FIRST CHAPTER Part 1: Black Market

211 82 44
                                                  


Part 1 ini ada beberapa yang direvisi. Jadi beda dengan sebelumnya. Reading time!

vote sebelum membaca dan jangan jadi silent reader! Apabila ada kekurangan atau janggal, tulis di komen

Warning, typo!!!

***************************

16 tahun kemudian~

"Buah segar-buah segar! Ayo dibeli!"

"Produk termurah yang pernah ada! Pedang ini akan memuaskan hasratmu!"

Seperti hari hari sebelumnya, semua pedagang sudah berkumpul di Tawar, ibukota dari kerajaan Kabanelia sejak dini hari.

Suasana Tawar yang tadinya sepi seperti kuburan, langsung berubah ramai begitu para pedagang berdatangan.

Pembeli yang kebanyakan wanita sibuk berceloteh ria, entah itu untuk menawar harga ataupun sekedar mengobrol hal yang hanya dimengerti kaum hawa.

Mungkin bagi kebanyakan orang, tidak ada yang spesial pada hari ini. Semua akan berjalan seperti biasa tanpa ada kejadian apapun. Tapi tidak bagi para Black Orb. Itu adalah nama sebuah organisasi yang bertugas menyelundupkan barang-barang yang dilarang kerajaan ke pasar gelap.

Entah mengapa, nama organisasi mereka bernama black orb.

Padahal orb itu berarti batu yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan organisasi mereka. Pada dasarnya, setiap 2 tahun sekali akan ada event di setiap divisi kelima pemimpin Black Orb untuk membuktikan mereka merupakan yang terbaik dari yang terbaik sekaligus menunjukkan loyalitas mereka pada organisasi. Itu 'biasanya', tapi kali ini ada yang berbeda.

Tanpa diketahui banyak orang, di sudut belakang pasar ini ada sebuah kios, kios yang menjual berbagai macam batu-batuan. Sekilas tidak ada yang aneh dari kios ini.

Mulai dari atap hingga standnya, semuanya kelihatan biasa. Sang penjaga kios pun hanya seorang pria tua berumur 50-an yang tampaknya begitu lemah sehingga berjalan saja tidak bisa.
Namun, Rei tahu semua ini hanya penyamaran. Penyamaran yang sempurna.

Nyatanya, penjaga kios itu adalah mantan salah satu pemimpin black orb. Dia dipercaya oleh 'sang boss' untuk menjaga 'pintu masuk rahasia' pasar gelap yang dilelang organisasi itu.

Lokasi kios itu yang terpencil juga membuat orang susah menemukannya. Lagipula, kios ini hanya menjual batu yang tidak berguna, orang yang lewat 50% tidak akan mampir, sekedar melirik pun tidak.

Seperti biasa setiap 4 bulan, Rei menghampiri kios itu. Dia membuka pintu kios dengan menendangnya. Lalu dengan seenaknya, dia melepas jubah hitam yang dipakainya, lantas melemparnya ke gantungan yang ada di ujung ruangan.

Sosok dibalik jubah itu dapat membuat wanita manapun jatuh hati.

Pria itu berumur 16 tahun, mempunyai rambut hitam, mata merah dan hidung yang mancung.

Dia memakai pakaian ala klan Alanis, salah satu klan dari 5 klan penjaga Kabanelia yang bertugas melatih kaum muda untuk berperang.

Andaikan hanya sekedar menendang dan melempar yang dia lakukan, si Penjaga kios tidak akan marah.

Tapi ketika melihatnya menginjak lantai dengan sepatu yang basah,meninggalkan jejak keabu-abuan yang kotor di lantai kiosnya yang putih, si penjaga berdecak kesal.

"Tch, sudah kubilang berapa kali, jika masuk kiosku kau harus membersihkan kaki terlebih dahulu," ucapnya sambil menunjuk karpet hitam bergambar batu yang lekuknya mirip bongkahan meteor.

Rei melirik karpet itu sejenak, kemudian tanpa mempedulikan perkataan si penjaga, ia duduk di salah satu kursi tua yang kebetulan bersebelahan dengan si penjaga kios.

"Mau aku bersihkan pun pasti masih ada sisa kotorannya di lantai. Daripada memarahiku terus, mengapa kau tidak mengganti lantai kios ini dengan warna hitam?"

Si penjaga mengerutkan alisnya kesal. Di antara semua orang yang pernah masuk ke kiosnya, Rei satu-satunya orang yang bertindak seenaknya.

Tapi mau dibilang berapa kali pun, dia tidak akan pernah berubah.

Dasar orang keras kepala!

Daripada berdebat, si penjaga kios lebih memilih mengganti topik.

"..Jadi, apa yang kau lakukan disini?"

"Tentu saja bisnis seperti biasa,"jawab Rei, sebelah tangannya ia gunakan untuk sandaran pada kursi, sementara sebelahnya lagi ia gunakan untuk mengambil cangkir teh di atas meja.

Rei meminum tehnya perlahan.

"Lihat ini."

Rei mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya dengan sebelah tangan yang kosong, lalu memegangnya di depan muka si penjaga yang nampak takjub melihatnya.

"Astaga! Apa ini-"

"Ya, kalung milik Rose de lykos, ratu Kabanelia yang kedua."

Rei menaruh kalung itu di atas meja, membiarkan si penjaga puas mengamatinya sementara ia sendiri menikmati teh.

Si penjaga mengamati kalung itu dengan seksama. Namun, yang menjadi perhatian utamanya adalah batu yang ada di liontin. Si penjaga menyusuri tangannya dan menyentuh batu yang memancarkan sinar keungu hitaman itu. Batu itu adalah musgravite, jenis batu terlangka di dunia. Diketahui hanya ada 10 buah yang tersisa.

"Wah, bos pasti akan senang sekali! Tapi sayang......"

Si penjaga tidak menyelesaikan kalimatnya dan memandang batu merah yang dipajang di etalase kios.

Rei mengarahkan pandangannya pada batu-batu itu. Satu kata yang mewakili perasaannya sekarang, kecewa.

Di etalase depan, semua batu yang dijual hanya yang berwarna merah.

Rei tahu, ia mengetahui jelas apa artinya. Black orb selalu menggunakan simbol untuk segala hal, mulai dari menandakan waktu pertemuan, tanda bahaya, dan lain-lain.

Batu merah yang dipajang di etalase depan berarti 'pelelangan dibatalkan'.

Batu putih berarti 'ada pelelangan'.

Tanda yang simpel, namun efektif.

Kebanyakan orang berpikir pasar gelap akan diadakan di atas tanah, tapi siapa yang mengira pasar gelap ini diadakan di bawah tanah.

Dan tidak sembarang orang yang boleh masuk, hanya yang tahu passwordnya dan yang bisa sihir yang diizinkan mengikuti pelelangan.

Passwordnya, yang hanaya diketahui si penjaga kios, setiap 4 bulan selalu diubah-ubah sesuai perintah boss, alias pemimpin tertinggi black orb.

"Ada apa ini Anthony? Bukannya biasa -" Rei mendekat ke telinga si penjaga yang bernama Antony, lantas berkata dengan suara yang lebih pelan,"- pintu bawah tanah terbuka?"

Antony menggelengkan kepalanya perlahan. "Tidak kali ini, tampaknya ada sesuatu yang terjadi sehingga bos membatalkan pelelangan kali ini. Kusarankan kau untuk menemui salah satu pemimpin Black orb. Sekarang-" Anthony menggeser bangkunya beberapa inci mendekati Rei " - apa yang akan kau lakukan dengan kalung itu?"

******************************
Bagaimana menurut kalian? Beri komentar yahh. Author tunggu pendapat kalian

😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂

The Ascension Of The Wreis (Abandoned)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang