Happy Birthday My Love

1.3K 154 6

Warn : typo,AU!
.
.
Happy reading~
.
.
Jisoo menunggu disana, di sudut taman yang sepi. Pukul sebelas lewat lima puluh menit. Dan terhitung sudah sepuluh menit dia menunggu. Kesal? Jisoo terlalu lelah untuk merasa kesal.

Dia duduk di salah satu bangku. Menatap sekali lagi jam di pergelangan tangannya. Bertambah satu menit dia menunggu. Malam sudah semakin larut dan tubuhnya terasa kebas akibat dingin.

Bahkan dia kini menggigil.

"Sayang, maaf!"

Sebuah seruan membuatnya menoleh. Senyumnya mengembang. Dingin yang tadi dia rasakan hilang entah kemana. Dia berdiri, berlari memacu langkah untuk langsung melingkarkan lengannya pada tubuh pemuda yang masih terengah.

"Seokminie aku rindu." bisik penuh kejujuran itu mengalun begitu saja. Jisoo semakin merapatkan diri.

Si pemuda kembali mendapatkan nafasnya. Lalu tersenyum dia. Mengusap belakang kepala Jisoo dan memberi satu kecupan di pelipis.

"Aku bahkan lebih merindukanmu, sayang."

Seokmin, pemuda itu membiarkan sang kekasih terus memeluknya.

"Sayang, aku tak bisa lama-lama."

Jisoo mendongak, matanya menyendu tapi bibirnya mencoba tersenyum. Dia tahu jika sang kekasih sedang mencuri waktu di sela kesibukan. Tentu saja Jisoo mengerti. Seokmin seorang idol, jadi bukan hal mudah untuk sekedar bertemu tatap dengan Jisoo.

"Aku mengerti. Tapi bisakah aku mendapat hadiahku?"

Alis pemuda di hadapannya bertaut. Jisoo tersenyum getir. Bagaimana bisa dia mengharapkan sebuah hadiah dari seseorang sesibuk Seokmin? Bahkan hadiah untuk apa itu pun, Seokmin pasti lupa.

"Baiklah lupakan saja ucapanku tadi." Jisoo melepas pelukannya. "Nah, sekarang kembalilah. Aku sudah memelukmu."

Tapi Seokmin masih diam, denga alis yang semakin menukik tajam. Jisoo ikut menautkan alisnya. Heran juga dengan tingkah kekasihnya. "Ada apa?" tanyanya.

"Sayang."

"Ya Seokminie."

Jisoo tak menyadari tangan Seokmin yang kini meraih sesuatu di balik saku mantelnya. Jisoo juga tak sadar ketika sebuah kotak kecil sewarna darah keluar dari saku itu. Bahkan, Jisoo tak sadar saat kotak itu dibuka dan sebuah kalung cantik berkilau dibaliknya.

"Jisoo-ya."

Suara Seokmin membuat Jisoo mengalihkan pandangannya. Tepat ketika matanya menangkap benda berkilau itu, kelopak matanya terbuka lebar. Sebelah tangannya membekap mulutnya sendiri.

"Seokmin-ah." cicitnya.

"Happy birthday my love. Thank you for be my love. I love you, Jisoo-ya."

Wajah Seokmin begitu dekat dengannya karena pemuda itu tengah mengaitkan kalung itu di lehernya. Nafas Seokmin menggelitik pipinya.

"Kau ingat?" Pertanyaan pertama yang dia ajukan ketika kesadarannya kembali.

"Ulang tahunmu? Bagaimana bisa aku melupakannya?"

Senyum secerah matahari itu berhasil membuat Jisoo semakin dalam terjatuh.

"Sekali lagi selamat ulang tahun sayang. Doa terbaik untukmu. Dan dari semua doa itu, satu yang aku harap cepat terwujud."

"Apa itu?"

"Kau yang berdiri bersamaku di altar, mengikat janji di hadapan Tuhan."

Pipi Jisoo merona. Tulus. Itulah yang dia tangkap dari ucapan Seokmin. Mata pemuda itu tak berbohong sedikit pun.

"Kalau begitu cepat temui orang tuaku dan kita wujudkan doamu yang satu itu."

"Tunggu sebentar lagi. Sebentar saja dan aku akan menemui orang tuamu."

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Jisoo selain mendengar kalimat yang baru saja Seokmin ucapkan. Bahkan itu lebih berharga daripada kalung dia kini dia kenakan.

"Bukankah aku selalu menunggu?"

"Ya, aku bersyukur memilikimu yang punya tingkat kesabaran di atas rata-rata."

"Ya, kau memang harus bersyukur. Karena aku pun bersyukur memiliki seorang Lee Seokmin dalam hidupku."

Mereka terdiam, saling bicara lewat tatapan mata. Hingga wajah itu semakin mendekat. Dan akhirnya dua belah bibir itu bertemu. Manis.

"Aku mencintaimu Hong Jisoo."

"Aku lebih mencintaimu Lee Seokmin."



Kkeut~
#LovelyJoshuaDay #HappyJisooDay
Seokmin selalu mencintaimu Hong Jisoo /abaikan/

SEVENTEEN StoryBaca cerita ini secara GRATIS!