Hallo semua, ini cerita perdanaku, dan ya semoga suka.

oh ya, jika kalian dulu pernah baca TASK BRING DISASTER maka hari saya akan revisi. banyak yang akan dirubah. Jadi mohon maaf atas ketidak nyamanannya.

^_^


    Matanya membulat seketika setelah ia meratapi potongan mayat di hadapannya. Tangannya refleks menutup mulut mungilnya itu rapat-rapat. Genangan air di pelupuk matanya tiba-tiba mulai penuh dan mengalir deras hingga pipi dan jatuh di bajunya yang sudah dekil.

    Tubuhnya bergetar hebat, mentalnya terguncang, bagaimana tidak, seorang gadis yang tengah dihadapkan dengan sebuah kejadian tragis yang dialami teman-temannya. Ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, jelas dan sangat nyata.

    Satu persatu mereka hilang, kemudian ditemukan dengan keadaan tak utuh, banyak sayatan serta bagian tubuh yang hilang.

    Belum sempat ia merangkul jasad di hadapannya, sebuah suara dari dalam hutan jelas terdengar lagi. Lolongan, raungan serta teriakan yang menakutkan itu semakin dekat. Kali ini ia menutup kedua telinganya dengan tangan, berusaha tak mendengar suara menyeramkan itu.

    Selama dua hari ini suara menyeramkan itu terus saja didengarnya, suara yang sama seperti ketika satu persatu temannya hilang.

    "Kh...." Gadis itu merunduk dengan masih menutup rapat telinganya.

    "Hentikan," teriaknya memohon. Gadis itu bangkit, lantas mencoba berlari menjauhi suara yang tengah mendekat padanya.

    Langkahnya sempoyongan. Tak hanya lelah yang ia rasakan, namun juga rasa takutnya membuat kokoh kakinya bergetar.

    "Hiks... Doni, Riani."

    Ia menyeka air mata di pelupuk matanya kemudian bersembunyi di balik batu besar yang ditemuinya setelah berlari cukup jauh dari asal suara yang didengarnya beberapa menit lalu.

    "S-soni..., Rega."

    Kilasan kejadian itu terbayang di ingatannya. Cara sadis yang dilakukan mahluk itu, teriakan itu.... Terngiang di telinga.

    Gadis itu bangkit, kemudian bersandar di batu besar yang temui beberapa waktu lalu, pandangannya ia arahkan pada sesuatu di baliknya. Ia mengintip, mencari tahu jika mahluk itu sudah tidak ada, lebih tepatnya tidak lagi mengikutinya.

    Untuk beberapa saat ia merasa lega karena makhluk yang sedari tadi mengikutinya tak lagi ia lihat. Pikirnya, ini sudah aman, kali ini ia terbebas dari hal mengerikan itu. Dirinya berusaha tenang dan berbalik dari posisi awal, kemudian ...

"Aaaaa....."

Task Bring DisasterBaca cerita ini secara GRATIS!