Chapter 89: Hiiro vs Kamui

2.8K 196 7

Yang pertama menyerang adalah Hiiro. Karena dia bisa sedikit menerka pergerakan lawan, Hiiro pun mengambil langkah pertama.

Karena tangan kanannya sudah menggenggam『Thorn Sword - Piercer』, dia pun bisa langsung menyerang. Tetapi mata Kamui sudah menangkap pergerakan Hiiro. Walaupun lebih lambat dari Hiiro, tetapi dia bisa mempersiapkan pedangnya.

*Kiiiiiiiiin!*

Saat kedua pedang beradu, percikan api muncul. Tetapi hanya satu pedang Kamui yang bersilangan dan dia punya satu lagi. Sambil tetap mengunci pedang Hiiro, Kamui menebas dengan pedang lain.

Karena telah memprediksi serangan itu, Hiiro pun membuat jarak. Lalu dia pun melompat untuk menyerang lagi. Tapi kakinya malah tenggelam di pasir.

"Tch!" (Hiiro)

Bertarung di pasir lebih sulit daripada bertarung di tanah yang solid. Kekuatannya berkurang drastis karena tumpuan kakinya tenggelam di pasir.

"Pasir ini... hidup." (Kamui)

Kamui berkata dengan pelan, kali ini yang maju adalah Kamui. Tetapi gerakan Kamui tidak ada yang sia-sia seperti Hiiro. Kecepatannya yang tinggi membuat orang lain berpikir kalau mereka bertarung bukan diatas pasir.

Saat Kamui menyasar dada Hiiro, Hiiro pun menggunakan katananya untuk bertahan. Tetapi Kamui menggunakan kedua pedangnya dengan ganas. Walaupun Hiiro bisa mematahkan remua serangan, tetapi, entah karena pijakannya yang kurang kuat atau karena kurang cekatan, Hiiro pun diterbangkan oleh Kamui sampai berguling di tanah.

Hiiro pun langsung bangun dan melihat kedepan, tapi Kamui sudah tidak ada disana. Yang dilihatnya adalah bayangan yang datang mendekat.

 Yang dilihatnya adalah bayangan yang datang mendekat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Apa?! Di atas?!) (Hiiro)

Kamui memang melompat ke atas dan jatuh ke arah Hiiro sambil menebaskan katananya. Hiiro pun kembali memusatkan kekuatan kakinya untuk kabur, tapi kakinya seakan tenggelam.

(Sialan! Sulit bergerak) (Hiiro)

Kalau begini aku akan kalah, itulah yang ada dipikiran Hiiro. Karena tidak ada pilihan, Hiiro pun mengaktifkan kata『防|Protect』yang sudah saya persiapkan. Lalu dinding sihir berwarna pucat pun mengelilingi Hiiro.

*Bashin-!*

Karena pedang Kamui dipantulkan, tubuhnya pun terlempar. Kamui pun memutar tubuhnya dan mendarat dengan terkejut.

"T-Tadi itu?!" (Shivan)

"Kukuku." (Liliyn)

Saat Shivan terkejut dengan cara bertahan Hiiro, Liliyn tersenyum menantang. Keduanya mengeluarkan respon kagum.

"Sihir apa tadi? Tidak, bahkan tidak ada tanda atribut sihir... berarti...." (Shivan)

Shivan mengingat saat Jin-u terkena semacam sihir. Seingatnya saat itu juga tidak ada tanda atribut sihir.

Konjiki no Wordmaster - Arc 2: Pergerakan di NerakaBaca cerita ini secara GRATIS!