Episode 5 Part 1

Mulai dari awal

"Ya.. ya.." jawab Soo asal.

"Jika Isteriku mengirim sebuah surat, maka dia akan selalu menyertakan sebuah puisi" kata Pangeran Wook.

Pangeran Wook melipat surat-suratnya

"Bagaimana denganmu? Apakah kau suka puisi atau lagu?" tanya Pangeran Wook.

"Aku lebih suka lagu, Pastinya" jawab Soo.

"Oh benarkah. Tidak disangka. seorang wanita bangsawan sepertimu, lebih tertarik pada lagu yang biasa disukai rakyat jelata." kata Pangeran Wook.

Soo tersadar lagu yang dimaksud oleh Pangeran Wook adalah musik dari zaman dinasti Goryeo bukan musik modern.

"Tidak.. Tidak... Aku juga lebih suka puisi dari pada lagu" kata Soo meralat ucapannya tadi.

Pangeran Wook pun mulai menulis sebuah puisi.

”Kalau gitu… Aku akan memberikanmu puisi ini. Aku ingin sekali, memberikan puisi ini padamu. Bacalah dengan baik”. kata Pangeran Wook dan memberikan sebuah kertas untuk Soo.


---


Soo keluar dari perpustakaan dengan membawa kertas yang berisi puisi dari Pangeran Wook. Soo membukanya dan melihat jika puisi itu di tulis Pangeran Wook dalam aksara China kuno yang tidak bisa dibacanya.

Soo pun melihat Chaeryung yang lewat dan dia memanggilnya.

"Kemampuan membacaku hilang bersamaan dengan hilangnya ingatanku, Aku bisa belajar lagi. jadi bisakah kau membacakan puisi ini untukku" pinta Soo.

”Bagaimana saya bisa tahu cara membaca?. Saya hanya tahu namaku”. jawab Chaeryung.

"Maafkan aku" kata Chaeryung dan ia bergegas pergi meninggalkan Soo.


---



Keesokan harinya, Soo masih bingung menatapi puisi yang diberikan Pangeran Wook dengan aksara Cina kuno yang tidak bisa dibacanya.

"Yang, Ryu, Chung, Chung, Kang, Su, Pyung" baca Soo sebisa mungkin, "Aku tidak mengerti satu persatu hurufnya" kata Soo. "Tapi ini seperti bahasa makhluk luar angkasa. Ahh, Aku jadi buta huruf disini. Bagaimana aku bisa hidup disini?"

”Tulisan tangannya setampan orangnya”. kata Soo yang hanya bisa mengagumi tulisan Pangeran Wook yang indah tanpa bisa membacanya.

"Tapi jauh lebih baik jika aku bisa membacanya. Aku berharap sekali bisa membacanya. Aku ingin membacanya. Aku ingin membacanya. Argh! Kenapa aku tidak mengambil kelas Bahasa Cina?!" kata Soo kesal.

Tiba-tiba Pangeran Baek Ah datang.

"Apa yang kau lakukan?" tanyaPangeran  Baek Ah mengagetkan Soo "Apa kau buta huruf?" tanya Pangeran Baek Ah.

"Aku bisa membaca tapi aku hanya lupa segalanya sejak aku hilang ingatan" kata Soo.

"Berikan padaku" pinta Pangeran Baek Ah.

"Jangan" tolak Soo sambil menyembunyikan kertas berisi puisi dari Pangeran Wook dibelakang tubuhnya

"Aku bilang aku akan membacakannya untukmu" kaya Pangeran  Baek Ah dan langsung merebut kertasnya dari Soo dan membacakannya.

”Hijau. Hijau itu untuk pohon willow, tenang, mengalir dengan damai. Mendengar dan aku mencarinya di sungai...”. baca Pangeran Baek Ah, tapi ia berhenti tidak meneruskannya setelah sadar jika itu adalah puisi cinta. "Kau.." kata Pangeran Baek Ah tapi Nyonya Hae menghentikan perkataannya.

"Ke timur, saat matahari terbit. Ke Barat, saat gerimis mulai turun. Meskipun mereka bilang matahari tidak berguna. Bagiku matahari tetap bersinar. itu puisi yang indah”. kata Nyonya Hae yang baru datang meneruskan puisi yang dibaca Pangeran Baek Ah.

Moon Lovers : Scarlet Heart RyeoBaca cerita ini secara GRATIS!