Ah dari pada aku memikirkan dia, lebih baik aku kembali melanjutkan keisenganku ini.

Kembali ku buka status yg terpasang disana, membuka kolom komentar dan membacanya satu persatu.
Aku hanya geleng-geleng kepala saat membaca para perayu yg sebagian besar dilakukan oleh lelaki-lelaki yg ku rasa hanya iseng dengan berbagai kata-kata manis.

" ya ampun, gue rasa manisnya gula dari tebu masih kalah manis sama rayuan para buaya disini.! "
Monologku.

" Yuki, saya tidak menggaji kamu untuk malas-malasan di toko saya! "

Mampusss,, si bos udah datang

Aku berdiri, menunduk dan meminta maaf padanya.

" maaf boss,! "

Derap kaki terdengar semakin dekat, sepertinya boss menyebalkan ini akan mengeksekusiku secepatnya.

" apa yg kamu lakukan? "

Aku langsung memencet tombol power, mematikan layarnya agar si boss tidak mengetahui apa yg sedang ku buka.

" berikan! "
Pintanya dengan nada memaksa, aku memberi dengan berat hati, bagaimana jika dia tahu lalu mentertawakanku?
Ah sial.

" buka kuncinya! "
Perintahnya lagi

" untuk apa boss? "

" lakukan saja,! "

Aku meraih handphone itu,  dan  dengan sangat tidak ikhlas aku membuka kuncinya.
Aku memberikan padanya masih dengan menunduk.

Suara cekikikan keluar dari mulut bossku, apa yg dia lakukan?

" grup apa ini? Cari jodoh? "

" boss, itu saya cuma iseng.! "
Jawabku malu-malu.

Bossku mengambil kursi dan duduk dengan santainya, matanya tak lepas dari handphone yg sedari tadi kuharapkan akan ia kembalikan.
Tapi justru dirinya tengah asik tertawa. Tertawa seperti yg aku lakukan sebelumnya.

Cowok kaku ini bisa ketawa lepas juga ternyata.
Pikirku dalam hati.

" pak Al sudah datang? "
Teh Nina yg baru kembali dari warung terlihat sedikit kaget, tapi sepertinya dirinya mencoba untuk tenang.

" kamu dari mana? "

" maaf pak,  saya tadi dari warung sebentar. Boleh saya kembali kebelakang! "

"ya silahkan! "
Tumben!  Biasanya dia selalu bertanya dengan detail alasan karyawannya keluar di jam kerja.

" Hey, kamu! "
Aku terkejut, apa lagi kesalahanku kali ini.

" kenapa kamu buka grup ini? "

" kan saya sudah bilang boss, saya cuma iseng. Nggak ada yg lain! "

" no, no,  no!  Lagipula saya perhatikan kalau kamu selalu lembur dimalam minggu. Kamu jomblo? "

Isshh apa-apaan dia, mengejekku sembarangan. Tapi dia sendiri kenapa tetap datang dimalam minggu?

" boss sendiri kenapa tetep dateng malam minggu?  Dimalam lain bapak sering minta asisten bapak yg jaga disini? "

Pertanyaanku sepertinya membuat dia sedikit berpikir untuk menjawab.

" terserah saya, saya bossnya. Mau saya datang dimalam apapun hak saya? "

Tuh kan, iya deh. Boss selalu benar.

Aku diam, duduk di tempat semula dan mulai merelakan gadget kesayanganku di buka bebas oleh boss menyebalkan ini.

" boss, nggak naik keatas dulu? "
Bujukku, ia diam, masih asyik membaca apa yg terlihat disana.

Aku sangat penasaran, apa yg ia baca kali ini.

Mataku membulat saat dia terlihat mengetik sesuatu disana.
Aku panik, lantas aku berdiri dan menghampiri boss ku itu.

" yeay,,, ! "
Ucapnya girang.

" boss ketik apa tadi? "
Dia hanya tersenyum licik, mengangkat sebelah alisnya dan menyerahkan handphone itu padaku.

Aku lihat layar sudah menampakkan  wallpaper  wajahku,

Ting
Ting
Ting
Ting

Pemberitahuan messenger  beruntun masuk.

" hay, kenalan yuk! "

" hai, cantik! "

" lagi apa neng? "

" kita jalan yuk! "

Siapa mereka,
Aku buru-buru membuka kembali akun facebook ku.

Ya Tuhan, selain kaku. Boss ku juga gila.

Terlihat jelas apa yg sudah dia ketik di grup itu.

" jodoh buat gue mana?  "

" Alllllll "

END

Short Story ( Alki Version)Baca cerita ini secara GRATIS!