Kehilangan

174 3 0

Setelah kafe kegemaranmu
Mengucap salam
Dan bertanya
Tentang sesuatu
Seorang wanita menghirup kopi
   Perlahan
Sambil sesekali menjeling
Jawapan di bibirku

Aku memilih untuk diam dan terus ke meja biasa; tepi tingkap seawal melihatmu pulang selama ini. Tiada jawapan untuk kebanyakan soal yang tiba. Semua nampak mustahil, dan lebih gigih untuk menidakkan.

Dari sini, aku melihat gerimis dan lampu jalan. Kaki lima lengang, suram seakan hilang senyum-senyum siangnya. Mungkin ia sekadar larut pada malam dan menghormati kegelapannya.

Di pantai
Kita pernah berjanji
Antara anak-anak yang berlari
Di antara kaki
Pasir yang ditiup matamu
Ke wajahku
Adalah hari-hari penyatuan
Yang akan muncul seperti pagi
Dan malam yang tak pernah mengkhianati

Secawan teh dan sajak-sajak kemarin tertidur di dadaku. Tiba-tiba gerimis membawaku pulang, sedang mabuk dan tidak terdayakan. Pagi muncul dan aku kembali menyeka mataku sendiri setelah lama tenggelam dalam peluk yang tidak terdakapkan.

Aku ingin pulang
Seperti rama-rama
Dan kesetiaan sayapnya

Aku ingin dendam
Seperti bulan
Dan kucup di dalam
Hangatnya pelukan

Nota Kecil Seorang KekasihRead this story for FREE!