Luka?

159 16 7


Alettha Berjalan memasuki gedung pertemuan di hadapannya itu, Hari ini adalah hari ulang tahun Alex. Saat Ia memasuki gedung tersebut, banyak sekali mata yang tertuju padanya, Tak sedikit pula orang yang mulai berbisik-bisik menatap kehadirannya.

Malam ini Alettha tampil Cantik, menggunakan Drees Tanpa lengan dengan panjang se-lutut berwarna Maroon, Riasan tipis diwajahnya yang membuatnya terlihat cantik natural, Dengan rambut yang ia biarkan menjuntai sampai punggungnya, tak ketinggalan ia memakai wedges berwarna senada dengan bajunya.

lalu dengan terburu ia memasukan ponselnya kedalam tasnya, Dengan satu tangan menenteng sebuah Paper bag Berisi kado .

ia pun mencari cari keberadaan Alex yang tak kunjung ia temukan. Sampai tiba-tiba Ada yang memanggilnya dari belakang.

"Leth!"Merasa terpanggil, alettha pun membalikan tubuhnya menghadap seseorang yang memanggilnya itu.

Tepat dibelakangnya berdiri, ada seorang gadis seumurannya yang tampil menawan dengan drees tanpa lengan selutut, berwarna Navy blue.

Kedua sudut bibir Alettha tertarik, sebuah senyum tipis muncul di diwajahnya."Hai! Lena sini!!"Panggilnya pada gadis itu.

Alenna Pun berlari kecil Menghampiri Alettha.
"Alex dimana?"Tanya Alettha kepada Lenna. Alenna Berpikir sejenak, lalu Memandang kesegala arah mencari Alex. "Nah! tuh dia"pekik Alenna saat mendapati keberadaan alex yang tengah mengobrol bersama beberapa sahabatnya.

Senyuman Alettha pun langsung tersungging kembali, "Yaudah, Gue samperin Alex dulu yaa lenn hehe"Ujar Alettha Meminta izin untuk meninggalkan Alenna. "Hm, sipdeh gue juga mau cari vano dulu"Sahut Alenna. Alettha pun menganggukan kepalanya.

Alettha berjalan menghampiri Sosok yang ia rindukan selama seminggu belakangan ini, usai Ujian Nasional diadakan, ia tak pernah lagi bertemu dengan Alexnya. senyum bahagia terpampang diwajah Alettha, kini ia mulai bisa mendengar beberapa obrolan yang sedang diperbincangkan oleh alex dan sahabat-sahabatnya.

"Lah Demi apa lex lo mau ngegebet adeena?"Tanya Rangga dengan volume sedikit mengeras. membuat langkah Alettha terhenti. lalu rangga melanjutkan omongannya "Lo bukannya masih pacaran sama Alettha lex?"Mendengar namanya disebut, Alettha langsung mempertajam pendengarannya.

"Yaelah Rang, lo kira selama ini si Alex serius jadiin lettha pacarnya?, mana mau coba si alex sama cewe lembek kayak alettha gitu, gue aja ogah"Tukas Gema membuat nafas alettha tercekat.

Rangga menautkan alisnya, "Trus tujuan lo jadiin Alettha pacar apa lex?" Tanya rangga.

Alex tiba-tiba saja menegakkan badannya. menarik nafas panjang lalu mulai berbicara "Gue cuma mau jadiin dia pelampiasan doang, Lo tau kan gimana sakitnya gue pas Angel pergi?. Gue cuma butuh pelampiasan buat jadi samsak sakit hati gue sampai pada akhirnya gue bisa move on dari Angel" Ujar Alex Panjang lebar Membuat Mata Alettha memanas.

Lalu Alex melanjutkan ucapannya "Dan sekarang, Gue udah move on dari Angel. Gue udah move on ke Adeena"Tegas Alex.

Paper bag ditangan alettha pun terjatuh membuat suara yang cukup besar. Air Mata Alettha menetes begitu saja. Dadanya naik turun menahan emosi. Kilasan Matanya menunjukan rasa sakit hati.

3 Lelaki itu langsung menoleh mendapati Alettha yang berdiri didekat mereka. Raut wajah mereka langsung menegang.

Alettha tersenyum Miring pada Alex. Lalu dengan segera ia berlari meninggalkan Gedung itu. Tak peduli berapa banyak mata yang menatapnya aneh.

.

•••

-- 500 Words

ROSESBaca cerita ini secara GRATIS!