02. Big Wrong

2.2K 210 30
                                                  

Pasang mulmed diatas untuk pengalaman membaca lebih menarik.

...

Semua semakin buram dimata So Eun, dan dengan cepat ia jatuh tak sadarkan diri.

Whose Baby?

So Eun terbangun ditempat aneh, ia terbangun ditumpukan dedaunan ditengah hutan. Kepalanya masih sedikit terasa pening.

Ia melihat anak laki laki sekitar umur lima tahun melintas dibalik pepohonan. Ia mengikuti anak itu, sebisanya ia mencoba terus mengikuti jejak anak laki laki itu.

So Eun berhenti ketika melihat anak laki laki itu berhenti. Anak itu menoleh kearah So Eun dengan senyum manisnya."Eomma!!!" Teriak anak itu memeluk So Eun seketika.

"Eomma?"So Eun bergumam kebingungan.
So Eun melepas rangkulan anak itu dan anak laki laki itu tersenyum dengan sangat imutnya pada So Eun. Anak itu memegang jari- jemari So Eun. Ia menempelkan tangan kecilnya ketelapak tangan So Eun. Entah kenapa, So Eun tersenyum. Ia merasa nyaman melihat wajah anak itu. "Ileumi mwoeyo?"
( namamu siapa?)

Anak itu hanya tersenyum menatap So Eun. "Eomma... jangan tinggalkan aku... jaga aku..."
Anak itu tersenyum lebar dan mencium pipi kanan So Eun. "Appa sedang menunggu, kajja."
Anak itu menarik jemari So Eun.

Didepan mereka ada empat lelaki yang membelakangi mereka. Empat lelaki itu menghadap cahaya yang amat terang. Tangan anak itu terlepas dari tangan So Eun. "Appa!" Anak itu berlari kearah empat lelaki itu dengan girang. So Eun hanya dapat mematung ketika keempat lelaki itu membalik badan nya.

"Eomma... wae? Kajja!" Ucap anak lak- laki yang tengah berada diantara empat lelaki itu, yang tak lain Kai, Baek Hyun, Sehun, dan Chanyeol.

"Yeobu kajja?" Ucap Chan Yeol tersenyum lebar metapa So Eun sambil mengulurkan tangannya.

"Yeobu? Wae? Kajja?" Ucap Kai tersenyum dan mengulurkan tangannya.

"Yeobu... palli..." Ucap Sehun dengan raut wajah menanti tidak sabaran dan mengulurkan tangan kearah So Eun.

Baek Hyun berjalan kearah So Eun, memegang kedua pundak So Eun, mencoba menyadarakan wanita yang tengah kebingungan itu."Kajja, kau tak ingin kami menunggukan?" Baek Hyun merangkul bahu So Eun dan membawanya pergi menuju cahaya bersama sama. Dan saat cahaya itu semakin terang dan menyilaukan.

"Hwuaaa!..."So Eun terperanjat diatas tempat tidur, pandangannya begitu tertekan dan bulir keringat membasahi pelipisnya. Dielusnya dada dengan gusar sambil mengatur nafasnya. "Untunglah, cuma mimpi."

Tapi... dimana aku...

Pintu dengan perlahan membuka memampangkan tubuh seorang pria yang tidak asing baginya. "Kau sudah bangun?" Suara pria itu berhasil membuat jantung So Eun melompat saat itu juga.

Ia mendekat dengan tatapan dingin dan datar, berdiri disamping kasur So Eun dan seketika memegang kening So Eun. "Kau tak panas lagi."

"Apa yang... apa yang terjadi padaku?"

"Kau? Kau pingsan diruang rapat. Kami mengantarmu kesini."

"Kami?"

"Ya, aku, Sehun, Baek Hyun, Chan yeol."

So Eun terdiam menelaah segalanya,ia sadar tidak semuanya mimpi. Rapat itu, kejadian tadi pagi, semua itu nyata. So Eun dengan cepat beranjak dari tempat tidur tidak peduli seberapa membayang pandangannya dan seberapa berat kepalanya. Diraihnya segera tas miliknya diatas meja didekatnya dan Ia melepas infus ditangan nya dengan paksa. "Terimakasih pak tapi, saya harus pergi."

Whose Baby? [REMAKE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang