[Prolog]

38.3K 2.6K 63

Bagi Jeana Aprilia, menikah dengan Azka Pranata adalah sebuah kesalahan manis yang pernah dilakukannya dan juga sebuah fiksi indah yang pernah dialaminya. Tapi semanis apapun sebuah kesalahan, tetap saja hal itu akan menorehkan luka yang pastinya membekas. Dan seindah apapun sebuah fiksi, hal itu tetaplah sesuatu yang semu. Ilusi. Tidak nyata. Karena itu, semanis dan seindah apapun kebersamaannya dengan Azka, baginya pria itu tetaplah sebuah fiksi yang berwujud nyata dalam hidupnya.

Tadinya Jean berpikir kalau pernikahannya akan berakhir dengan bahagia. Meskipun awalnya Jean menikah dengan pria yang tidak dicintainya, dia tetap berpikir bahwa lambat-laun hatinya pasti bisa luluh dengan segala perhatian yang diberikan oleh Azka, pria yang mengajaknya menikah setelah kedekatan mereka selama tiga bulan.

Semuanya terasa terlalu cepat. Bagaimana dengan bodohnya dia menerima ajakan menikah dari seorang pria yang baru dikenalnya hanya karena satu alasan. Alasan yang akhirnya dia tahu telah membuatnya mengambil keputusan yang salah. Karena ternyata Azka tidak sesempurna bayangannya. 

Tapi Jean tahu, tidak ada yang salah. Kalau pun ada yang salah, dialah orangnya. Dia yang dengan bodohnya mulai memberikan hatinya pada Azka. Dan dia juga yang kurang cepat untuk menyadari bahwa saat Azka mengajaknya menikah, pria itu memiliki alasan tersendiri. Bukan alasan yang diberikan pria itu padanya. Dia yang terlalu bodoh untuk memahami bahwa setiap perhatian yang Azka berikan padanya hanya untuk menyimpan rahasia pria itu. 

Dan pada akhirnya, Jean sadar bahwa selama ini dia sedang hidup dalam sebuah fiksi. Fiksi indah sekaligus menyakitkan yang Azka berikan baginya. Jean ingin tetap bertahan, tapi dia kembali menyadari bahwa bukan tempatnya untuk berdiri di sisi pria itu. Karena itu dia menyerah. Pergi dari kehidupan Azka adalah cara terbaik untuk memulihkan hatinya.

"Kamu yang pergi tanpa alasan, itu yang nggak bisa aku terima sampai detik ini." Azka mengetatkan rahangnya kuat-kuat saat menatap perempuan di depannya.

Jean tersenyum tipis. "Karena kamu cuma fiksi yang nggak akan bisa jadi nyata dalam hidup aku. Itu alasannya."

Azka berdecih sinis. "Kamu mau mulai berfilosofi buat nutupin kesalahan kamu?"

"Aku nggak ngerti maksud kamu apa. Jadi mendingan, kita stop pembicaraan nggak penting ini," balas Jean datar.

"Nggak penting kata kamu?!" sentak Azka yang langsung membuat Jean terkejut. "Bagian mana yang nggak penting?! Aku hampir gila cari kamu selama ini!"

"Aku nggak pernah minta kamu cari!!" Jean balas berteriak.

Azka memejamkan matanya. Berusaha menahan amarahnya yang sudah minta untuk dikeluarkan bahkan saat melihat Jean beberapa jam yang lalu. Kemudian, dibukanya kedua matanya. "Pulang sama aku!"

Jean mendengus sinis. Dia paling benci jika Azka sudah mengeluarkan kata-kata bernada perintah seperti ini. "Kita udah bercerai," tandasnya.

"Aku nggak pernah tanda tanganin surat sialan itu! Kamu masih istri aku!!"

"Terserah!" balas Jean langsung. Kali ini matanya menatap Azka dengan tajam. "Lagipula, apa yang kamu harapkan dari perempuan yang ada di depan kamu sekarang, Ka? Perempuan ini," tunjuknya pada dirinya sendiri, "udah buang kamu. Dan seharusnya harga diri kamu nggak serendah itu dengan minta perempuan yang udah buang kamu buat balik ke kamu."

Brengsek! Kedua tangan Azka yang berada di samping tubuhnya langsung mengepal sempurna. Rahangnya mengetat sempurna dengan matanya yang menatap perempuan di depannya dengan tajam. Ini bukan Jean-nya. Apa yang sudah membuat istrinya ini berubah seperti sekarang? Seingatnya, hubungan mereka baik-baik saja sebelum Jean tiba-tiba meninggalkannya.

"Semua udah selesai waktu aku mutusin buat pergi, Ka," ujar Jean. "Jadi, cari perempuan yang pantas berdiri di samping kamu. Tapi yang jelas, bukan aku orangnya," lanjutnya lalu berbalik pergi.

Melihat itu, Azka berteriak marah lalu menonjok dinding di sebelahnya. "Brengsek!!"

=====

Masih prolog, jadi masih dikit hahaha

Cerita ini aku rombak lagi. Tapi tokoh2nya masih sama.

Selanjutnya, kita akan ketemu sama pasangan ini. Akan aku usahakan update gak terlalu lama. Semoga bisa kelar gak terlalu lama kayak cerita2ku yg lain hohoho

Leave your vote and comment ya...

Saran jg boleh kalau bersedia :D

Terima kasih!

Love in Fiction [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!