Setelah semua lirik lagu yang pernah menghiasi kepala Bella menghilang....

Setelah semua kasus pembunuhan itu terselesaikan....

Setelah Bella menjalani kehidupannya sendiri dengan tegar....

Setelah Bella bertemu dengan lelaki yang bisa mencuri hatinya (lagi)....

Setelah nama Cabella Magdalena berubah menjadi Cabella Garrix....

Setelah Bella mengadakan pesta terbesar di dalam hidupnya, pernikahan....

Setelah Bella berjuang 9 bulan....

Setelah Bella melahirkan buah hati yang sangat manis, Angelica Dyane Garrix....

Dan kehidupan baru pun dimulai.

***

Kalian pasti merasa, semua ini terlalu cepat. Bahkan alur cerita ini sendiri. Memang. Banyak misteri yang belum terjawab.

Bagaimana kehidupan Zayn - Olivia, Niall - Elsa, Liam - Sophia? Tanpa kita sadari, mereka semua sudah menikah satu tahun yang lalu.

Bagaimana dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Harry itu? Tak ada yang tahu kecuali orang tua Bella, Bella sendiri, dan Lave.

Oh, ya. Lalu bgaimana kabar kedua orang tua Bella? Lave? Mereka bertiga dipenjara karena telah melakukan kekerasan dan pembunuhan.

Jadi...bagaimana dengan si tokoh utama? Tenang, Bella sudah berkeluarga. Suaminya adalah DJ terkenal, Martin Garrix. Anaknya, Angel, yang sekarang sudah berumur 6 tahun.

Sekarang mereka sedang berlibur di Bandung, Indonesia. Kalian tak akan pernah menyangka ini. Angel sangat penasaran seperti apa negara yang berada di kawasan garis khatulistiwa itu. Akhirnya iya mengajak kedua orang tuanya untuk liburan kesana.

Sedangkan Bella, ia sangat bersyukur masih bisa merasakan bahagia di dalam hidupnya. Mendapatkan pendamping hidup sebaik Martin, dan buah hati yang sangat lucu, Angel.

Sekarang, di sini lah Bella. Di tepi pagar kawah Gunung Tangkuban Perahu. Menghirup udara segar dan melipat kedua tangannya. Dingin. Sementara, Angel di sampingnya berlari menghampiri ayah dan ibunya.

"Mama! Aku habis membeli susu kedelai ini. Enak lho! Mama mau coba? Papa juga?" Angel bersemangat.

Mama dan papanya tertawa, "hahahah. Tidak nak, terima kasih. Buat kamu saja." Angel pun meminum susu kedelai yang baru saja dibelinya.

Martin mendekati isitrinya. "Indah bukan?" Tanyanya. "Tentu saja. Tapi dingin." Ujar Bella. Martin tersenyum dan merangkul Bella.

"Yang terpenting, sikapku kepadamu tidak dingin. Hehehe. Kok aku jadi tidak jelas begini. Hahaha."

Bella menonjok bahu Martin, "apa sih kamu. Hihihi."

"I love you, Mr. Garrix." Bella menyenderkan kepalanya di pundak Martin. "I love you more, Mrs. Garrix. Hihihi."

Bella melihat ke kawah tersebut dan kemudian bernyanyi.

"If I told you this was only gonna hurt. If I warned you that the fire's gonna burn. Would you walk in? Would you let me do it first? Do it all in the name of love,"

Half A Heart [lwt & hes]Baca cerita ini secara GRATIS!