For every story tagged #WattPride this month, Wattpad will donate $1 to the ILGA
Pen Your Pride

Meet the Enemy

67 0 0

*throwback*

2 years ago

"Rese ya lo!!" Bentak gue kesel.

"Yeh! Nyebelin lo!!" Kata Harry.

"Bodo! Lo rese!" Kata gue terus ninggalin mereka semua, Harry sama temen-temennya.

Harry Fucking Styles! Orang paling rese, nyebelin, songong yang pernah gue kenal. Ribut sama Harry itu udah kebiasaan gue tiap hari. Demen banget kayanya nyari masalah sama gue.

Oh iya, gue Emily Watson. Gue 17 tahun sekarang, dan kelas 12. Gue sekolah di salah satu high school ternama di Cheshire, UK. Yap, gue tinggal di UK. Actually, gue orang Indonesia, ya walaupun ada turunan inggris dari kakek gue. Gue juga lahir di Indonesia dan sempet gede dikit di Indonesia. Pas umur gue 4 tahun, gue sekeluarga pindah ke Holmes Chapel. Karena bokap gue dinas dan harus tinggal disini.

*end throwback*

Today is Saturday. Sekarang gue lagi santai sama Alyssa di rumah gue. Alyssa itu sahabat gue dari SMP. Dan kita selalu bareng kemana-mana. Nempel banget kayak amplop sama prangko, well.. Nyokap gue sih yang bilang gitu.

"Lyss, gue bete." Tiba-tiba gue ngerasa bosen di rumah. "Jalan yuk"

"Starbucks?"

"Sounds good"

Gue pun ganti baju, dan kita berdua pergi ke starbucks. Kebeneran, lumayan deket tempatnya sama rumah gue. Jadi jalan kaki juga nggak terlalu jauh. Oh, iya gue sekarang udah pindah ke london dan gue kuliah gue di Oxford University.

Pas banget baru mau masuk starbucks, ada cowok nabrak gue.

"Shit! Watch where you're going, man!" Dan semua minuman dia, tumpah ke baju gue. Bad day.

"What the h- Emily?!", dammit!

"H- Harry?!"

Gosh! Why I have to meet this boy again?! The last thing I want to see in this world, is him.

"Lo tuh ya, ga pernah berubah. Selalu aja cari masalah tiap ketemu gue. Rese banget sih!" Bentak gue.

"Heh! Makanya kalo jalan tuh liat-liat!" Ih nyolot banget sih.

"Jelas-jelas yang udah nabrak gue itu lo. Mata lo dimana sih?!"

"Stop!! Lo berdua kenapa jadi ribut gini sih. Lo nggak malu apa, ini tempat umum," Alyssa berusaha buat ngelerai gue sama Harry.

"Harry, udahlah lo minta maaf aja. Lagian lo yg nabrak juga kan," dan tiba-tiba temennya Harry yang di belakangnya ngebisikin sesuatu, yang begonya mereka masih bisa kedengeran sama gue.

"Ok, sorry," with that he leave.

Dasar songong! Rese banget sih jadi orang!

"Udahlah, kita masuk aja," ajak Alyssa. Gila kali nih anak. Baju gue kotor gini masih mau masuk aja.

"Nggak ah. Mood gue udah berubah. Balik aja yuk"

-Harry's POV-

Kenapa sih gue harus ketemu lagi sama Emily. Sempit banget sih UK. Gue tuh nggak cocok sama dia, udah kaya magnet yg kutub nya sama.

"Harry, lo kenal sama cewek yg tadi?" tanya Niall yang duduk di passanger seat sebelah gue.

"Iye. Dia temen SMA gue. Eh, ralat. Maksud gue, cewek itu dulu 1 SMA sama gue."

"Oh, perasaan sama aja"

"Bedalah! Gue nggak pernah anggep kalo dia temen gue"

"Lah? kok gitu?"

"Gue sama dia itu nggak pernah akur. Selalu aja berantem kayak tikus sama kucing. Dan itu tiap hari"

"Lo berantem? Sama cewek secantik itu? Nggak beres lo har"

"Cantik darimana woy?!! Cewek galak gitu lo bilang cantik"

"Serius gue, udah cantik, bening, hot lagi"

"Kunyuk!!"

Niall kepo banget sumpah. Nanya mulu. But, ya, I have to admit that Emily is beautiful, and really hot. Tapi gila, udah galak, jutek, nyolot, cerewet lagi. Kenapa gue harus dipertemukan sama emily lagi sih.

..

Sampe rumah, karena gue bete, gue langsung masuk kamar. Tapi pas udah di kamar ternyata gue juga bingung mau ngapain, jadi gue keluar lagi. Gue pun akhirnya nyamperin liam sama niall yg lagi nonton tv. Gue duduk di sofa di sebelah niall.

"Liam, tau nggak?" tiba-tiba Niall ngomong.

"Nggak"

"Tadi gue ketemu cewek bening banget," he said exitedly.

"Hah? Serius lo?" kata Liam shock.

"Serius gue"

"Transparan nggak?" Gue yang ngedenger Liam ngomong gitu langsung seketika bingung, frown at his question. Kok transparan sih. Ini tumben amat si Liam bloon gini.

"Lo ngelawak apa emang bloon sih? tumben amat," tanya Niall kesel.

"Maksud gue bening tuh cantik, bro"

"Oh, kirain"

"Jarang-jarang lo kayak gini. Kenapa lo?"

"Sorry, gue lagi nggak konek. Gue galau," kata Liam dengan muka datar

"Tumben," ejek Niall. Liam langsung berdiri dari sofa terus masuk kamar.

"Lo sih rese!" kata gue.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Author's Note:

Thank you sooo much for read this fanfic. Im sorry if there's any typos on it. Really hope you like this. Please comment and vote :))

Love youu

You & I (Harry Styles)Read this story for FREE!