one

9.6K 723 7

Grace's pov

"Aku turut bersedih, kenapa kau tidak langsung cerita pada ku kemarin? Lalu kau tinggal bersama siapa? Kau sudah makan? Mukamu pucat sekali."

Tanya Berry beruntun saat aku menceritakan kejadian semalam
Temanku satu ini sangat dekat sekali denganku, bagaimana tidak?
Ia menyelamatkanku dari kejaran anjing rabies, maksudku orang gila pinggiran jalan, dan kami bersahabat sejak peristiwa itu.

"Tidak, aku makan seperti biasa, 3 kali sehari. Aku hanya terlalu sering berada dibawah pohon dan-"

"Menangis dibawah rintikan hujan? Ayolah itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa, yang ada kau malah sakit. Berhentilah berpikiran bahwa kau itu dewi hujan. Ini bukan zaman yunani atau romawi kuno, hey! Ingat itu." Katanya sambil menenggak soft drink-nya

"Aku tahu itu," kataku sambil melayangkan tanganku diudara.

"Tetapi hujan juga bisa menjadi orang kedua setelah kau yang bisa aku ajak curhat." kataku membenarkan posisi dudukku

"Baiklah kali ini terserah kau." tanyanya pasrah.

"Kau yakin tidak mau ikut denganku?" tanya Berry setelah kami selesai makan siang di kantin

"Tidak, lagipula ini sudah mendung." jawabku sambil memperlihatkan deretan gigiku yang rapih.

*


Berjalan ditengah rintikan hujan yang makin besar, seperti ......

This is my own world
This is my own rule
No one can stop me

Author's pov

Sekarang ini Grace sampai di taman yang sepi
Grace menikmati setiap rintikan hujan yang jatuh ketubuhnya
Dia mencintainya, sangat.

Tanpa sadar, ia menari kian kemari sambil memejamkan matanya

Disudut yang lain, dibalik pohon besar ditengah taman yang sama,
Sepasang mata bola hazel yang indah sedang memperhatikan seorang gadis sedang menari-nari ditengah rintikan hujan yang makin deras.

Gadis aneh, batinnya


***

Okesip part ini cuma sampe disini :3
Yang baca minta vote nya yah :)
Thank you for reading :)

OFFICIALLY RAIN {Zayn Malik Fanficition}Baca cerita ini secara GRATIS!