Chapter 98: Makanan! Ashura Nabe!

2.5K 178 5

Setelah kembali ke Oasis, Sivan dan senyuman yang lain adalah yang pertama menyambut mereka. Sivan dengar ceritanya dari Kamui, sepanjang jalan ekspresinya terlhat sedih, tapi Kamui dan yang lain mampu menunjukkan senyum di wajah mereka karena kembali dengan selamat.

Setelah itu, Hiiro ditemani Kamui, Sivan dan Jin-u meyuruh orang-orang yang terluka untuk berkumpul di gubuk.

"Dengar, apa yang akan kulakukan harus dirahasiakan" (Hiiro)

Ia pun mengumpulkan sihir di ujung jarinya.

"Aku hanya akan menyembuhkan luka-luka mereka" (Hiiro)

3 orang mengangguk setuju.

Jadi Hiiro mulai menyembuhkan setiap orang. Menggunakan kata 『完治|Complete Recovery』 untuk melakukannya.

Memprioritaskan anak-anak yang ingin hidup. Ibu mereka memeluk mereka dengan erat dan mulai menangis.

Dan kemudian, tidak hanya ibu-ibu, tetapi juga semua orang yang disembuhkan menundukkan kepala mereka berulang kali untuk berterima kasih kepada Hiiro.

"Daripada melakukan hal itu, kau harus menepati janjimu, Nitouryuu" (Hiiro)

"Ya ... aku mengerti" (Kamui)

"Hmm? Janji" (Sivan)

"Kakek." (Kamui)

"Ada apa?" (Sivan)

"Hari ini kita ... Pesta" (Kamui)

"Hmm?" (Sivan)

Setelah itu semuanya menjadi sangat sibuk.

Impian Suku Ashura tentang perdamaian telah tercapai, dan untuk merayakannya Kamui buru-buru mempersiapkan sebuah pesta.

Di dekat tepi sungai, beberapa orang sedang mempersiapkan panci besar, di sanalah semua bahan akan ditempatkan dan dimasak.

Menurut Kamui Suku Ashura menggunakannya untuk memasak setiap kali ada perayaan atau pesta.

Semua orang dari suku mengumpulkan pot di sekitar untuk makan dan perayaan.

Itu juga merupakan waktu ketika jiwa kawan mereka yang mati akan dibangkitkan dan dan bersama mereka pada saat yang sama merupakan kesempatan bagi orang-orang untuk mabuk.

Para wanita pun memerintahkan pria saat memasak. Para wanita berteriak pada para pria ketika mereka memasukkan bahan-bahan terlalu awal atau ketika mereka memotong sayuran dengan ceroboh. Rasanya seperti orang-orang itu tidak berguna ketika saatnya mempersiapkan makanan. Karena pada kenyataannya, pekerjaan laki-laki dari Suku Ashura biasanya itu berburu atau melawan atau menghadapi bahaya sementara pekerjaan perempuan adalah memberikan dukungan. Jadi, untuk pesta ini benar-benar diambil alih oleh para wanita. Para pria tidak punya pilihan selain melakukan apa yang wanita katakan.

Adonan di panci yang menghasilkan aroma enak terbawa oleh angin dan menarik semua orang. Itu adalah kari yang kaya akan aroma. Aromanya membuat perut mereka menggeram dan mulut mereka ngiler yang membuat mereka tidak dapat bekerja. Bahkan Mikazuki mengeluarkan air liur yang menyerupai air terjun dari mulutnya.

"Hei, burung berliur" (Hiiro)

"Gui ~" (Mikazuki)

"Apa maksudmu 'gui'? Lakukan sesuatu pada air liurmu, ada genangan air liur di kakimu." (Hiiro)

Ada genangan air liur di kaki Mikazuki, tapi karena Hiiro memberitahunya tentang hal itu dia membuat suara menahan air liurnya, hanya agar menetes lagi.

Melihat ini, Hiiro mendesah kesal.

"...... Hiiro" (Kamui)

Suara itu dari Kamui yang datang mendekat.

Konjiki no Wordmaster - Arc 2: Pergerakan di NerakaBaca cerita ini secara GRATIS!