Prolog

840 36 2

Disarankan membaca sambil mendengar lagu dari video di atas, untuk menguatkan imajinasi masing-masing ^^

-------------------------------------------------------------

Wuush!

  Angin malam yang dingin terasa menusuk-nusuk tulang punggungnya. Ia merasa seperti tertarik ke bawah. Ia membuka matanya dengan paksa, kemudian melihat bulan--tempat tinggalnya yang berada jauh di atas sana. Dia langsung terbelalak kaget, menyadari bahwa sedang jatuh ke bawah.

  Secepat kilat, ia membalikkan tubuhnya dan melihat cahaya lampu-lampu yang sangat terang dibawah sana. Ia ditarik begitu cepat oleh gravitasi bumi. Sebelum Sayap-nya berhasil terbentang dengan sempurna, tubuhnya sudah terlanjut menabrak tanah.

Bruakh!

  " Aw.." ia sedikit merintih. Saat ia membuka matanya yang berwarna biru cemerlang, terlihat bulu-bulu sayapnya yang berterbangan karena menabrak tanah yang keras. Saat melihat ke sekeliling, banyak orang yang memperhatikannya. Beberapa dari mereka mengeluarkan sesuatu yang berbentuk persegi panjang, dan besarnya sedikit lebih besar dari telapak tangan--handphone, dan langsung merekam hal yang terjadi di depan mata mereka.

  Manusia?!  Sosok gadis bersayap putih misterius itu menjerit di dalam hatinya. Ia langsung panik dan mendekap dirinya sendiri menggunakan Sayap Putih miliknya--menutupi seluruh tubuhnya, dan dalam hitungan detik, dekapan itu langsung menepuk udara yang membuat gadis itu langsung melesat ke selatan--langsung menghilang meninggalkan bulu-bulu putih milik sayapnya.

  Orang-orang yang tadi mengelilingi gadis itu masih terbengong-bengong. Beberapa dari mereka men-share video yang baru saja mereka ambil, dan ada juga yang mengambil bulu putih milik Sayap Putih-nya yang rontok di tanah. Seketika, video itu menjadi pembicaraan paling hangat malam itu.

  Asmiralda Marklyn, pemilik Sayap Putih yang dikirimkan ke bumi tanpa pemberitahuan, entah karena apa dia langsung dilempar ke bumi--menuju keramaian orang lain. Video itu akan menjadi masalah terbesar bagi Lyn. Jika ada orang jahat yang mengincar Sayap Putih miliknya, ia bisa mati.

   Sayap Putih, Asmiralda Marklyn no. 572, terkonfirmasi telah masuk ke dalam bumi. Tugas untukmu selama 60 hari ke depan, melindungi salah satu sekolah dari sejumlah kurt yang bersarang di sekolah itu, dan mencari penggantimu

  Sederet pesan yang panjang dikirim dari bulan melalui telepati, langsung ke kepala Lyn. Telinganya jadi berdenging karena pesan panjang itu. Ia berhenti terbang sejenak, dan menyadari bahwa ia telah berada di dekat pantai.

  Sepertinya aku terbang terlalu jauh.. gumamnya dalam hati. Ia memutuskan untuk sedikit bermain di pantai itu--walaupun sudah malam hari.

  Ia menapakkan kakinya di atas pasir putih, lalu menekuk Sayap Putih-nya agar punggungnya tidak lelah. Lyn mendongak ke atas, melihat bulan purnama yang dengan anggunnya bersinar di malam yang cerah itu, tanpa tertutup awan sedikitpun.

Byuur!

  Suara desiran ombak malam hari itu, membuat udara makin dingin. Lyn berjalan-jalan di atas pasir yang membuat banyak sekali jejak kakinya yang berbekas di atas pasir itu. Ia menatap lekat-lekat ke arah laut yang memantulkan bayangan bulan.

  Lyn tersentak kaget, ia seperti mengingat sesuatu. Dèjá vu? Pikirnya dalam hati. Dahinya berkerut. Ah mungkin bukan.. Lyn mengabaikan pikirannya barusan.

Srat!

  Lyn kembali membentangkan Sayap Putih miliknya--yang mengeluarkan cahaya bagaikan bulan di malam hari itu, kemudian mencabut salah satu bulu sayapnya, lalu meniupnya.

  Bulu itu terus terbang, seolah-olah melawan angin yang bertiup berlawanan dari arah terbangnya. Sementara Lyn mengikuti bulu itu dengan perlahan dari belakang. Bulu itulah yang akan menunjukkan tempat tinggal Lyn selama di bumi, dan menunjukkan tempat yang menjadi targetnya selama 60 hari ke depan, sebelum ia benar-benar menghilang.

The WingsBaca cerita ini secara GRATIS!