendeskripsikan perasaan saya melalui sajak liar yang menggelora di hati pembaca. Saya hanya seorang Reina Liana, gadis yang beruntung bisa dekat dengan seorang Alvan Ibrahim.

Intinya, terimakasih Tuhan saya diberi kesempatan untuk mampir di tahun yang indah ini. Terimakasih atas segalanya.

Setelah itu, saya menatap kepergian 2016 yang ditandai oleh kembang api yang meledak di langit serta sorakan gembira dari orang-orang.

Kini 2016 tinggal kenangan. Selamat tinggal dan halo untuk 2017.

Salam,
Reina Liana

*

Selamat tahun baru semuanya :) chapter ini cuma chapter tambahan doang hehehe abisnya gabut kan saya. gapapa yaa.

Intuisi [ Completed ]Baca cerita ini secara GRATIS!