SatNite 2

1.1K 188 10


Aku benar-benar kesal saat mengingat kejadian kemarin malam, gara-gara hal itu, akunku penuh dengan pemberitahuan tidak penting dari jomblo-jomblo nganggur di sana.

Setiap detik dan menit ada saja pemberitahuan, entah pertambahan pertemanan, pesan pribadi, pesan pada kronologi, foto-foto yg mereka sukai, bahkan komentar dari status yg aku pasang di grup cari jodoh itu. Ralat, bukan aku, tapi bossku si Al itu yang sudah mengetik status di sana.

Aku bahkan harus tetap sabar walau sangat terganggu, mencoba membalas walau aku malas.
Tapi lama kelamaan, aku mulai terganggu.
Langsung saja ku sunting beberapa status terbaru menjadi privasi.
Termasuk beberapa foto yang pernah kuunggah.
Dan alhasil, tidak banyak lagi pemberitahuan mengganggu itu.

Aku kembali terpikir saat bossku bertanya mengenai aku yang jomblo.
Lihat saja, aku akan buktikan jika aku bisa mendapat kekasih baru.
Secepatnya.

Pertama-tama yang harus aku lakukan adalah keluar dari akun asliku , lalu membuat akun baru.
Ya, setidaknya mereka yang ada di dunia maya tidak akan mengetahui identitas asliku.

Aku mulai berpikir nama apa yang cocok untuk jadi nama samaranku, Bella, Lidya, atau Tiara?
Ouhhh,, terlalu pasaran.

Aha,,, Cinta.
Ya, Aku menemukan nama yang kurasa cocok, Cinta.

Baiklah, aku tidak perlu mengunggah foto asliku di sana, cukup gambar-gambar dengan kutipan yang kuambil dari google atau foto-foto pemandangan eksotis dengan muka yang membelakangi kamera.

Akun sudah siap, tinggal masuk menjadi anggota di sebuah grup dan memasang pesan di sana.

Bingung ingin mengetik apa, akhirnya hanya satu kata singkat yang ternyata mendapat banyak respon.
Bagaimana bisa, hanya dengan satu kata 'hai ' dan banyak lelaki mulai berkomentar.

Sebenarnya aku ragu, tapi tak apa, ini demi pembuktian pada boss kaku dan songong itu bahwa aku tidak akan jadi jomblo lagi. Dan di malam minggu, aku tidak akan menemaninya menjaga toko.

"Hai cantik, intro! "
Itu Messenger , aku mulai tersenyum saat melihat foto pada profilnya.
Lumayan, sepertinya usia lelaki ini tidak jauh beda denganku. Gayanya kekinian, memakai kacamata frame yang hampir menutupi sebagian daerah lingkar matanya, dan rapi.

Aku mulai memperkenalkan diri, sok jadi cewek calm agar dia sedikit terkesan.
Sepertinya hari ini akan menyenangkan, selain aku libur, aku juga sudah menyiapkan makananku untuk hari ini.
Resiko jadi anak kost, semua dilakukan sendiri.

Aku mulai antusias kala Willy- nama lelaki yang mengajak aku kenalan tadi - memberi respon yang cukup baik, bahkan sepertinya dia mempunyai kebiasaan yang baik. Bukan aku sok tau, tapi dilihat dari cara dia menulis komentar-komentarnya, dia sangat sopan dan tidak ada kata-kata seperti para perayu lainnya. Dan itu terkesan tulus.

Aku mulai nyaman berbalas pesan dengannya hingga tiba dia meminta kami untuk ketemuan.

Terlalu cepat memang, tapi jika diingat, hari sabtu tinggal lima hari lagi dan tidak mungkin jika aku tolak untuk bertemu, dan memilih sabtu malam untuk jadi penggantinya, tidak ada yang jamin jika apa yang terlihat sama dengan kenyataannya.
Misalkan dari wajah, bisa saja itu diedit, lalu sifat?
A

Short Story ( Alki Version)Baca cerita ini secara GRATIS!