Chapter 90: Penyelesaian

2.9K 219 15

Kamui pikir dia sudah mengalahkan Hiiro. Tetapi sepertinya tadi bukanlah serangan yang telak. Kalau begitu dia hanya harus memukul Hiiro sekali lagi. Tetapi kali ini harus telak. Itulah yang Kamui pikirkan saat melihat Hiiro.

Tetapi saat Kamui melihat mata Hiiro, dia berubah pikiran. Di mata Hiiro ada perasaan haus darah. Kamui berpikir kalau Hiiro tidak akan terjatuh di lubang yang sama. Mata Hiiro seakan berbicara kalau Kamui akan celaka kalau dia mendekati Hiiro. Selama Kamui belum mengetahui karakteristik sihir Hiiro, akan sangat berbahaya kalau Kamui langsung menyerang.

"Mendekat... berbahaya. Aku akan... mengakhirinya... dengan pasirku." (Kamui)

Padatan pasir di lengan kanan Kamui mulai terjatuh dan terpisah. Setelah melihat Kamui tidak akan mendekat, Hiiro tersenyum sinis.

(Itu cukup efektif... tetapi aku juga telah menyelesaikan persiapanku. Kali ini aku akan membuatmu merasakan kekuatanku.) (Hiiro)

Hiiro menulis『速|Speed』dua kali dan mengaktifkannya bersamaan untuk membuat efek sinergis.

Hiiro melompat ke arah Kamui. Namun tangan Kamui pun menyentuh tanah.

"Keras kepala... terima ini." (Kamui)

Kamui menggunakan sihirnya untuk menggunakan jurus yang sama, tapi situasinya menjadi tidak terduga.

"... eh ?" (Camus)

Shi~n !

Pasir-pasir itu tidak mau mendengarnya. Lalu, dia pun merasakan sesuatu yang aneh pada pasir dibawahnya.

(Pasirnya... keras?) (Kamui)

Dia pun menyentuh pasir dengan jarinya untuk memastikan. Ternyata pasirnya memang mengeras menjadi seperti tanah pada umumnya. Saat Kamui sedang terkejut dengan apa yang terjadi pada pasirnya, Hiiro sudah mendekatinya.

Dosu !

"Kaha-!?" (Camus)

Menggunakan momentum saat ia berlari, Hiiro memukul perut Kamui. Nafas Kamui pun menjadi sedikit sesak karena serangan tiba-tiba itu.

"Sudah memastikan pijakanmu, Nitoryuu?" (Hiiro)

"Gu....?" (Kamui)

Sambil memegang perutnya, Kamui pun segera menyingkir. Tetapi Hiiro mengejarnya seakan sedang berusaha melakukan serangan penghabisan.

(Ku-... daripada sebelumnya... dia sangat cepat!?) (Kamui)

Kamui pun menjadi panik. Kepanikan itu bukan hanya karena kecepatan Hiiro yang meningkat dengan tidak wajar, tapi juga karena Kamui tidak bisa menggunakan pasir lagi untuk sihirnya.

Baki-!

Kali ini Kamuilah yang terlempar karena pukulan di wajahnya. Dia pun berputar untuk mendarat. Tapi ditempat Kamui akan mendarat, Hiiro sudah siap dengan tinjunya.

Dogo- !

Karena menerima pukulan lagi di perutnya, nafas Kamui semakin menjadi terasa sesak.

(Kenapa... dia.... secepat ini?) (Kamui)

Melihat perubahan Hiiro yang tiba-tiba, Kamui menggertakan giginya sambil berpikir kalau Hiiro hanya bermain-main dengannya selama ini. Dia berpikir kalau seperti ini terus maka ia akan dihajar habis-habisan oleh Hiiro. Untuk saat ini ia harus menjauh terlebih dahulu.

Setelah dia menjauh, Kamui menarik kedua katananya dengan wajah kesakitan. Tetapi sesaat setelahnya kedua pedang itu seakan ditarik oleh sesuatu.

"-!?" (Kamui)

Konjiki no Wordmaster - Arc 2: Pergerakan di NerakaBaca cerita ini secara GRATIS!