Chapter 99 - Teman Perjalanan yang Mabuk

2.7K 171 14

"Bukankah kau terlalu lembut dengan anak-anak?" (Liliyn)

"Entahlah." (Hiiro)

Karena sepertinya arah pembicaraan itu akan membuat Hiiro terpancing, Hiiro pun hanya membalasnya setengah hati.

"Tapi, Hiiro." (Liliyn)

"..." (Hiiro)

"Word Magic milkmu sepertinya tipe sihir yang menarik." (Liliyn)

Mungkin ini adalah topik utama Liliyn.

"Aku telah memperhatikanmu selama ini." (Liliyn)

Berdasarkan ceritanya, Desert Monster terus menerus memanggil bala bantuan selama pertarungan. Karena Hiiro menyuruh Kamui untuk mengakhirinya, liliyn pun kehilangan ketertarikan dan mulai membunuh bala bantuan untuk mengisi waktu.

Tetapi dia terkejut saat pasir yang ia pijak berubah menjadi es.

"Untuk berpikir kalau kau memiliki kekuatan itu. Sejujurnya itu membuatku makin dan makin tertarik denganmu. Kukuku." (Liliyn

"Hmph! Tetapi bukankah sihirmu juga sama?" (Hiiro)

Karena dia merasa terganggu oleh perrtanyaan dan pernyataan Liliyn, Hiiro pun mulai membalasnya.

"Nn? Apa maksudmu?" (Liliyn)

"Jangan berpura-pura bodoh. Kau seharusnya sudah sadar kan? Sihirku sangat serbaguna. Bahkan bisa melihat informasi penting targetku." (Hiiro)

"..." (Liliyn)

Liliyn tersenyum dalam diamnya.

"Sihirmu... yang kulihat saat kau melawan Baron Bone Lizard, paku besar itu bukan sihirmu." (Hiiro)

"... hou" (Liliyn)

Hiiro menebaknya dengan melihat mata Liliyn.

"Haruskah aku mengatakannya dengan jelas? Sihirmu adalah sihir unik... namanya adalah [Fantasia Magic]." (Hiiro)

Dia pun melihat Liliyn gemetar untuk pertama kalinya. Walaupun alisnya berkedut, tetapi seperti yang diduga, senyumnya tidak berubah.

"... Kukuku, sepertinya kau lebih jahat dari bayanganku." (Liliyn)

"Itu juga berlaku untukmu." (Hiiro)

Sebenarnya Liliyn sudah mengetahui secara garis besar bagaimana cara kerja sihir Hiiro. Dia telah mengantisipasi kalau sihirnya terbongkar oleh Hiiro. Tetapi tetap saja jantungnya seakan berhenti berdetak saat Hiiro menebaknya langsung.

(Dia menarik... dia memang menarik! Selain itu, aku tidak tahu apakah dia menyadarinya atau tidak, tetapi sepertinya dia memiliki kecenderungan untuk masuk ke dalam masalah dengan mudah. Kukuku, kalau aku berada di dekat bocah itu, mungkin saja aku akan mengalami pengalaman yang lebih menarik.) (Liliyn)

Liliyn terkikih ke arah Hiiro. Dia berpikir kalau akan ada hal yang lebih menyenangkan akan terjadi.

Setelah itu, saat mereka berdua saling memandang tajam, Silva pun muncul dan merubah suasana.

"Nofofofofo! Anda sepertinya sedang bersenang-senang, Hiiro-sama! Nofofofofo! " (Silva

Tidak biasanya Silva heboh. Walaupun Hiiro melihat Silva dengan ekspresi terganggu, tetapi setelah melihat gelas kayu di tangannya, Hiiro pun berbicara.

"Oi, bukankah itu alkohol?" (Hiiro)

"Nofofofofo! Ya~ itu be~nar! Rasanya~ e~nak!" (Silva)

Suara *glek* terdengar saat Silva meminum alkohol.

Konjiki no Wordmaster - Arc 2: Pergerakan di NerakaBaca cerita ini secara GRATIS!