DUA BELAS

2.9K 171 6


Setelah kepergian nya Glade dari kelas, Chelsea dan Pricila datang menghampiri Deandra yang tengah duduk sendiri di kelas dengan tatapan bingung.

"Woy bangun " teriak Chelsea menyadarkan Deandra

"T*i lu ninggalin gue " ujar Deandra memanyunkan mulut nya, membuat dirinya terlihat seperti anak kecil

"Ehh ni ya gue kasih tau, tadi ntu kita mau bangunin lu tapi pangeran es lu ngelarang, kata dia tuan putrinya lagi tidur " ujar Pricila menjelaskan kepada Deandra

"Ohhh" jawab Deandra sambil senyum senyum

"Seneng dah seneng" ujar Chelsea meledek

Deandra tertawa, dilihatnya dari ambang pintu Satrio Cs sedang berjalan masuk kelas

"Cieee Gazza disukain mak lampir" ledek Satrio membuat semua yang di kelas menoleh ke pada nya

"Aahh berisik najis" ujar Gazza mengelak

" udah ahh gausah pada ribut lu, main UNO kuy "  ajak Glade melerang teman teman nya

    Bermain UNO adalah salah satu rutinitas mereka disaat istirahat tiba dan jam jam kosong, keasikan bermain mereka tak memperdulikan lingkungan dan keberisikan mereka tak ada satupun yang berani menegur malah menjadi kesempatan para kaum wanita untuk melihat mereka tertawa lepas.

   Terkadang cara bermain UNO dari salah satu mereka curang, ada yang ngocok kartu memisahkan kartu andalan nya, ada yang diam diam menukar kartu temannya dan lain lain trik curang mereka.

   Suara gemuruh tawa mereka terhenti karna Bel istirahat kedua usai, semua murid di kelas mengeluh. Bagaimana tidak hari ini hari kamis , hari dimana ada penambahan materi matematika, PM(penambahan materi) dijadwalkan hari selasa dan kamis. Dan di hari itu mereka mendapat jatah istirahat dua kali.

   Deandra sempat berpikir apa maksud sang penjadwal untuk membuat PM yang hanya di tuju untuk kelas 10, Mario yang sangat tidak menyukai pelajaran matematika sempat menolak dengan jadwal itu tapi apa boleh buat semua tak bisa di ganggu gugat. 

     Bu Devi masuk kelas dengan wajah sangar nya, menandakan mood nya sedang tak bagus. Ia mengeluarkan spidol di tempat pensil dan membuka buku yang ia bawa, wajah semua murid terlihat tegang terkecuali Glade yang terlihat sangat santai .

  "Keluarkan PR kalian yang ibu berikan kemarin" tegas Bu Devi membuat semua yang di kelas panik

"Mampus gue belum ngerjain" ujar Deandra panik

"Bego lu, udah tau guru nya sangar" komentar pricila

"Ayoo yang tidak mengerjakan maju kedepan" ujar Bu Devi membuat Deandra tambah ketakutan

  Di tengan panik nya Deandra tiba tiba Glade memberinya buku latihan milik Glade, sedangkan dia maju kedepan seaakan ia belum mengerjakan PR nya. Deandra termangu melihat apa yang di lakukan Glade padanya, ia merasa tak enak karna kekeliruannya dan kelalaianya untuk mengerjakan Tugas.

  "Uuuhhhh sweet deh" ujar Pricila ketika melihat apa yanh di berikan Glade pada Deandra

"Gaenak anjir" ucap Deandra menundukan kepalanya

"Dia peduli sama lu" kata Pricila menepuk pundak Deandra

  Bu Devi menatap Glade sangat tajam, sedangkan yang di tatap malah bodoamat seakan tak terjadi apa apa. Deandra menatap Glade dengan hati tak tega karna dirinya Glade harus mempermalukan diri sendiri.

"Kamu Glade berani berani nya tidak mengerjakan tugas saya, kamu pikir kamu siapa seenak nya menganggap tugas hal sepele" omel Bu Devi berapi api, dan dengan kebetulan yang maju kedepan hanya Glade.

SHOVEL IQ KELABaca cerita ini secara GRATIS!