DELAPAN

3.2K 199 13


Deandra sudah siap untuk kesekolah, sekarang dia sedang sarapan bersama dengan keluarga nya 'lengkap' karna ayah nya sedang libur mengambil cuti kerja.

"Kamu masih sama Rendy de" Tanya ayah Deandra

Ayah nya memang mengetahui hubungan nya dengan Rendy, namun masalah putus nya Rendy dengan putri nya ia tidak mengetahui karna kesibukan kerja jadi kurang nya komunikasi dengan anak anak nya.

"Udah engga, udah lah gausah bahas itu . Ade males yah. " jawab Deandra dengan nada sendu

Mereka melanjutkan sarapannya kembali, lalu tiba tiba bel rumah berbunyi maka dengan segera Kak Abi membukakan pintu nya.

"Eh elo, ayo masuk dulu ikut sarapan, dean nya juga masih sarapan" ucap kak abi pada orang itu

Orang itu yang berperan sebagai tamu mengikuti langkah kak abi untuk menuju ruang makan.
Ia sama sekali tak mengeluarkan suara.

Deandra tersendak ketika melihat siapa yang datang.

"Kamu tuh kalau makan pelan pelan dong" ucap Bunda sambil memberi segelas air putih

"Lebay, liat glade doang kayak liat exo datang lu" ucap kak abi

"Pagi bunda, om" sapa Glade pada kedua orang tua Deandra, tetapi tetap dengan expresi khas nya 'datar'

Bunda hanya membalas dengan senyuman dan mempersilahkan nya duduk untuk ikut sarapan dulu.

"Kamu teman nya Deandra " tanya ayah pada glade

"Iya om" jawab Glade sangat singkat

"Ko lu kesini ga bilang gue dulu" tanya Deandra sewot

"Ga penting" ujar Glade dingin

"Ini loh yah yang buat Deandra senyum senyum sendiri tiap malem" celetuk kak abi pada ayah nya

"Apaan si bang, boong yah jangan dengerin kutu kupret" elak Deandra dengan sorot kekesalan

Ayah hanya tertawa kecil, ia merasa senang bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecil nya karna kesibukan perkerjaan nya. Walaupun Ayah seorang Direktur dan pemilik perusahaan namun ayah tidak pernah mau seenak jidat dalam melaksanakan tugas nya, ia selalu teliti dengan perkembangan setiap hari nya. Ayah juga selalu bisa membagi waktu untuk keluarga walau 1bulan hanya bertemu 1minggu saja.

...

Deandra terdiam saat di dalam mobil menuju sekolah, ia masih merasa kesal dengan Glade yang seenak jidat jemput dia.

Deandra juga bingung dengan perlakuan Glade, ia selalu ada untuk Deandra tapi selalu membuat nya kesal dengan sikap dia yang dingin itu.

"Gausah so ngambek gitu deh" ujar Glade sambil menoleh ke Deandra

"Lagi lu tuh ya suka semaunya perlakuin, jutekin gue. Bisa ga lu tuh gausah dingin gausah so cuek, mulut lu ga sariawan setiap hari kan jadi please kalau gue ngomong di jawab juga " ucap Deandra dengan nada jutek sejutek jutek nya orang jutek.

"Hmm" Glade hanya berdeham yang membuat kekesalan Deandra memuncak.

"Baru gue ngomong udah gitu lagi, bete lah gue sama lu"

kata Deandra dengan memalingkan wajahnya ke luar jendela.

Sedangkan Glade tidak memerdulikannya, ia malah sengaja membuat amarah Deandra pagi itu bertambah padanya.

Mobil Glade memasuki gerbang sekolah ia memarkirkan di tempat biasa. Deandra sudah ingin bergegas untuk keluar dia sangat sedang tidak mood dengan Glade, saat ia membuka pintu mobil Glade sudah ada di hadapan nya dengan wajah datar.

SHOVEL IQ KELABaca cerita ini secara GRATIS!