Bab 17 - Feeling lost

8.6K 642 123

Maap kalau masih ada typo

Happy reading

***********************

Anya menangis di dalam kamarnya, ia tidak percaya bahwa Daniel akan mempermainkan perasaannya. Anya memegang bibirnya sambil menangis, ciuman tersebut masih terasa di bibirnya membuat Anya semakin menangis.

"Harusnya aku tahu kalau Daniel tidak akan menyukaiku, aku tahu kalau dia playboy. Tapi..." ujar Anya. Ia merutuki kebodohannya.

"Tapi aku tetap berharap bahwa ia akan menyukaiku. Kau bodoh Anya" ujar Anya kesal.

Ia tidak bisa memungkiri lagi perasaannya, bahwa ia memang benar benar menyukai dan mencintai Daniel. Kenyataan tersebut membuat Anya semakin memaki dirinya sendiri.

"Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Anya kepada dirinya.

Tidak mungkin ia bisa terus tinggal bersama Daniel setelah mengetahui pasti kalau ia sudah mulai jatuh cinta kepada laki laki itu, karena hatinya akan semakin sakit jika ia terus tinggal dan melihat Daniel yang membawa pulang wanita wanita kencannya.

Anya menjambak kesal rambutnya, airmatanya berlinang membentuk aliran sungai kecil di pipinya, ia membenturkan kepalanya di pintu dengan pelan, menyesali bahwa ia telah jatuh cinta kepada seorang Lady Killer seperti Daniel, tidak ada hal baik yang terjadi jika menyukai pria yang mempunyai banyak teman kencan. Anya sangat tahu akan hal itu namun hatinya. Hatinya mengkhiati otaknya yang berpikir logis.

Anya menghapus airmatanya dengan kedua tangannya, tidak ada gunanya menyesali nasi yang sudah menjadi bubur, sekarang ia harus mencari cara supaya bisa mengatasi hatinya. Walaupun mustahil ia akan mencari cara tersebut.

Anya menghela napas panjang lalu mencoba untuk tersenyum.

"Ya kau bisa menghilangkan perasaan ini Anya" sugesti Anya kepada dirinya.

&&&

Anya meletakkan piring lasagna di atas meja makan dan menuangkan air putih ke dalam gelas berkaki panjang dan meletakkannya di depan Daniel yang hanya terdiam. Tidak ada yang mau membuka pembicaraan, mereka terlarut dalam pikiran mereka masing masing.

Suara bel apartemen membuat Daniel dan Anya menoleh bersamaan, Anya segera berjalan ke arah pintu dan membuka pintu apartemen. Terlihat seorang wanita berpakaian seksi dan memakai kacamata hitam yang berdiri di depan pintu dengan koper besarnya.

"Maaf, anda mencari siapa ya?" tanya Anya.

Wanita tersebut melepaskan kacamata hitamnya dan menatap heran ke arah Anya.

"Ini apartemennya Daniel kan?" tanya wanita tersebut.

"Ya" jawab Anya.

"Kalau begitu minggir" ujar wanita tersebut. lalu berjalan masuk ke dalam apartemen sambil menyeret kopernya.

Anya hanya menatap bingung dengan sikap lancing wanita tersebut, ia mengikuti wanita tersebut ke ruang makan.

"Hi Daniel, miss me?" tanya wanita tersebut.

"Ashlee?" ujar Daniel tidak percaya.

"Yeah, its me" ujar Ashlee melepaskan genggamannya pada pegangan koper lalu memeluk dan mencium Daniel dengan gairah.

Anya mengepal tangannya menahan rasa cemburu yang sangat menyiksanya. Ia menggigit bibir bawahnya agar tidak menangis, ia mengerjap mata beberapa kali agar matanya yang mulai memanas tidak mengeluarkan airmata.

Daniel melirik ke arah Anya yang hanya menundukkan pandangannya lalu melepaskan ciuman tersebut.

"Mengapa kau kemari? Bukannya kau ada di Perancis?" tanya Daniel.

Lady Killer in LOVE (UDAH TERBIT)Baca cerita ini secara GRATIS!