Chapter 97: Rebound dari Word Magic

2.4K 160 8

Tepat setelah Rigund menghilang, Jin-u, yang telah disembuhkan dengan kata『完治 | Complete Recovery』, membuka matanya. Kamui menerangkan apa yang terjadi. Kamui pun memberitahunya apa yang telah terjadi. Jin-u pun menggeramkan giginya karena menyesal telah pingsan selama pertarungan.

"Jadi begitu ya... tetapi sampai Rigund-sama tersenyum di akhir hayatnya..." (Jin-u)

"... ya" (Kamui)

Jin-u menutup matanya dan melihat ke atas, dia terlihat baru saja dibanjiri oleh banyak emosi, lalu dia pun menghela nafas dengan halus.

"Syukurlah. Ketua... maaf telah merepotkanmu." (Jin-u)

"Tidak. Akulah yang harus meminta maaf. Maaf... aku seharusnya siap dari awal..." (Kamui)

"Ketua..." (Jin-u)

"Tapi ada yang menggagguku." (Kamui)

"Apa itu?" (Jin-u)

"Lukamu... apa yang terjadi?" (Kamui)

"Aa... itu..." (Jin-u)

"Pada saat itu, Jin-u melihat Hiiro. Tetapi Hiiro hanya berdiri di sana dengan tangan bersilang dan mata tertutup. Jin-u bingung apakah dia harus berbicara atau tidak, tetapi dia juga tidak dilarang mengatakannya.

(Sebelum aku pingsan, Hiiro mengatakan sesuatu tentang hutang...) (Jin-u)

Setelah mengingat-ingat apa yang terjadi dan melihat sikap Hiiro, Jin-u sadar kalau dia bisa mengatakannya.

"Sebenarnya..." (Jin-u)

Setelah diberitahu kalau yang mengobati Jin-u adalah Hiiro, Kamui pun langsung mendekati Hiiro.

"Hiiro!" (Kamui)

"A-Apa?" (Hiiro)

"Aku memiliki permohonan!" (Kamui)

"... haa" (Hiiro)

Hiiro memiliki bayangan apa yang akan dikatakan Kamui.

"Tolong obati juga rakyatku!" (Kamui)

Hiiro sudah tahu kalau akan menjadi seperti ini, tetapi dia juga sudah bersiap sejak dia menyembuhkan Jin-u. Terlebih lagi, kalau suku Ashura mengetahui kekuatannya dengan naluri mereka, dia pikir mereka tidak akan menyebabkan masalah. Juga, Kamui adalah bawahannya, jadi suku bawahannya juga berada dalam tanggungjawabnya dan dia harus membantu.

Tetapi, walaupun itu adalah permintaan dari bawahannya, Hiiro tetap tidak akan bekerja gratis.

"Haa, aku tidak masalah mengobati mereka, tetapi dengan satu syarat." (Hiiro)

"Sebutkan!" (Kamui)

Hiiro ingin dia berpikir sejenak sebelum menerima. Tetapi bagi orang yang telah berkata kalau dia akan melakukan apapun untuk kepentingan sukunya, itu adalah jawaban yang pasti.

"... baiklah. Kalau begitu, kau harus memberiku makanan enak sampai aku puas. Itu syaratku." (Hiiro)

"Un un!" (Kamui)

Wajah Kamui yang biasanya datar kini menjadi bersinar cerah.

"Ohon! Ngomong-ngomong, Hiiro-sama?" (Silva)

Saat itu, Silva memanggil Hiiro dengan batukan.

"Apa?" (Hiiro)

"Untuk orangtua seperti saya, bukankah situasi ini sangat mengejutkan?" (Shiva)

Silva melihat sekeliling saat mengatakannya. Ngomong-ngomong Hiiro sudah lupa tentang hal ini. Gurun pasir disekitarnya telah menjadi es. Ini adalah efek dari kata skill Three Word Chain yang baru dibuka,『氷結化| Frost Conversion』.

Konjiki no Wordmaster - Arc 2: Pergerakan di NerakaBaca cerita ini secara GRATIS!