Pendengar & Penyiar

15 4 0
                                                  

Malam ini, seperti biasa. Aku duduk bersender di atas tempat tidurku sambil mendengarkan alunan musik yang berasal dari saluran radio kesayanganku. Oh, tunggu! Akhir-akhir ini aku bahkan sulit membedakannya. Membedakan antara sebenarnya aku menyukai saluran radio ini, atau penyiarnya?

"Hai Listeners! Ketemu lagi sama Bayu dan Gery disini. Saluran radio kesayangan yang paling dinantikan." Suara itu keluar dari radio begitu alunan lagu selesai.

Aku pun menyimak baik-baik suara penyiar itu. Suara bass dan terkesan tegas. Namun indah dengan banyolan-banyolan yang selalu dikeluarkannya. Sudah lima bulan ini aku selalu mendengarkannya. Selalu tersenyum ketika dia mulai membuka acara. Dan ikut tertawa ketika dia mulai melucu meskipun leluconnya terdengar biasa.

Selalu saja aku duduk di kamar ini setiap malam dengan khayalan-khayalan tentang sosok laki-laki di balik mikrofon itu. Apakah dia semanis suaranya? Ataukah dia tampan? Ah, tapi jangan terlalu berharap jika parasnya terlihat sempurna. Namun, yang sangat kuharapkan, dia manis di mataku.

Bayu.

Hanya itu yang kuketahui tentangnya. Tapi, sesekali dia membahas tentang kegiatan anak kuliah. Jadi, kufikir dia masih menjadi mahasiswa. Atau bisa jadi, dia sudah tamat kuliah.

Aku sendiri hanya seorang gadis labil yang masih berusia 16 tahun. Duduk di bangku kelas XI dan masih perlu membenahi diri.

"Kapan ya gue bisa ketemu sama Bayu?" Tanyaku pada diri sendiri. Aneh sekali memang. Saking penasarannya, aku ingin sekali bertemu dengannya. Tapi, angan itu hanyalah angan belaka. Mustahil sangat untuk dapat bertemu dengan laki-laki ini.

"Oke sekarang kita mau ngangkat telfon nih dari salah satu pendengar." Itu pasti suara Gery.

"Apa gue iseng telfon ke radio ini ya? Ah, tapikan malu juga." Aku pun mulai sibuk dengan rencana-rencana yang setiap harinya pasti sama. Dan selalu gagal. Padahal tinggal menelfon dan bercerita atau sekedar titip salam.

"Bodo ah besok gue telfon aja."

EndeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang