11b

109 7 3
                                        

Kalimat itu menggantung di antara mereka. Jamie menunggu Mary bercerita lebih banyak, sementara Mary menunggu reaksi Jamie.

"Apakah dia memberimu alasan ?"

"Ya," jawab Mary. "Dan awalnya kupikir dia hanya menunjukkan sikap tenggang rasa. Dia bilang dia akan memberiku waktu untuk mengenalnya."

"Dia sangat bertenggang rasa," Jamie mengakui. Ia mengernyit, bertanya-tanya mengapa Alec tidak menunjukkan rasa kasih yang demikian padanya. Lalu, ia teringat kalau Alec tidak memiliki rasa kasih sedikit pun untuk ditunjukkan pada siapapun.

Tangis Mary meledak. "Kupikir juga begitu, seperti yang tadi kukatakan padamu. Lalu dia bilang dia sangat tidak senang padaku karena memaksamu melindungiku saat orang-orang itu menyerang kita. Menurutnya, aku yang seharusnya melindungimu."

"Kenapa ?"

"Karena kau adikku."

"Apa kau tidak menjelaskan bahwa aku jauh lebih terlatih darimu dalam ..."

"Aku sudah berusaha menjelaskan, tapi dia tidak mau mendengar. Kemudian, dia menghinaku lagi. Aku akui kalau aku memang telah mengucapkan kata-kata buruk padanya. Tapi, tetap saja ..."

"Apa yang dia katakan ?"

"Dia bilang, aku ini sedingin ikan, Jamie, dan mungkin semua perempuan Inggris seperti itu."

"Oh, Mary, sungguh kalimat yang sangat tidak baik untuk diucapkan pada pengantin baru."

"Itu bukan bagian terburuknya, Jamie," gumam Mary. "Ketika kami sampai di rumahnya, ada seorang wanita gemuk dan jelek yang sedang menunggunya. Wanita itu langsung menghamburkan diri ke pelukan Daniel. Daniel juga tidak melawan cumbuannya. Mereka berciuman di depanku. Bagaimana itu menurutmu ?"

"Kau benar."

"Aku benar ?"

"Kau membuatku membencinya."

"Sudah kubilang kau akan membencinya," kata Mary. "Nah ? Sekarang kutanya, apa yang harus kulakukan sekarang ? Aku tidak bisa menemukan jalan untuk kembali ke Papa, dan aku yakin anak buah Daniel tidak akan percaya kalau aku bilang aku sudah mendapat izin laird mereka untuk kembali ke Inggris."

"Yah, aku juga ragu kalau mereka akan mempercayai itu," Jamie sepakat.

"Aku mau kembali ke Papa !"

"Aku tahu, Mary. Aku juga merindukannya. Kadang, aku juga ingin pulang."

"Apakah menurut Alec kau sedingin ikan ?"

Jamie mengangkat bahu. "Dia tidak bilang begitu."

"Apa Alec punya seorang wanita ?"

"Apa ?"

"Apa Alec punya kekasih ?" tanya Mary.

"Aku tidak tahu," jawab Jamie. "Mungkin dia memang punya wanita lain," bisiknya. "Oh Tuhan, Mary, aku tidak terpikir kemungkinan itu."

"Bisakah aku tinggal disini bersamamu, Jamie ?"

"Apa kau yakin kau mau melakukan ini ?"

Mary mengangguk.

"Mary, apa kau tahu, ketika kita pertama kali bertemu dengan suami-suami kita, kupikir Daniel yang berhati baik. Dia tersenyum dan tampak sangat periang."

"Aku juga menyadari itu," ujar Mary. "Jamie, bagaimana kalau dia benar ? Bagaimana kalau aku memang sedingin ikan ? Ada wanita yang memang tidak bisa menanggapi sentuhan pria. Kurasa, Bibi Ruth juga seperti itu. Kau ingat bagaimana jahatnya dia pada suaminya ?"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 01, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

11bWhere stories live. Discover now