Tidak Akan Sembuh

168 3 0

Tidaklah dapat aku menatapmu, sedang menatapku, seperti pagi yang gelap dan malam yang lebih suram. Hari ini, aku mati sebelum pangkumu. Bibirku kering, bergetar menahan soal-soal yang setiap hari menghukum. Aku jadi asyik dalam tangisan. Seperti rendang pohon di taman, daunnya gugur di wajah yang tidak menemukan.

Kenangan tidak lagi tinggal di masa lalu. Ia telah hidup pada masa depan yang pernah kita impikan. Lamannya masih terang, biarpun sedikit dingin dari pandangan kau kemarin. Kakiku tidak lagi kuat untuk melangkah sedikit demi sedikit untuk memelukmu. Hatiku lebih parah, dan hidupku jadi lebih pasrah. Biarlah Tuhan meletakkan hukum pada setiap dosa-dosa terawal hidupku.

Cintaku cuma sekadar angin yang mengetuk cermin keretamu. Perjalanan ini tidaklah kau pedulikan, seperti soal keraguan yang aku hormatkan. Semuanya jadi abu dan ditiup keegoan.

Tidaklah dapat aku menatapmu lagi. Seperti anak yang lahir dari angan-angan semalam, aku hilang ditelan perasaan yang lebih ingin sendiri. Lebih lama aku memeluk tubuh yang tidak langsung sempat ku sentuh.

Akhirnya, kita wujud di laman rumahmu. Pintu kau buka perlahan, dengan senyum kau menjemputku. Aku melangkah dengan tertib. Nyata ia sekadar kamar sunyi, kau hilang dan aku lebih gigih mengira masa yang terpadam.

Nota Kecil Seorang KekasihRead this story for FREE!