SEPULUH

3K 207 1


...

   Matahari sudah mulai muncul, Bunda membangunkan Deandra karna sudah hampir jam tujuh ia belum juga keluar kamar.

  "De bangun udah jam tujuh nanti kamu kesiangan " ucap bunda sebari membuka gorden yang membuat cahaya masuk ke dalam kamar

Namun Deandra tak kunjung bangun, ia malah membenarkan selimut ke tubuh nya. Bunda mendekati nya dan memegang tubuh Deandra yang panas juga bergetar, Deandra sakit sebab itu ia tidak beranjak dari kasur.

"Astagfirullah badan kamu panas banget, kita ke rumah sakit ya " panik Bunda

"Gausah bun, di kompres aja " tolak Deandra, ia tak suka dengan aroma obat yang ada di rumah sakit.

"Yaudah tunggu bunda ambil kompresannya dulu"  kata bunda bergegas keluar untuk mengambil air kompresan.

   'Ahh pasti ini gara gara gue kurang tidur ' batin Deandra berkata.

...

"Lahh cabe atu kaga masuk kemane" tanya kaisar pada pricila

"Au dah dia ga ngabarin, lagi di chat juga ga di bales" jelas Pricila yang juga tidak tahu kenapa Deandra tidak datang ke sekolah.

   Di bagian belakang ,gazza memerhatikan tempat duduk Deandra yang kosong tidak ada pemilik nya. Gazza tak mengerti kenapa dengan diri nya, dia merasa jika terus memerhatikan Deandra dirinya merasa senang dan tenang namun sebalik nya jika Deandra tidak ada dia merasa gelisah tak menentu.

'Dey lu kemana ' kata gazza dengan suara kecil dan nada khawatir di dalam nya

  "Woy Glade coba telpon Deandra sapa tau lu yang hubungi dia respon"

Teriak satrio memberi saran. Karna memang pada nyata nya Glade dan Deandra bisa di bilang dekat , glade tak bersuar dia hanya mengangguk menurut saja . mungkin Deandra kesiangan gegara nunggu dirinya tak datang ke rumah, mungkin dia males bertemu Glade atau dia masih marah pada Glade. Glade hanya menyimpulkan seperti itu ia tak serepot teman teman nya, ia hanya berniat nanti sepulang sekolah ke rumah Deandra.

  Glade calling
Notif di ponsel Deandra, ia segera menekan tombol hijau untuk mengangkat telpon Glade

Haloo

Suara di sebrang sana menyapa Deandra

Iya kenapa Glade

Jawab Deandra dengan suara lemah, dia masih merasakan tubuh nya yang gemetar dan mengigil sedari pagi tadi. Namun ketika ponsel nya bergetar dan menampilkan nama Glade ia memaksakan untuk mengangkat nya

Lu kenapa lemes banget , gamasuk sekolah lagi

Tanya Glade dengan nada datar namun ada makna kekhawatiran pada Deandra

Gue gapapa ko, cuma butuh istirahat aja . Udah ga usah khawatir deh heheh belajar yang bener gue tutup ya telpon nya bye

Jelas Deandra berusaha untuk biasa saja dan memaksakan tertawa garing untuk menutup kekhawatiran Glade.

Glade menatap layar ponsel nya yang sudah terputus kan telpon nya dari Deandra, dia menatap bingung. Ia merasa khawatir pada wanita yang baru saja di telponnya, khawatir terjadi sesuatu pada nya, khawatir keadaanya. Pikiran nya kacau tak konsen dengan sekitar nya, ia juga bingung dengan perasaan nya bila sedang di dekat wanita itu, ia akan merasa lebih tenang walau sikap dingin nya tak pernah hilang dari diri nya kecuali sedang bersama kanya ia akan bersikap manis entah kenapa hanya pada kanya.

  "Gimana glade sama Deandra" tanya Chelsea membuyarkan lamunan nya

" ga enak badan" jawab Glade seadanya

SHOVEL IQ KELABaca cerita ini secara GRATIS!