TMYN III -Hari yang Tak Diduga-

144 28 9

"Eh? Dai-chan kenapa kau menangis?! Apa yang terjadi padamu?" tanya Yuri. Ryoko pun terkejut karena Daiki menangis secara tiba-tiba. "Un, daijoubu. Aku tidak apa-apa." bohong Daiki sambil menggeleng kepala dan mengusap air matanya. "Ne, katakan saja. Kami tak akan marah." jawab Yuri.

"...." tak ada jawaban.

"Dai-chan??" tangan Ryoko melambai-lambai di depan mata Daiki.

Daiki pun sadar dari lamunannya. "Ku ingin makan di cafe biasanya. Tapi dompetlu ketinggalan di rumah... lagi..." kata terakhir yang ia ucapkan dengan nada pelan. "Are? Jadi itu alasanmu tidak pergi ke kantin dan meminta aku belikan jus? Hahaha, Dai-chan ayolah, kami akan membelikanmu di cafe, asal jangan mahal mahal." sahut Ryoko dengan senyumnya 'khas'nya.

"Okelah, aku akan katakan pada Yuto dan Keito untuk setelah ini kita ke Cafe." kata Yuri sembari mengirim pesan pada Yuto. Karena mereka berlima berbeda kelas. Daiki, Ryoko, dan Yuri sekelas. Keito dan Yuto di kelas lain.

----

Setelah mereka berkumpul di depan gerbang sekolah, mereka berjalan menuju cafe yang biasa mereka kunjungi, dalam perjalanan mereka dipenuhi banyak candaan dari Yuto dan kelakuan kocak antara Ryoko dan Yuto. 'Hm... Sepertinya mereka mempunyai perasaan yang sama.' Daikipun tersenyum kecil.

Saat Daiki melihat sebrang jalan, ia kebetulan melihat sahabat-sahabat Yuya. Yang awalnya ia tersenyum karena ia kelakuan sahabat-sahabatnya menjadi muram yang untungnya sahabatnya tidak mengetahuinya. 'Sepertinya dia pacarnya Takaki-senpai.' batin daiki sambil melihat mereka. Daiki mencoba tersenyum agar tidak ada kesedihan yang muncul dari wajahnya.

----
Other side...

Yuya dan kawan-kawannya berjalan sedang menuju tempat yang biasa mereka kunjungi. "Ne, Yuyan kita ketempat biasanya ya? Minna, bagaimana?" ucap Kei yang sedari tadi menggandeng Yuya sejak pulang dari sekolah. "Hah.... Baiklah aku akan menurut padamu saja." ucap Hikaru. Yabu pun mengangguk bertanda setuju dengan Hikaru. Tetapi Yuya tetap diam tak peduli.

Karena semua pasrah dengan keputusan Kei. Keipun semangat menuju Cafe langganannya.

Sesampainya disana, mereka duduk di teras Cafe. "Ne kalian mau pesan apa? Biar aku pesankan." tanya Kei yang sudah siap dengan pensil dan kertas. "Aku jus jeruk saja dan cheese cake saja." kata Hikaru. "Kalau kalian?". "Seperti Hikka saja." jawab mereka berbarengan. "Hn... Baiklah aku sama aja. 4 jus jeruk dan 4 cheese cake.". Kei pun ke dalam untuk memesan makanan.

"Oi Bakaki, aku pinjam hpmu." Hikaru ambil hp Yuya. Hikaru membukan aplikasi yang ada di hp Yuya. Dari sosmed, galeri, dan ia menyempatkan untuk berselfie ria. 'Doyan banget sama selfie.' batin Yuya yang melihat kelakuan Hikaru dengan tatapan sedikit jijik. Saat Yuya melihat jalanan yang dapat dikatakan cukup ramai oleh pejalan kaki, Hikarupun membuka email Yuya tanpa ijin. Seketika itu ia memanggil Yabu dengan bisik. 'Oi Yabu, sini sini, ada yang pengen aku katakan.'. Mendengar bisikan Hikaru, Yabu pun menghampirinya. "Ada apa?" tanya Yabu. "Ini liat, dia medapat pesan dari kouhainya. Katanya dia janjian dan kouhai bernama 'Daiki' ke Cafe tapi kenapa si Bakaki masoh disini, bukannya ia seharusnya bareng kouhainya." jelas Hikaru. "Bener juga." jawan Hikaru.

Tak lama kemudian Kei datang dengan pesanannya. "Oi Hikaru! Kau harus memnatuku membawakan ini. Kau tahu ini sangat berat!" teriak Kei. "Ah, gomen. Mana, minumannya ku bawakan." Hikarupun berdiri mengambil minumannya dan segera menbagikan pada sahabat-sahabatnya. Tak sampai 10 menit, hp Yuya mendapatkan telepon.

"Moshi-moshi?" angkat Yuya.

"...."

"Aku seperti biasanya bareng anak-anak."

"...."

"Ah, baiklah. Aku akan kesana tidak sampai 20 menit. Hai, jaa." Yuya menghela nafas sejenak.

"Kenapa?" tanya Yabu. "Ibuku menyuruhku menjemput adikku di penitipan anak, karena ibuku hari ini lembur." jelas Yuya sambil membereskan tasnya "Ah,souka. Baiklah. Titipkan salam pada adikmu ya." Kei melambaikan tangannya karena Yuya meninggalkan tempat.

----

Tak terasa, Daiki dan yang lain sudah lama di cafe tersebut."Ne Dai-chan. Apa kau tidak menjemput adikmu? Biasanyakan jam segini udah pergi kesana." tanya Keito. Daiki dengan malasnya mengaduk milkshakenya. "Ah, aku lupa. Gomenne aku duluanya." Daiki yang sepertinya sadar dari lamunannya dengan sergap, ia mengambil hp dan tasnya.
"Jaa ne minna." Daiki meninggalkan cafe tersebut. Saat diperjalanan, Daiki mendapat pesan dari mamanya.

From : Mama
Ne, Dai-chan. Kau tak perlu menjemput Ren-chan, kau bantu mama belikan bahan makanan yang habis di kulkas ya? Hari ini ada tamu. Kau harus datang sebelum jam 05.45 oke?

Mama,

"Hah, untung belum jauh dari supermarket. Tapi siapa tamunya? Jarang sekali ada tamu. Mungkin tamu dari papa. Kalau begitu aku akan duduk di dapur saja." monolog Daiki.

-----

Selama di supermarket, ia hanya beli keperluannya saja. Dan ia tidak lupa dengan asupan bulanannya, Pocky semua rasa. Rasa yang ada seperti coklat, stroberi, matcha, susu, dan lain-lain. "Kurasa sudah cukup." Daiki membawa barang belanjaannya ke kasir.

"Hasilnya ¥26390."

"Ah, hai." Daiki memberikan uangnya pada kasir.

"Arigatou gozaimasu." Daiki membawa barangnya yang sedikit berat. "Untung aku mengunjungi supermarket dekat rumah.". Daiki berjalan menuju rumah dengan perasaan kesal karena ia seharusnya membawa sepedanya.

----

"Tadaima." ucap Daiki sambil meletakkan barang belanjaannya.

"Okaeri Dai-chan. Ne bantu mama masak ya?" sambut Ny. Arioka. "Hai, ne mama. Mana Ren-chan? Siapa tamunya?" tanya Daiki. "Dia sedang dalam perjalanan, kau akan tahu sendiri. Ne ikkou" Ny. Arioka mendorong putri kesayangannya ke dapur sambil membawa barang belanjaan Daiki tadi.

----

Tingtong....

"Ne, sepertinya Ren-chan sudah pulang dan membawa tamunya. Ne Dai-chan, sambut dia ya. Sekalian ajak dia ke ruang tamu." jelas Ny. Arioka.

"Haaah, baiklah ma." Daiki langsung menuju ke depan untuk menyambut tamu dan ia lupa melepas celemeknya. 'Ren pulang bersama tamu? Mungkin saudara.' batin Daiki.

----

Ketika membuka pintu rumahnya dengan ramah. "Okaeri Ren-chan, dan irrash.... TAKAKI-SENPAI!?"

Tell Me Your NameBaca cerita ini secara GRATIS!