Berlinang dalam balutan bayang

96 4 3

       Desir pasir tertiup angin senja, hantaman ombak menyuruh pulang gadis yang kini sedang duduk dengan alas pasir-pasir yang telah tersiram ombak. Dikedua matanya ada langit senja yang indah, terlukis nyata dan berkilau. Hingga lukisan senja kabur dari matanya, ia tertunduk mengaitkan kaki dan tangannya. Ia terisak.
Ia merintih.
Ia menangis..

"ayu.."
Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilnya. Namun gadis yang bernama ayu itu masih saja tertunduk enggan menjawab. Bagaimana mau menjawab dia sedang menangis. Entah apa yang ditangisi oleh ayu.

Senja tak pernah meminjam waktu untuk berlama-lama dengan sepasang mata yang menikmati keindahannya. Dia ada namun tanpa durasi. Keelokan semburatnya perlahan menghitam.
Kini, bibir senja menjadi ungu yang didera pergantian malam.

"ayu.. "
Suara itu kembali terdengar oleh ayu, namun ia masih enggan menjawab. Sampai pada akhirnya arah suara itu menjadi desakkan langkah kaki yang mulai mendekati tubuh ayu yang mungil. Gamis panjangnya basah, tudung yang berwarna merah jambunya pun basah. Mungkin karena tadi sedikit gerimis dan ditambah lagi terkena percikan ombak.

"ayu.. Sudahlah ayo kita pulang. Sebentar lagi maghrib"
Ajakkan itu terdengar jelas tepat disamping telinga ayu. Tangannya merangkul tubuh ayu, dan memapah ayu yang masih tertunduk.
Tidak ada pertanyaan kenapa dari seseorang itu.
Karena mungkin dia tahu, bagaimana ayu bisa berada dipesisir pantai di sore seperti ini dan kenapa ayu sampai menangis hingga senja selesai.

*** ***

Adzan maghrib sudah berkumandang.
Untung saja didekat pantai dewata ada mushola kecil meski di daerah bali ini jarang sekali ada tempat ibadah untuk orang muslim. Namun Allah selalu memudahkan hamba-hambanya untuk beribadah.

Ayu memulai berwudhu dan menghapus segala kesedihannya. Dia berusaha tegar menerima takdir yang akan dia perankan.

****

Ketika diperjalanan pulang hujan deras membuat jalanan kota macet.
Terlihat ayu menyenderkan kepalanya di samping kaca mobil yang berembun, sama seperti matanya yang masih berkaca-kaca.

"jangan dibayang-bayang, nanti kamu bakalan nangis terus. Aku gak tega ngeliatnya" pinta suara dari arah kanan ayu.
"bagaimana tidak terbayang mas, selama ini hidup aku penuh kepura-puraan"
Jawab ayu dengan suara yang masih lirih
"dan bagaimana bisa aku berada dialur yang rumit ini"
lanjutnya mempertegas dengan air mata yang masih mengalir
"sayang.. Mas yakin kamu pasti bisa meluruskan alur ini"
Mas seno meyakinkan ayu dengan senyumannya yang mengajak agar ayu kembali tersenyum.
Mereka pun kini saling bertatapan dengan senyum yang menunjukkan bahwa keduanya siap menerima takdir yang kini sedang berada ditengah-tengah alur hidup yang mereka jalani.

*****

"mas, apakah ayu harus menanyakan langsung kepada ibu? "
Tanya ayu setibanya di rumah.
"lebih baik tunggu waktu yang tepat saja, mas takut nanti keluarga kita dengan bu zahra silaturahmi nya renggang.. "
Seno memberikan saran dengan caranya yang halus kepada ayu istrinya. Tangan nya mengelus-ngelus pundak ayu agar ayu tidak lagi sedih, karena dengan cara perhatian seperti itu biasanya hati perempuan luluh, apalagi kini ayu dan seno sudah menikah lebih dari 2 bulan.

---- ** -

Seno dan ayu menikah diawali ta'aruf. Kedua keluarga mereka memang sudah berencana untuk menikahkan keduanya. Meski awalnya seno dan ayu belum pernah bertemu karena ketika kuliah mereka berbeda kampus.
Hingga saat keluarga ayu dan seno menghadiri reuni, dan disana semua para orang tua membawa anak-anaknya dan saling mengenalkan.
Termasuk seno dan ayu, saat itulah mereka berkenalan. Tidak lama selang beberapa minggu, keluarga seno datang menemui kedua orang tua ayu dengan tujuan melamar ayu gadis yang dikenal sangat anggun dan ayu sesuai dengan namanya itu. Tentu saja kedatangan keluarga seno disambut dengan hormat. Dengan perasaan tegang seno saat itu sangat malu-malu, langkah kakinya kaku saat memasuki ruang tamu. Ia menarik nafas lalu mengekuarkannya dengan perlahan.
"Bissmillah.. Ya Allah ridhoi lah niat hamba yang Engkau titipkan ini"

*** ***

Pelangi di SurgaBaca cerita ini secara GRATIS!