Prolog

8.1K 619 43

Dari balik kaca mata hitam, sepasang mata laksana milik musang tengah mengedar layaknya sedang memburu. Seluruh penjuru tempat ini tidak luput ia jelajahi hanya demi mencari seseorang yang sudah ia nantikan sejak sejam lalu.

Ketika pengeras suara menyerukan bahwa pesawat rute Jepang - Korea sudah landing, ia langsung bergegas ke gate. Beberapa orang juga sedang menunggu seperti dirinya. Dan yang membuat Yunho ingin mendengus dan mengumpat kasar adalah, orang yang ia cari-cari tak kunjung tertangkap matanya.

Ia menggerutu sejenak, lantas mulai melangkah dan baru saja beberapa langkah, Yunho terhenti saat mendengar sapaan dari seseorang yang baru saja ia lewati.

"Permisi."

Mengembuskan napas, Yunho melepaskan kaca mata hitamnya. Ia bersedekap dan menatap seorang wanita yang menatapnya polos.

"Ada yang bisa aku bantu Nona?" tanya Yunho dengan perasaan tidak sabar yang membuncah.

"Ya, sepertinya memang begitu. Kau mau membantuku?"

Wanita itu mengerjapkan matanya, lantas memiringkan kepalanya seraya memainkan rambut panjang yang berwarna pink. Tertawa saat melihat wajah Yunho yang lucu dalam pandangannya.

"Hmm biar aku pikirkan, apa aku bisa membantumu atau..."

"Kalau tidak bisa aku bisa meminta yang lain," ia tersenyum penuh godaan dan membuat Yunho menggeram.

"Demi apa saja, kau ingin aku cium di sini atau bagaimana? Aku mencarimu sejak tadi dan kau? Ya Tuhan, Cintaku kau seperti gadis Jepang atau kau sedang ber-cosplay?" dengan tidak sabar Yunho menarik pinggang wanita yang kini tergelak.

Wanita itu melepaskan kaca matanya, kemudian mengalungkan tangannya ke leher Yunho. Dikecupnya bibir berbentuk hati itu sebelum menjilat bibirnya dan berucap pelan, "Cium saja, aku tahu kau sudah tidak tahan!"

Yunho berdecak, ini sebuah tantangan. Dan ya, memang benar ia sudah tidak sabar. Sudah sebulan berpisah dari gadis ini membuatnya merasa kesepian. Ditemukannya bibir mereka sekali lagi dan tanpa malu-malu Yunho mencium dengan lembut bibir semerah cherry yang tak akan pernah membuatnya bosan meskipun sudah ratusan atau ribuan kali ia rasakan.

"Kau menantangku, Miss Kim." kekeh Yunho dan mengusap bibir basah Jaejoong setelah ciuman mereka berakhir.

"Aku tidak menantangmu hanya ingin memastikan apa rasa bibirmu sudah berubah atau kau sudah tidak menyukai bibirku lagi."

Kening Yunho terangkat. Sialan, ia disindir. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. "Sudah aku bilang tidak akan ada sentuhan lain selain denganmu, kau satu-satunya."

"Tadinya aku pikir kau akan memanfaatkan keadaan selagi aku di sana."

"Kau bercanda? Aku tidak mungkin bersikap begitu apa lagi kau di sana sedang... Ah sudahlah, aku tidak ingin membahasnya, Jaejoong aku merindukanmu, dan bagaimana keadaannya hmm?"

Jaejoong tertawa saat melihat wajah menderita Yunho. Ia melepaskan pelukan Yunho dan menarik satu koper yang ia bawa. "Baik, kau tidak menanyakan aku? Jahat sekali," bibirnya mencebil dan memukul pelan dada Yunho, setengah merajuk.

"Aku sudah melihatmu, jadi aku tahu keadaanmu, bahkan aku sudah menciummu, Sayangku," Yunho tertawa, ia mengambil alih koper yang dibawa Jaejoong.

Merengkuh pinggang wanita itu sambil melangkah menuju keluar. Keduanya terlihat sangat mesra dan candaan terus keluar dari bibir mereka. Melepas rindu setelah sebulan tidak bertemu.

.
.
.

Eyd ga beraturan, typo dimana" -bow-.

Hoo ~ baru lagi? Well, cem kek drama" spoiler sebelum yang satunya complete ~ kekekeke.

Dilanjut saat Another L(W)ife beres ya. Ffnya 11 12 aja kok sama itu ff.

Thank for reading ~ .

.
.
.

You Only LoveBaca cerita ini secara GRATIS!