" Ya Tuhan, apa kamu pikir disiang bolong seperti ini pasar malam sudah buka? "

Jelasnya sedikit kesal,

Aku menggaruk kepalaku, tidak gatal, aku hanya baru sadar akan kebodohanku.

Baiklah, kali ini dia benar.

Aku meminta ijin kembali ke belakang untuk bersiap.
Setelah dipikir, ikut bersamanya bertemu klien tidaklah buruk, apalagi di siang yang terik seperti ini.
Di bandingkan berada di toko, aku lebih baik keluar menghirup udara bebas jauh dari bau kertas-kertas ini setiap saat.

Untuk informasi, toko ini adalah sebuah toko percetakan, banyak yang di jual disini.
selain spanduk, banner, dan undangan, kami juga menyediakan souvenir , dan untungnya aku sebagai karyawan perempuan tidak melakukan pekerjaan berat dibelakang. Aku hanya duduk manis di tempat kasir, melayani pembeli yang sudah memesan sebelumnya dan menerima uang.

Setelah bersiap, aku menunggu bossku didepan mobilnya yang terparkir didepan toko.
Kenapa dia belum juga kemari?
Panas terik membuat mataku memicing untuk melihat disekeliling. Silau.

Tak lama, sebuah bunyi alarm mobil mengagetkanku, lalu kulirik bossku memberi isyarat untuk aku memasuki mobilnya.
Untung saja dia mengerti jika saat ini aku kepanasan. setidaknya didalam mobil aku bisa terhindar dari matahari siang ini.
Al menyusul dan bergegas masuk kedalam mobil didepan kemudi, menyalakan mesin dan AC.
Didalam mobil, tidak banyak yang kami lakukan selain diam, dia fokus dikemudi, dan aku fokus pada smartphone -ku untuk mengecek apakah ada pemberitahuan.

Tidak banyak, bahkan relatif sedikit.
Di grup hanya beberapa balasan komentar.
tapi tunggu, sebuah status yang baru diketik bebarapa menit lalu dari si mister Galau.
Si pemilik akun Rangga.

Rangga
" senangnya bisa berduaan sama pujaan. "

Ah enak sekali dia, lihat nasibku sekarang, berharap Willy mengabariku sedikit saja, tapi sampai sekarang bahkan tidak ada satupun notif dari ponsel pintarku darinya.

Mobil mulai melaju pelan, dan tanpa terasa kini kami sudah berhenti disebuah tempat makan.
tahu saja si boss jika aku belum makan siang.

Kami memarkirkan mobil dengan sedikit berhati-hati karena parkiran ini lumayan padat dan lahannya sempit.
Setelah selesai, aku dan bossku turun.
Aku turun seperti biasa, tapi tidak dengan dirinya.
Aku tidak tahu sejak kapan dirinya terlihat sangat rapi seperti ini.
Ya, Al memang rapi,tapi sejak kapan blazer hitam itu dia pakai.
yang aku ingat, dirinya hanya memakai kemeja yang lengannya digulung , dan yang lebih membuatnya tampan adalah kacamata hitam yang bertengger manis di hidung mancungnya.
Andai aku bukan ditakdirkan jadi karyawannya, mungkin aku akan jadi salah satu pengagum ketampanannya.
Baiklah, lupakan.
Bukankah tujuan kami hanya bertemu klien saja?

Kami masuk dan langsung disambut pelayan, aku hanya menengok kanan kiri merasa kagum dengan keadaan yang ada diruangan yang aku pikir kecil dan biasa ternyata tidak, tempatnya nyaman dan sangat elegan, pantas saja parkiran didepan tadi penuh dengan kendaraan.

Al yang tadi berbicara dengan pelayan, kini sudah mengajakku menuju meja yang sudah dipesan, mungkin kliennya sudah menunggu.

Tepat didepan meja persegi empat dengan ukuran sedang, seorang gadis cantik tengah duduk manis, memainkan gadget -nya yang ia geser kekanan dan kekiri.
Lalu Al dan aku datang dan dia membenarkan posisi duduknya.

" maaf membuat anda menunggu! "
Sapa Al sopan, lalu gadis itu mengangguk dan menyuruh kami untuk duduk.

Sesungguhnya aku tidak tertarik dengan perbincangan mereka mengenai pemesanan yang akan dilakukan entah kapan,
Aku lebih tertarik dengan rasa lapar yang datang sedari tadi.
Tidakkah Al berpikir jika jam makan siang sudah lewat?
Menyebalkan sekali.
Duduk menghadap klien tidak serta merta membuat aku jadi calm,
justru, aku malah selalu melirik makanan yang dibawa para pelayan yang terus wara wiri disamping meja kami.
Bahkan baunya sudah menyeruak sedari tadi.

Short Story ( Alki Version)Baca cerita ini secara GRATIS!